Catatan Tentang Penjaga Muruah Minang di Perantauan (Bag-1)

Memaknai Jalan Pikir Dony Oskaria: Tentang Minang dan Perjuangan Mambangkik Batang Tarandam


Jumat,23 Juni 2017 - 17:50:33 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Memaknai Jalan Pikir Dony Oskaria: Tentang Minang dan Perjuangan Mambangkik Batang Tarandam Dony Oskaria

BERBINCANG dengan Dony Oskaria serupa membuka buku tebal yang penuh lembar-lembar harapan dan keinginan mengembalikan muruah ranah Minang seperti masa silam. Harapan tentang Minang yang jaya. Ranah yang berada di puncak tertinggi kemashyuran. Bukan serupa sekarang. Terkoyak-koyak. Terbungkuk dengan segala beban kepentingan yang menggerogoti pangkal langkahnya.

Tiga bulan belakangan, penulis intens berdiskusi dengan Dony Oskaria. Mengikuti langkahnya, serta berbagi ilmu dari satu lapak, ke lapak lainnya di pinggir jalanan di Kota Padang. Pada akhirnya, antara penulis dengannya sampai pada fase, dimana tak ada sekat untuk berbicara tentang segala buruk, dan baiknya sesuatu. Tak lagi sekadar seorang wartawan, dengan narasumber. Dari diskusi itulah penulis akhirnya menyimpulkan: Bagi Dony, Minangkabau bukan sekadar tanah asal. Tak pula dimaknai sebatas kampung halaman dimana ari-arinya terkubur.

Setiap berbincang, yang disampaikan Dony selalu tentang harapannya dan keinginannya untuk membawa Minangkabau ke puncak kejayaan. Memposisikan Minang ke tempat sepantasnya. Seolah, yang ada dipikirannya hanya Minang, Minang dan Minang. Dony ingin mambangkik batang tarandam. Mengembalikan pinang pada tampuknya. Saat semua tercapai, setiap anak Minang akan bisa menegakkan kepala dengan status keminangannya.

Lalu, bagaimana caranya? Menurut Dony banyak cara yang bisa dilakukan. Namun, hal utama, tentu saja mengubah jalur pikir masyarakat, dan pemerintah, tentang tujuan dan arti pembangunan sesungguhnya. Membangun ranah Minang, Sumbar, baginya tidak melulu harus fisik semata. Ada yang lebih hakiki dari itu, yakninya membangun peradaban. Membangun jiwa Minang yang merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan. Semuanya harus diseimbangkan. Sehebat apapun pembangunan fisik, tanpa dibarengi pembangunan spiritual, sama saja membuat gulai, tapi lupa menaburkan garam. Hambar.

Sekilas tentang Dony Oskaria. Putera Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar itu lahir tahun 1969 dan meraih gelar Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran Bandung dan gelar MBA dari Asian Institute of Management Philippine. Perjalanan hidup Dony Oskaria selalu lekat dengan perjuangan. Dari kelas 5 SD hingga menyelesaikan kuliahnya, itu sudah terpisah dari orangtua demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya berbagai kesulitan itu menempanya menjadi sosok yang tangguh hingga meraih sukses menjadi CEO di berbagai perusahaan CT Corp.

Rekam jejak Dony yang mengawali karier sebagai petugas layanan pelanggan di Bank Universal pada 1995 memang mengesankan. Dalam waktu singkat, dia meraih posisi puncak di berbagai perusahaan yang disinggahinya. Hingga akhirnya dia sukses memuncaki berbagai kursi kepemimpinan di CT Corp. Sekarang, dia memimpin di beberapa perusahaan CT Corp. Diantaranya sebagai CEO Trans Luxury Hotel Bandung, CEO Trans Resort Bali, CEO Trans Studio Bandung, CEO Trans Studio Makassar, CEO Trans Studio Mall Bandung, CEO Trans Studio Mall Makassar, CEO Grup Antavaya, dan CEO IBIS Bandung Trans Studio. Akhir 2014, ditunjuk sebagai Dewan Komisaris Garuda Indonesia. Dony juga menjadi dewan penasihat presiden bidang ekonomi dan industri di Komite Ekonomi dan Industri Nasional. Dia menduduki jabatan sebagai Ketua Kelompok Kerja untuk industri pariwisata yang bertanggung jawab mengembangkan industri pariwisata di Indonesia.

Namun, segala tanggung jawab kerja kerja yang dipikulnya, tidak membuat kecintaan Dony pada kampung halamannya pudar. Malahan, kian berlipat. Dony adalah orang pertama yang berdiri kala Minang disebut buruk oleh orang diperantauan. Telinganya panas, saat tanah yang dicintainya semati-matinya cinta dianggap sebagai tempat orang-orang yang tak mampu lagi bangkit dari kejayaan masa lalu. Dia tidak rela, orang Minang disebut sebagai orang yang hanya bisa menepuk dada akan kehebatan masa silam, tapi tak punya spirit untuk menjaga ritme kejayaan itu. Dia marah, walau hal itu tidak pula salah seutuhnya.

Doni adalah orang yang risau ketika


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin,08 Agustus 2016 - 03:50:17 WIB

    Memaknai Ulang Tahun Kota Padang

    PEMERINTAH dan warga Kota Padang Ahad kemarin (7/8), memperingati HUT Kota Padang yang ke-347. Puncak peringatan ditandai dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Padang..
  • Senin,02 Mei 2016 - 04:18:09 WIB

    Memaknai Hari Pendidikan

    Memaknai Hari Pendidikan Hari Pendidikan Na­sio­nal diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang dihormati se­bagai bapak pendidikan. Ki Hadjar Dewantara lahir dari keluarga kaya .
  • Senin,14 Maret 2016 - 03:28:47 WIB

    Memaknai Kewenangan Penahanan Oleh Polri

    Memaknai Kewenangan Penahanan Oleh Polri Salah satu kewenangan Polri dalam fungsi penegakan hukum pidana yang paling menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat adalah kewenangan penahanan. Sering muncul kesalahpahaman atau dugaan bahwa penahanan yang dilakukan o.
  • Selasa,22 Desember 2015 - 02:56:14 WIB

    Memaknai Hari Ibu

    Memaknai Hari Ibu Hari Ibu me­ru­pa­kan perayaan ter­ha­dap peran se­orang ibu dalam keluarga, baik untuk suami, anak, maupun lingkungan sosial. Dimana hari ibu dirayakan hampir diseluruh dunia dengan waktu yang berbeda-beda sesuai denga.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM