Dugaan Korupsi di Bank BPD Papua, BPK : Kerugian Capai Rp351 Miliar.

Mabes Polri


Jumat,16 Juni 2017 - 12:30:09 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Mabes Polri Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto menyatakan hal itu, usai menerima Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Prof. Dr. Eddy Mulyadi Soepardi di Gedung sementara Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta, Kamis (15/06).

 

JAKARTA, HARIANHALUAN—Bareskrim Mabes Polri meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan pemeriksaan investigatif atas dua kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua.

Hasilnya, negara jelas merugi atas aksi kejahatan korporasi ini. Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto menyatakan hal itu, usai menerima Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Prof. Dr. Eddy Mulyadi Soepardi di Gedung sementara Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta, Kamis (15/06).

Eddy mengungkapkan, kehadirannya hari ini ke Bareskrim Polri untuk memenuhi permintaan Bareskrim memerangi korupsi hingga kejahatan korporasi.

“Berdasarkan permintaan dari Bareskrim Polri, BPK melakukan pemeriksaan investigatif dalam rangka penghitungan kerugian negara (PKN) atas dua kasus tindak pidana korupsi terkait pemberian kredit pada BPD Papua,” ungkap Eddy.

“Ada dua kasus yang kami serahkan kepada Kabareskrim. Kasus pertama, penyimpangan dengan kerugian negara sebesar Rp. 270 Miliar, satunya lagi Rp. 89 Miliar. Total kurang lebih atas kasus ini negara merugi sebesar Rp. 351 Miliar. Data penghitungan kerugian negara ini yang akan digunakan juga oleh Bareskrim untuk pengungkapan kasus,” tambah Eddy.

Sementara itu, Ari Dono memaparkan, kasus ini terjadi pada periode 2013-2014 silam.

“Terindikasi terjadi penyimpangan dalam proses pemberian kredit kepada dua debitur yaitu PT. SBI dan PT. VS dari BPD Papua,” papar Ari.

Berdasarkan data yang dimilikinya, rincian penyimpangan lalu terjadi korupsi hingga menjadikan kasus ini sebagai kejahatan korporasi itu mulia dari penyimpangan pada tahap analisis dan persetujuan kredit, penyimpangan pada tahap pencairan kredit, dana pencairan kredit yang digunakan untuk kepentingan pribadi, pemberian restrukturisasi yang sebenarnya tidak memenuhi persyaratan dan peruntukan hingga berujung pada macetnya pembayaran kredit saat jatuh tempo.

Besarnya kerugian negara yaitu mencapai Rp. 351 Miliar, mau tidak mau mesti diambil langkah cepat menambalnya.

“Sudah ada beberapa langkah, beberapa aset juga sudah kita lelang. Misalnya saja 4 kapal yang di Surabaya, kita lelang. Kalau hanya sekedar disita, dibiarkan begitu saja di pelabuhan, justru memakan biaya besar karena menggunakan uang negara. Salah satu cost-nya pasti masuk dalam biaya pengeluaran pengamanan barang bukti. Jadi negara sudah rugi, malah negara kembali mengeluarkan uang, bukan sebaliknya,” kata Ari.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin,29 Mei 2017 - 17:37:04 WIB
    DIDUGA SEBARKAN UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL

    Pegawai Diniyah Putri Diciduk Mabes Polri

    Pegawai Diniyah Putri Diciduk Mabes Polri PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM — Jajaran Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Minggu (28/5) sore, menangkap Ahmad Rifa'i Pasra, seorang pegawai di Pondok Pesantr.
  • Senin,29 Mei 2017 - 10:06:38 WIB

    Soal Dokter Fiera, Mabes Polri Sebut Ada yang Coba Mengadu Domba

    Soal Dokter Fiera, Mabes Polri Sebut Ada yang Coba Mengadu Domba PADANG, HALUAN – Polemik status Facebook Fiera Lovita, seorang dokter di RSUD Solok, yang dianggap menyudutkan Habib Rizieq Shihab (HRS), kian viral dan jadi isu nasional. Bahkan, Mabes Polri juga ikut berkomentar dan menen.
  • Kamis,03 November 2016 - 17:51:41 WIB

    Mabes Polri Ungkap Penyelundupan Narkotika Dalam Kompresor Pembersih Kandang Ayam

    Mabes Polri Ungkap Penyelundupan Narkotika Dalam Kompresor Pembersih Kandang Ayam JAKARTA, HALUAN—Dua sindikat peredaran narkoba internasional berhasil diungkap Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Dengan digagalkannya sindikat tersebut, ratusan nyawa manusia berhasil diselamatkan. .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM