Merajut Asa dari Rendo Songket


Rabu,12 Juli 2017 - 16:39:33 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Merajut Asa dari Rendo Songket Rendo Songket

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM—Tidak saja tenun songket Silungkang, ternyata usaha renda (rendo) songket mempunyai peluang usaha yang menjanjikan untuk menambah pendapatan ekonomi masyarakat Sawahlunto.

Rendo songket merupakan perkembangan usaha tenun songket Silungkang sebagai bentuk kreativitas dan inovasi songket. Upaya ini tak urung membawa berkah bagi warga yang mampu memadu padankan antar tenun songket dengan rendo. Hal ini tentu berdampak pada ekonomi masyarakat setempat.

Hal itu lah yang dilakukan warga dusun guguak balang Desa Talago Gunung Kecamatan Barangun, Kota Sawahlunto. Berawal dari 20 orang ibu rumah tangga yang dilatih keterampilan membuat rendo.

Salah satunya, Jumaidal (38). Ibu dua orang anak itu semakin yakin dengan usaha rendonya sebagai penopang ekonomi keluarga. Meski saat ini merendo songket masih menjadi usaha sampingan baginya, namun dia menargetkan usai Lebaran akan fokus ke usaha ini dan meninggalkan pekerjaanya sebelumnya.

"Awalnya saya melihat adik pandai merendo, timbul juga keinginan untuk belajar. Lebih kurang empat hari belajar, saya bisa membuat rendo sendiri," ungkapnya kepada Haluan.

Satu pasang motif rendo songket dihargai Rp135 ribu. Istri Yusmanto ini bisa menyelesaikannya pembuatan rendo itu dalam satu hari. Bisa dibayangkang jika sebagai usaha sampingan saja bisa mendatangkan rupiah. Apalgi jika ditekuni lagi atau difokuskan menjadi usaha utama.

“Untuk pemasarannya, rendo songket ini ditampung oleh toko tenun songket yang ada di kota tersebut, seperti Songket Aina, INJ, Ellen, Sogket, dan Tenun Jembatan Merah Silungkang,” katanya.

Sehingga pengrajin tidak terlalu pusing dengan hasil kerajinan yang dibuatnya itu. Terlebih jelang hari raya Idul Fitri, pesanan rendo songket mengalami peningkatan.

Bagi Jumaidal, sudah saatnya usaha rendo ini untuk lebih difokuskan. Namun yang menjadi kendala adalah masih tingginya biaya bahan baku rendo tersebut. Harga benangnya ada yang berkisar Rp40 ribu, Rp30 ribu dan Rp12 ribu per gulungnya. Termasuk alat untuk menggulung benang yang saat ini masih dilakukan secara manual.

"Dari sepasang rendo songket, bisa untung sekitar Rp80 ribu hingga Rp90 ribu, dalam satu hari," katanya.

Dibanding jika mengharapkan penghasilan dari bekerja sebagai tenaga kontrak kebersihan yang telah dijalaninya sejak 8 tahun lalu, dengan upah sekitar Rp1 juta sebulan, pekerjaan itu dirasa tidak cukup untuk kebutuhan hidup termasuk untuk biaya sekolah anak anaknya.

"Selain banyak kena perintah, sebagai tenaga kebersihan tentu butuh tenaga yang besar yang membuat badan ini sering terasa sakit atau pegal. Lain halnya dengan merendo, saya bisa lebih santai mengerjakannya, terlebih mengerjakannya di rumah sendiri, pekerjaan rumah juga bisa dikerjakan diwaktu bersamaan," sebutnya.

Untuk lebih mengembangkan usahanya, Jumaidal berharap bisa dibantu tambahan modal. Kepada pemerintahan desa, dirinya berharap untuk lebih diperhatikan lagi, sehingga produksi rendo songket yang dilbeli dengan Rendo Songket Talago Mandiri itu bisa lebih maju dan berkembang, serta dapat memotivasi ibu rumah tangga lainnya untuk menekuni usaha uni.

 

Menyikapi hal itu Kepala Desa Talago Gunung, Alfi Saputra menyebutkan, pihaknya telah menganggarkan bantuan dana Rp20 juta didalam APBDes untuk bantuan peningkatan ekonomi rumah tangga, salah satunya untuk usaha rendo songket ini. Alfi juga berharap, ibu rumah tangga yang selama ini tidak bekerja bisa bergabung untuk menekuni usaha rendo songket ini.

“Bagi yang berminat, kita akan fasilitasi pelatihan usaha rendo dan usaha lainnya, dengan harapan akan bisa meningkatkan pendapatan ekonomi warganya,” katanya. (h/rki)

 

 

Editor: Rivo Septi Andres


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM