Dituntut 16 Tahun, PH Ajukan Pledoi Empat Terdakwa Sabu


Kamis,15 Juni 2017 - 11:44:49 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Dituntut 16 Tahun, PH Ajukan Pledoi Empat Terdakwa Sabu SIDANG NARKOTIKA -- Empat terdakwa kasus Narkotika, Ajokan Pledoi melalaui Penahsehat Hukumnya Eka Cs, di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (14/6) Yuhendra

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sidang lanjutan perkara narkotika jenis sabu-sabu seberat 24 gram, dengan empat terdakwa yakni Widharta Devri (28), Jelmia Rani (24), Shanti Rustam (42), dan Jhon Fadli (31), kembali digelaer dengan agenda pembelaan (pledoi) dari pihak terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukum (PH), Eka cs. 

 

Menurut  Eka, berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan, maka jelas menampakkan dan memperlihatkan dakwaan JPU tidak memiliki nilai pembuktian yang sempurna, sehingga kepada terdakwa tidak dapat dimintai pertanggung jawaban secara hukum karena tidak terpenuhi unsur-unsur dalam dakwaan primer.

 

"Kami menganggap keterangan di BAP direkayasa oleh pihak kepolisian supaya keempat terdakwa ditangkap. Sebab dari awal unsur padana tidak memenuhi seperti yang disebutkan Jaksa dalam pasal 114 KUHP ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata Eka Cs, dalam pembelaannya.

 

Terangnya, barang bukti narkoba bukan lah sabu melainkan sebuah bahan kimia yang dinamakan Tambi yang warnanya kekuningan mirip sabu. Namun, dari semula terdakwa sudah menjelaskan hal demikian tapi polisi tetap menangkapnya.

 

"Setelah diperiksa barang bukti, memang pada waktu itu petugas kepolisian membuktikan barang itu. Polisi menanyakan sabu jenis apa kepada terdakwa David. Ketika itu polisi menguji tapi rasanya tidak seperti sabu, karena membuat tenggorokan terasa sakit," sambung Eka.

 

PH menganggap, penangkapan terhadap terdakwa polisi terlalu memaksakan untuk melakukan penangkapan terhadap para terdakwa, karena barang bukti kabur. "Tuntutan 16 tahun tidaklah menunjukkan sifat keadilan, tanpa mempertimbangkan hal yang meringankan para terdakwa. Sebab para terdakwa telah mengakui semua perbuatannya dan tidak berbelit dan persidangan dan kami selaku PH meminta kepada hakim supaya membebaskan dari segala tuntutan jaksa," tungkasnya.

 

Menyikapi hal itu, sidang yang diketua oleh Ari Muladi dengan didampingi hakim anggota Agnes Sinaga dan Sri Hartati memberi kesempatan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iqbal untuk menjawab pledoi yang dibacakan pihak terdawa.

 

Kemudian pada dakwaan dijelaskan keempat terdakwa ditangkap pada tanggal 14 Oktober 2016 lalu di kawasan berberda. Sebelum para terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian. Polisi sempat berpura pura memesan sabu-sabu kepada terdakwa Widharta Devri. Terdakwa yang saat itu percaya kepada polisi yang sedang menyamar, langsung menyerahkan barang haram kepada polisi.

 

Pada saat itulah terdakwa ditangkap di halaman parkir Rumah Makan Sederhana atau di dekat jembatan GOR Agus Salim. Waktu ditangkap polisi menemukan dua bungkus narkotika jenis sabu-sabu di dalam mobil terdakwa. Tidak itu saja polisi juga menemukan dua terdakwa lainnya  yakninya terdakwa Jelmia Rani dan Jhon Fadli.

 

Saat diintrogasi oleh petugas,  terdakwa Widharta Devri mengaku barang haram itu didapat oleh terdakwa Shanti Rustam. Mendapat informasi tersebut, ketiga terdakwa dibawa oleh polisi ke rumah terdakwa Shanti Rustam di kawasan Alang Lawas, Kota Padang. Saat ditangkap,  polisi tidak menemukan sabu-sabu melainkan alat hisab.  Usai ditangkap dan digeledah keempat pelaku dibawa ke Polda Sumbar untuk menjalani proses hukum. (h/mg-hen)

 

Editor: Rivo Septi Andries

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu,14 Juni 2017 - 11:51:34 WIB

    Tiga Begundal Dituntut Berbeda

    Tiga Begundal Dituntut Berbeda PADANG, HARIANHALUAN.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tanti Taher, menuntut berbeda tiga begundal pencurian sepeda motor. Dua orang dituntut satu tahun penjara, satunya lagi, 1,5 tahun. Dalam aksinya, komplotan ini juga meluka.
  • Kamis,30 Maret 2017 - 14:29:49 WIB

    Tukang Jagal Kalumbuak Dituntut 20 Tahun

    PADANG, HALUAN – Hamzah Fajar Kelana, terdakwa dalam kasus pembunuhan yang menewaskan seorang pedagang lontong bernama Isniwarti, dituntut jaksa penuntut umum dengan hukuman 20 tahun penjara. Terdakwa dinilai telah sengaja .
  • Rabu,25 Januari 2017 - 10:46:18 WIB

    Curi Laptop, Pasutri Dituntut 2,5 Tahun

    Curi Laptop, Pasutri Dituntut 2,5 Tahun PADANG, HALUAN – Pasangan suami istri (Pasutri) Robby (33) dan Anggil (24), tersangka kasus pencurian barang elektronik jenis laptop, dituntut jaksa dengan kurungan 2 tahun dan enam bulan penjara. Jaksa menilai, keduanya te.
  • Rabu,16 November 2016 - 17:38:09 WIB

    ‘Bos Gula’ Dituntut Empat Tahun

    ‘Bos Gula’ Dituntut Empat Tahun PADANG, HALUAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa kasus peredaran gula tanpa label Standar Nasional Indonesia (SNI), Xaveriandy Sutanto, dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp1 miliar (subsidair 6 bulan).
  • Selasa,15 November 2016 - 21:07:42 WIB

    Pelaku Penistaan Agama 'Injak Alquran' di Pasbar Dituntut Jaksa Dua Tahun Penjara

    Pelaku Penistaan Agama 'Injak Alquran' di Pasbar Dituntut Jaksa Dua Tahun Penjara PASBAR,HALUAN – Masih ingat kasus penistaan agama di Pasaman Barat (Pasbar) dengan tersangka seorang remaja yang menginjak al quran?.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM