Parah! Dilepaskan Polisi, Terduga Maling di Padang Serang Balik Warga


Sabtu,15 Juli 2017 - 11:54:03 WIB
Reporter : Tim Redaksi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Terduga pencurian telepon genggam di Jalan Bandes Surau Balai, Kecamatan Kuranji yang dibebaskan oleh Polsek Kuranji karena kecilnya nilai barang bukti (bb) kembali membuat rusuh.

Pasalnya, pelaku yang diketahui berinisial R warga Karang Ganting, Kecamatan Kuranji ini nekad melakukan aksi balasan ke lokasi tempat ia melakukan aksi pencurian di sebuah kos-kosan laki-laki, dengan cara menyerang beberapa warga yang dianggapnya ikut mengamankannya saat tertangkap basah mencuri.
 
Akibat perbuatannya tersebut, seorang perempuan yang tengah hamil lima bulan nyaris mengalami keguguran akibat ketakutan diserang oleh pelaku dan seorang rekannya yang belum diketahui identitasnya tersebut. Korban diketahui bernama Winni Aptanidia (22), warga jalan Bandes Surau Balai, nomor 37 RT 01 RW 04, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji.
 
Belakangan diketahui, Winni merupakan istri dari Irwanda Saputra (24), Jurnalis salah satu harian di Sumatera Barat. Kepada sejumlah awak media, Irwan, begitu dirinya kerap dipanggil mengatakan bahwa dirinya menduga kuat aksi penyerangan tersebut diduga kuat akibat ditangkapnya pelaku R dalam aksi pencurian yang terjadi pada Rabu (12/7) malam.
 
"Warga sempat mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolsek Kuranji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, namun yang terjadi sesampainya di Mapolsek, pelaku ini dibebaskan lantaran barang bukti (bb) yang terlalu kecil dan pelaku tidak bisa diproses lebih lanjut. Namun, akibat yang dtimbulkan, saya dan istri yang baru saja datang dari luar nyaris dipukuli menggunakan benda tumpul. Saya yang berusaha menyelamatkan sang istri membuatnya terjatuh, dimana Winni sendiri tengah hamil," sebutnya.
 
Tidak terima, Irwan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kapolresta Padang, Kombes Chairul Aziz dan Kapolsek Kuranji, Kompol Hariyanto dan dirinya disarankan untuk segera membuat laporan ke Mapolsek Kuranji dengan nomor laporan : STBL/428/SUMBAR/RESTA/SEKTOR KURANJI tanggal 13 Juli 2017.
 
Kakak tertua dari Winni, Ade (31) kepada Haluan di Mapolsek Kuranji mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan tindakan kepolisian yang melepaskan begitu saja pelaku yang telah terbukti melakukan tindak pidana pencurian. Dirinya mengakui bahwa sudah melihat pelaku sebanyak tiga kali masuk ke kawasan tempat ia tinggal.
 
"Karena kita tidak merasa curiga, kita membiarkan saja, namun pelaku ini sering datang setiap tengah malam. Kita intai pergerakannya, ternyata pelaku nekad masuk ke sebuah kos-kosan pria dengan masuk lewat jendela dan berhasil mengambil sebuah telepon genggam. Warga kemudian menangkap pelaku. Pelaku sempat berkilah bahwa itu telepon genggam miliknya, kami tidak percaya kemudian memanggil penghuni kos dan salah seorang mahasiswa di kos tersebut mengklaim itu telepon genggam miliknya, ternyata terkunci dan dia tidak tahu kata sandinya," terang Ade.
 
Singkat cerita, pelaku dan korban diketahui berdamai dan korban sendiri diberikan uang sebanyak Rp250 ribu serta telepon genggamnya dikembalikan oleh keluarga korban. Hal tersebut yang baru diketahui oleh Ade selaku salah satu warga setelah mereka berdamai. "Bukankah jika pelaku pencurian masuk ke rumah warga melalui jendela pada malam hari sudah masuk dalam kategori pencurian dengan pemberatan (curat)?," tanya pria sulung di keluarga Winni tersebut.
 
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Kuranji, Kompol Harianto menyebut bahwa dirinya tidak bisa menahan pelaku pencurian dibawah Rp2,5 juta lantaran nilai barang bukti (bb) berupa telepon genggam jenis Samsung lipat hanya berniali Rp250 ribu. "Kita terganjal dengan Peraturan MA (Perma) yang menyatakan terdakwa seperti kasus di atas dilarang ditahan di penjara.

Perma tersebut berbunyi Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP. Jika sebelumnya yang disebut tindak pencurian ringan yang nilainya kurang dari Rp250, kini diubah menjadi Rp 2,5 juta.

"Dengan keluarnya Perma ini maka jika selama ini kasus pencurian seperti kasus yang melibatkan R tidak bisa dikenakan lagi pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa. Namun, kita kembali akan menangkap dirinya karena sudah melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap warga setempat usai dilepaskan," ucap Hari. (h/mg-adl)
 
 
Editor: Rivo Septi Andries


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM