Madan, Kisah Duka Bocah Pejuang dari Pesisir Selatan


Selasa,08 Agustus 2017 - 09:41:29 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Madan, Kisah Duka Bocah Pejuang dari Pesisir Selatan Ita menunggu Madan yang tergolek lemah di RSUP M Djamil Padang. IST

MADAN namanya. Bocah pejuang dari Balai Salasa, Kecamatan Ranah Pasisia, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Usianya baru 13 tahun, tapi Madan sudah menjadi tulang punggung keluarga. Sejak sang ayah tiada, dia pemarut kelapa di pasar sekitar rumahnya. Kini, kisah hidupnya kian pelik. Madan tergolek koma di RSUP M Djamil Padang. Murid Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) tersebut diagnosis dokter menderita gagal ginjal. Madan butuh uluran tangan dari siapa saja yang masih punya belas kasih.

Kisah sedih Madan dikabarkan Apri Junaidi, Sekretaris Alumni SMA Negeri Balai Selasa, kepada Haluan, Selasa (8/8) pagi. Apri yang merupakan dosen di Universitas Widyatama, Bandung adalah satu dari sekian orang yang terenyuh dengan kisah Madan. “Tolong Madan, anak kami. Dia butuh uluran tangan. Barangkali, lewat Haluan, pintu hati para dermawan terketuk untuk berbagi. Madan butuh itu,” tulis Apri Junaidi lewat WhatsApp Mesengger.

Madan sudah lima hari di RSUP M Djamil Padang. Ketika dirujuk dari RSU M Zain, Painan, kondisinya buruk. Madan sempat kejang-kejang di rumah buruknya, kawasan Ujung Telkom, Pasa Lamo, Balai Salasa. Tak sadarkan diri. Sampai pagi Selasa, dia masih koma. Banyak nan gelisah dengan kondisi Madan. Sang ibu, Ita (55) tak henti-henti berdoa. Tiap sebentar dia mengusap kening anak keempatnya itu. Mulutnya sudah kering berdoa, tapi dia tak berhenti. Berharap mukjizat. Ada keajaiban hadir pada Madan. Ibu mana yang tak risau menyaksikan buah hatinya bertarung dengan maut?

Barangkali, warna hidup Madan sebagai kanak-kanak, berbeda dengan


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM