Waspadai Jerat Penipuan UN Swissindo


Jumat,11 Agustus 2017 - 17:49:51 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Waspadai Jerat Penipuan UN Swissindo Ilustasi.NET

“UN Swissindo melakukan kegiatan penawaran pelunasan kredit dengan menawarkan janji pelunasan kredit atau pembebasan hutang rakyat dengan sasaran para debitur macet pada bank-bank, perusahaan-perusahaan pembiayaan maupun lembaga-lembaga jasa keuangan lainnya, dengan cara menerbitkan surat jaminan atau pernyataan pembebasan hutang yang dikeluarkan dengan mengatasnamakan presiden dan negara Republik Indonesia maupun lembaga internasional dari negara lain. Para debitur tersebut, dihasut untuk tidak perlu membayar hutang mereka kepada para kreditur,” lanjut Tobing.

Satgas Waspada Investasi menyatakan kegiatan UN Swissindo tersebut tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit ataupun pembiayaan yang lazim berlaku di perbankan dan lembaga pembiayaan. “Polresta Samarinda Kaltim pada 29 Oktober lalu telah menangkap Ketua Swissindo Korwil Kaltim atas laporan dari sejumlah pelapor yang telah tertipu dengan sertifikat yang diberikan tersangka,” papar Tobing.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Satgas Waspada Investasi, kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo telah tersebar di seluruh Indonesia.Wilayah yang paling banyak terkena dampak kegiatan dari UN Swissindo adalah Jambi sebanyak Rp1,3 miliar, Cirebon,  Rp4,02 miliar, dan Purwokerto, Rp 2,8 miliar. Baru-baru ini, juga terdeteksi sudah mulai masuk ke Sumbar salah satunya di daerah Payakumbuh dan Pesisir Selatan (Pessel).

Satgas Waspada Investasi menghimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk memahami beberapa hal yakni, memastikan perusahaan yang menawarkan investasi tersebut memiliki izin usaha dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan, memastikan bahwa pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar, dan memastikan bahwa perusahaan atau pihak yang melakukan penawaran investasi tersebut, memiliki domisili usaha sesuai dengan izin yang dimiliki.

Dalam waktu dekat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar akan memberikan keterangan terkait keberadaan UN Swissindo. “Itu masih dalam pembahasan, nanti kita akan ada pers konferencenya di OJK. Karena saat ini kami belum bisa berikan komentar, masih dalam pembahasan,” ungkap Kepala OJK Sumbar Indra Yuheri singkat, Kamis (10/8) saat ditemui

Bank Mandiri Tutup Mulut

Terkait Swissindo yang mengatakan telah bekerjasama dengan Bank Mandiri, pihak Haluan langsung mengkonfirmasi ke bank BUMN tersebut. Namun, pihak Bank Mandiri tidak menyambut baik dengan bijak. Saat didatangi ke Kantor Wilayah Bank Mandiri di Jalan Diponegoro, diketahui seluruh pimpinan cabang dan pimpinan wilayah sedang mengadakan rapat koordinasi (rakor). Akibatnya, konfirmasi harus dilakukan via telepon.

Protokoler Bank Mandiri Wilayah Sumbar Erwin saat dihubungi Haluan, Kamis (10/8) sekitar pukul 13.00 WIB menangatakan bahwa tidak berwenang untuk menjawabnya. Sedangkan, pimpinannya juga tidak bisa dihubungi saat itu juga. Kemudian, Erwin mengatakan bahwa bisa menghubungi pimpinan pada pukul 19.00 WIB.

“Saat ini semua pimpinan cabang dan pimpinan wilayah sedang tidak bisa diganggu dan silakan menghubungi nanti pada jam yang ditentukan. Nanti saya akan menyambungkan ke pimpinan langsung,” janjinya.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,09 Juni 2015 - 19:56:58 WIB

    BI Waspadai Potensi Currency War

    JAKARTA, HALUAN—Bank Indonesia akan me­was­padai potensi terjadinya perang mata uang atau cur­rency war yang mungkin terjadi sebagai dampak dari rencana penyesuaian suku bunga acuan Bank Sent.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM