“Saksi Berkeringat, Tri Septa Banyak Bilang Tidak Tahu”


Jumat,14 Juli 2017 - 11:14:17 WIB
Reporter : Tim Redaksi
“Saksi Berkeringat, Tri Septa Banyak Bilang Tidak Tahu” SIDANG BASKO--Tri Septa Riza, saksi pelapor perkara pemalsuan surat yang didakwakan kepada H Basrizal Koto saat di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (13/7). Dalam sidang tersebut ia mengaku banyak tidak tahu dan tidak ingat perihal materi yang dilaporkannya ke Polda Sumbar tahun 2011 lalu.

TRI Septa Riza, S Kom, MM, saksi kunci yang melaporkan tindak pidana pemalsuan surat yang diduga dilakukan terdakwa Basrizal Koto dalam penerbitan sertifikat HBG 200, 201 dan 205, terlihat berkeringat duduk di hadapan majelis hakim PN Padang, Kamis (13/7).

Berkali-kali, Manajer Aset PT KAI Divre Sumbar periode 2011-2014 itu, terdiam, lalu menjawab “tidak tahu”, “lupa”, “kira-kira” dan “mungkin” ketika menjawab Jaksa, Hakim dan Penasehat Hukum.

Berikut kutipan tanya jawab Jaksa, Hakim, PH dan Basrizal Koto dengan saksi Tri Septa Riza.

Hakim Sutedjo    :   Saudara saksi kenal dengan terdakwa Basrizal Koto? Apa ada hubungan  keluarga?

Saksi                   :  Kenal Pak Hakim. Tidak ada hubungan keluarga.

Hakim Sutedjo   :  Saudara Jaksa, silakan bertanya kepada saksi.  


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM

  

JPU Mulyadi

:

Saudara saksi Tri Septa, tadi saudara bilang bekerja di PT. KAI Sumbar apa namanya itu?

Saksi

:

Devisi Reginal 2 Sumbar

JPU Mulyadi

:

Sebagai apa?

Saksi

:

Sebangai Manager Aset

JPU Mulyadi

:

Anda sebagai Manager Aset di PT. KAI, apa hubunganya dengan terdakwa pada kasus ini?

Saksi

:

Jadi hubungan dengan terdakwa ini

JPU Mulyadi

:

Ya dengan Basrizal Koto (tegas Jaksa)

Saksi

:

Ooo… adanya pemakaian tanah kereta api oleh terdakwa ini

JPU Mulyadi

:

Itu pemakaian dalam bentuk apa?

Saksi

:

o…oo…

JPU Mulyadi

:

Apakah dalam bentuk pinjam atau sewa menyewa?

Saksi

:

Pada tahung 1994 ini ada sewa menyewa tanah antara PT. KAI dengan PT. Basko

JPU Mulyadi

:

Pada tahun 1994 ini PT. KAI siapa yang mewakili untuk melakukan perjanjian dengan PT. Basko?

Saksi

:

Pada tahun 1994 ini PT. KAI diwakili oleh Asmedi Asrin

JPU Mulyadi

:

Untuk PT. Basko diwakili oleh siapa?

Saksi

:

Pak Basrizal Koto

JPU Mulyadi

:

Apakah dalam perwakilan ini ditulis atau dibuatkan akta perjanjianya?

Saksi

:

Ada perjanjianya

JPU Mulyadi

:

Ada perjanjianya, secara tertulis?

Saksi

:

Ya

JPU Mulyadi

:

Perjanjian sewa menyewa ini, apakah saudara mengetahui berapa luas tanah yang disewakan ini?

Saksi

:

Lupa

JPU Mulyadi

:

Lupa luasnya?

Saksi

:

Ya

JPU Mulyadi

:

Kira-kira saja, berapa luasnya?

Saksi

:

2.300 M2- an lah pak

JPU Mulyadi

:

2.300 M2- an ya, berapa lama sewa dalam kesepakantan itu?

Saksi

:

Setahu saya 2 tahun 11 bulan lah pak

JPU Mulyadi

:

Berapa sewanya?

Saksi

:

Lupa saya pak

JPU Mulyadi

:

Lupa (jaksa mengulang jawaban saksi), menurut sepengetahuan saudara, sewa sudah dibayar, dari tahun 1994 itu?

Saksi

:

Menurut data yang ada semua telah dibayar

JPU Mulyadi

:

Semua dibayar dan tidak ada masalah?