Penangkaran Penyu di Pariaman Dikelola Provinsi, Pengunjung Tidak Dipungut Biaya


Minggu,18 Juni 2017 - 22:38:33 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Penangkaran Penyu di Pariaman Dikelola Provinsi, Pengunjung Tidak Dipungut Biaya Kondisi tukik di penangkaran di Desa Apar, Kota Pariaman, Minggu (18/6). TRISNALDI

PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM—Penangkaran Penyu di Desa Apar Kota Pariaman, masih menjadi ikon wisata oleh masyarakat meski pengelolannya beralih dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman ke Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sumbar. Namun, yang membedakan kini pengunjung yang datang tidak dipungut biaya (gratis).

 

Hal ini disampaikan petugas penangkaran, Kasteli kepada Harianhaluan.com, di lokasi penangkaran penyu, Minggu (18/6).  
    

Dijelaskannya, kegiatan di penangkaran tetap berjalan seperti biasa, seperti kedatangan kunjungan wisatawan, adopsi telur penyu, dan pembenahan lokasi secara rutinitas tetap berjalan.   

 

“Apalagi terhadap pelayanan edukasi, untuk wisatawan yang ingin mengetahui tentang penyu, laju terus. Kunjungan wisatawan pada hari biasa bisa mencapai 300 orang paling minim dan kalau musim libur sekolahan lebih banyak dari itu bahkan mencapai ribuan.
 

 

Dijelaskannya, sebelum peralihan kewenangan ke provinsi, masuk ke penyu membayar Rp5 ribu untuk dewasa dan Rp3 ribu anak-anak, kini tidak lagi.

 

“Masuk ke penangkaran penyu gratis karena belum ada peraturan daerahnya dari Provinsi Sumbar yang mengatur tentang pungutan masuk ke penangkaran penyu tersebut,” ungkapnya
 

Begitu juga dengan melepas penyu ke laut, kini tidak ada pungutan, hanya dengan membuat berita acara pelepasan anak penyu dan foto dokumentasi. Serta berita acara itu ditandatangani oleh wisatawan yang melepas anak penyu. 
 

Dari Januari sampai Juni 2017, lebih 3000 butir telur penyu yang diadopsi dari masyarakat dengan gantian jasa Rp3.000,- perbutir,  telur penyu itu diantar langsung masyarakat ke penangkaran.
 

Dari telur penyu yang diadopsi seterusnya masuk ke tempat inkubasi, bahkan  sudah ada yang menetas lebih kurang 1.000 butir  menjadi tukik dan sudah banyak pula dilpas ke laut. 
 

"Kegiatan di penangkaran penyu masih jalan seperti biasa,  seperti dikelola oleh pemko pariaman dulu", kata Kasteli yang akrab disapa Wawan tersebut menambahkan.(h/tri).

 

Editor: Rivo Septi Andries


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu,29 Juni 2016 - 05:25:14 WIB

    Jalan Ekowisata Penangkaran Penyu Mulai Diperbaiki

    Jalan Ekowisata Penangkaran Penyu Mulai Diperbaiki PARIAMAN, HALUAN — Jalan rabat beton dari sisi jembatan Mangguang me­nuju objek ekowisata pe­nangkaran penyu Kota Paria­man, yang amblas sejak dua bulan yang lalu, sejak se­minggu ini mulai diperbaiki oleh Dinas Pekerja.
  • Rabu,25 Mei 2016 - 04:41:15 WIB
    Jadi Ikon Kota Pariaman

    Lokasi Wisata di Penangkaran Penyu Ramai Pengunjung

    Lokasi Wisata di Penangkaran Penyu Ramai Pengunjung Pariaman, Haluan — Penangkaran Penyu Kota Pariaman semakin hari makin ramai dikunjungi pengunjung. Peningkatan terjadi 100% dengan rata-rata kunjungan perhari mencapai 500 orang. Pengunjung itu datang dari berbagai daerah..
  • Rabu,17 Februari 2016 - 03:11:55 WIB

    Monitoring Penangkaran Penyu Terus Dilakukan

    PARIAMAN, HALUAN — UPTD Kon­servasi Penangkaran Penyu Kota Pariaman, terus melakukan monitoring peneluran penyu dan habitatnya pada gugusan pulau yang ada di sekitar Pantai Kota tersebut..

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM