Kesulitan Ekonomi, Ibu Dua Anak Pilih Bunuh Diri Usai Berbuka


Selasa,20 Juni 2017 - 16:59:00 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kesulitan Ekonomi, Ibu Dua Anak Pilih Bunuh Diri Usai Berbuka Toni (adik korban) terlihat lemas dan termenung saat mengetahui dan menemani Jasad kakaknya Mona (ditutupi selimut) yang nekat menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri di kamar rumahnya karena faktor ekonomi, Senin (19/6) saat berada di klinik Avicena Kamang Baru untuk dibawa ke Kampung Halamannya di Kecamatan Koto VII. OGI

SIJUNJUNG,HALUAN— Warga Jorong Sei Tambang Kenagarian Kunangan Parik Rantang (Kunpar) Kecamatan Kamang Baru geger, seorang ibu  muda beranak dua yang diketahui bernama Mona (24) warga Tanjung Ampalu Kecamatan Koto VII ditemukan suaminya tewas tergantung di dalam kamar rumah kontrakan di Jorong , Senin (19/6) sekira pukul 19.00 wib. Korban diduga menghilangkan nyawanya dengan gantung diri menggunakan tali bekas ayunan setelah sebelumnya sempat berselisih paham dengan sang Suaminya.

Dari informasi yang diperoleh, kejadian tersebut bermula saat korban meminta sang suami untuk mengantarkan dirinya bersama dua orang anaknya untuk membeli makanan berbuka puasa di pasar “pabukoan”.  Setelah membeli beberapa makanan untuk menu berbuka puasa, korban bersama sang suami dan kedua anaknya itupun pulang kerumahnya di Jorong Sei Tambang Kenagarian Kunpar Kecamatan Kamang Baru.

Saat dalam perjalanan pulang kerumahnya, suami istri tersebut terlibat perbincangan satu sama lainnya dan menimbulkan selisih paham diantara keduanya sehingga terjadi perdebatan dalam perjalanan mereka tersebut dan diduga mengenai masalah ekonomi keluarga. Bahkan, permasalahan tersebut tak kunjung selesai hingga mereka tiba di rumah.

Setelah sempat cekcok dan  akhirnya terhenti setelah adzan maghrib berkumandang, sang suami korban pun berbuka puasa di ruangan tamu rumahnya sambil menonton TV bersama kedua orang anaknya tanpa menghiraukan sang istri yang berada di kamarnya setelah mengambil keranjang cucian di ruangan belakang. dimana pada saat itu korban terlihat masih jengel serta belum puas dengan hasil pembicaraan atau titik temu permasalahan diantara keduanya , begitu pun dengan sang suami yang terlihat masih menyembunyikan perasaan marahnya dengan hanya berdiam diri dan bermain bersama salah seorang orang anaknya tersebut.

Tak lama berselang, dalam hitungan menit terdengar suara benda jatuh dari dalam kamar, sang suami menduga bahwa suara tersebut berasal dari salah satu mainan yang diamainkan oleh anaknya yang paling kecil yang pada saat itu bersama sang ibunya didalam kamar. Namun, karena suara tersebut terdengar seperti suara benda keras, sang suami pun pergi mengecek ke dalam kamar tersebut dan mendapati anak bungsunya tersebut sedang bermain batu giling cabai dan lebih terkejutnya lagi dirinya mendapati kondisi sang istri di saat yang bersamaan tergantung di tali bekas ayunan anaknya yang telah lama tidak digunakan. Andi pun berteriak meminta tolong kepada para tetangga. Namun sayang, nyawa istrinya tersebut tak lagi bisa terselamatkan.

Kapolres Sijunjung AKBP Imran Amir S.IK,MH melalui Kapolsek Kamang Baru AKP Lazuardi yang dikonfirmasi terkait kejadian tersebut membenarkan dan pihaknya menerjunkan personil ke lokasi untuk melakukan olah TKP setelah mendapatkan laporan dari warga yang mengetahui kejadian tersebut.

“ Setelah kita mendapat laporan dari warga tentang kasus gantung diri, kita langsung menurunkan personil ke TKP untuk melakukan olah TKP dan melakukan visum oleh dokter serta meminta keterangan dari beberapa saksi termasuk sang suami korban, hasilnya diduga penyebab kasus gantung diri tersebut akibat sering adanya cekcok atau selisih paham fakotr ekonomi antara suami istri tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (20/5).

Lazuardi menambahkan bahwa dari keterangan saksi dan visum yang dilakukan oleh dokter, kasus tersebut memang murni kasus bunuh diri sesuai dengan ciri-ciri gantung diri. “ Kasus tersebut murni gantung diri, setelah dilakukan visum dan surat pernyataan dari pihak keluarga korban, jasad korban pun dibawa pihak keluarga ke Tanjung Ampalu untuk dimakamkan,” ucapnya.

Sementara itu, Andi suami korban menerangkan bahwa dirinya tidak menyangka kalau istrinya tersebut akan berbuat nekat seperti itu. “ Saya sungguh tak menyangka pak, istri saya bisa berbuat senekat itu,” ujarnya dengan nada sedih. (h/ogi)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM