Badia Batuang di Pasaman Ini Raih Rekor MURI


Minggu,16 Juli 2017 - 16:58:45 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Badia Batuang di Pasaman Ini Raih Rekor MURI Terlihat ribuan warga memadati area Bukik tak jadi, pusat dimainkannya meriam bambu terbanyak
Senior manager Museum Rekor-Dunia Indonesia, Awan Rahargung mengatakan, kegiatan ini menghadirkan meriam bambu terbanyak yaitu 1821 batang bambu. Sebelumnya, rekor tercatat yaitu 150 meriam bambu di Pontianak.
 
"Ini pencatatan rekor Muri dengan pagelaran meriam bambu atau badia-badia batuang terbanyak secara nasional. Ini terbanyak sejak 2007 di Pontianak, sebanyak 150," kata Awan dihadapan Bupati Yusuf Lubis, Wabup Atos Pratama dan panitia pelaksana. 
 
Selain itu, MURI juga mengapresiasi kegiatan ini, karna mengangkat nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa Indonesia. MURI, kata dia, sebagai lembaga pencatat karya-karya anak bangsa. 
 
“Ini tidak saja rekor Indonesia, tapi kita catatkan sebagai rekor dunia, karna tidak ada di dunia yang memainkan meriam bambu selain Indonesia. Sebanyak 7.900 karya anak bangsa sudah tercatat di Museum Rekor Indonesia," ucapnya.
Ia mengatakan, peristiwa bersejarah ini sudah sepatutnya dicatat bukan sekedar rekor, akan tetapi pergelaran meriam bambu ini sekaligus membangkitkan semangat juang dan nilai-nilai nasionalisme. 
 
"Kita tahu, di Bonjol ini salah satu pahlawan heroik lahir dan berjuang melawan penjajahan Belanda. Selain itu, acara ini suatu peristiwa kebudayaan yang luar biasa. Semoga piagam penghargaan yang kita berikan ini dapat mengangkat nama Kabupaten Pasaman dalam seni budaya nasional nantinya,” ungkapnya.
 
Sementara Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengatakan, ia memerintahkan setiap SOPD dan walinagari di kabupaten itu diminta mendatangkan Badia-Badia Batuang, dengan total sebanyak 1821. Angka itu dipilih sebagai peringatan perang Paderi.
 
“Ini tidak hanya sekedar pecahkan rekor, tapi juga untuk mengenang perjuangan Tuanku Imam Bonjol, jangan sampai perjuangan pahlawan kita ini dilupakan,” kata Yusuf Lubis, bupati Pasaman.
 
Dikatakan, pergelaran meriam bambu ini merupakan upaya pemerintah dalam hal pelestarian seni budaya di daerah itu. Meriam bambu atau badia-badia batuang sudah ada sejak zaman dahulu. (h/yud)
 
 
Editor: Rivo Septi Andries


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,14 Maret 2017 - 20:32:42 WIB

    Senjata Makan Tuan, Sudirman Tewas Terkena Badia Lansa Sendiri

    Senjata Makan Tuan, Sudirman Tewas Terkena Badia Lansa Sendiri AGAM, HARIANHALUAN.COM-- Senjata makan tuan, pribahasa ini mungkin dialami Sudirman St Nagari (42) warga Silayang Ilia Jorong Parik Panjang Nagari Lubuk Basung Kecamatan Lubuk Basung. Betapa tidak tewas terkena badia balansa .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM