Lantai Lapuk dan Berkarat, Rajang Paguah Rusak Parah


Selasa,13 Juni 2017 - 12:53:19 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Lantai Lapuk dan Berkarat, Rajang Paguah Rusak Parah RUSAK PARAH – Terlihat kondisi rajang penghubung yang sudah dipenuhi dengan tambal sulam di atas Batang Mangor, Kampuang Apar-Paguah. Kondisi ini sangat membahyakan pengguna. TRISNALDI

 

PARIAMANHARIANHALUAN.COM - Rajang Kampuang Apa-Paguah, Kota Pariaman yang membentang diatas sungai Batang Mangor sepanjang 50 meter lebih, kini rusak parah. Sarana itu merupakan jalur penting bagi warga masyarakat setempat, terutama bagi pelajar. Rajang yang banyak dilalui anak sekolah dan masyarakat tersebut sudah rusak sejak lama.
 

Pantauan Haluan di lokasi, Minggu (11/6), terlihat lantai rajang sudah banyak yang patah-patah, berlubang ditambal sulam untuk bisa dilewati. Kondisi ini masih membahayakan bagi pengguna rajang. Pasalnya, bahaya masih tetap mengintai karena kondisi lantai papan dan besi bujur sebagai penahan lantai tampak sudah dimakan karat seperti keropos.
 

Selain itu, pengendara motor yang tengah melintas diatas jembatan tampak sangat hati-hati ketika melewati tambalan papan lantai yang sudah melapuk dengan cara menurunkan ke dua kakinya membantu agar kereta yang dikendarai tidak oleng dan rebah.
 

"Sudah ada warga yang jatuh di rajang ini karena kondisi lantainya yang berlubang-lubang. Untungnya, tidak terjun ke dalam sungai yang cukup tinggi jaraknya antara permukaan air dengan lantai rajang," kata Pendi, salah seorang warga yang sering berlalu lalang memanfaatkan sarana penghubung dari paguah ke Pariaman dan sebaliknya.
 

Lantai rajang yang rusak ada juga diperbaiki warga, namun kini sudah melapuk pula.

 

"Kondisi rajang ini kini sudah tidak layak, perlu perbaikan dari pihak terkait agar masyarakat yang menggunakanya tidak was-was lewat di rajang ini,” lanjutnya.
 

Hal hampir senada juga dituturkan Epi, warga lainnya. Menurutnya, rajang satu-satunya jalan pintas yang ramai digunakan masyarakat baik yang dari Paguah dan sekitarnya ke Koto Gadih dan Lubuak Ipuh.

 

Melewati rajang itu memperpendek jarak berkolo-kilo meter dari Kampuang Apar ke Paguah dan sekitarnya atau dari Koto Gadih, Lubuak Ipuh, kawasan Kabupaten Padang Pariaman ke Kampung Apar dan sekitarnya di Kota Pariaman, terutama bagi pelajar yang bersekolah di Pariaman seperti di SMA Negeri 3 misalnya termasuk sejumlah sekolah lain yang ada disekitar atau sebaliknya.
 

“Kami mohon ke pemerintah untuk dapat kiranya memperbaiki rajang yang rusak, karena termasuk urat nadi perhubungan bagi masyarakat dan pelajar,” lanjutnya.
 

Sementara, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Pariaman, Muliawan menjawab Haluan tentang rajang rusak itu mengaku akan segera memperbaikinya. “Paling tidak bulan Agustus ini sudah mulai dikerjakan. Kini masih dalam tahap proses kontrak,” pungkasnya. (h/tri)
 

 

Editor: Rivo Septi Andries

 

PARIAMANHARIANHALUAN.COM - Rajang Kampuang Apa-Paguah, Kota Pariaman yang membentang diatas sungai Batang Mangor sepanjang 50 meter lebih, kini rusak parah. Sarana itu merupakan jalur penting bagi warga masyarakat setempat, terutama bagi pelajar. Rajang yang banyak dilalui anak sekolah dan masyarakat tersebut sudah rusak sejak lama.
 

Pantauan Haluan di lokasi, Minggu (11/6), terlihat lantai rajang sudah banyak yang patah-patah, berlubang ditambal sulam untuk bisa dilewati. Kondisi ini masih membahayakan bagi pengguna rajang. Pasalnya, bahaya masih tetap mengintai karena kondisi lantai papan dan besi bujur sebagai penahan lantai tampak sudah dimakan karat seperti keropos.
 

Selain itu, pengendara motor yang tengah melintas diatas jembatan tampak sangat hati-hati ketika melewati tambalan papan lantai yang sudah melapuk dengan cara menurunkan ke dua kakinya membantu agar kereta yang dikendarai tidak oleng dan rebah.
 

"Sudah ada warga yang jatuh di rajang ini karena kondisi lantainya yang berlubang-lubang. Untungnya, tidak terjun ke dalam sungai yang cukup tinggi jaraknya antara permukaan air dengan lantai rajang," kata Pendi, salah seorang warga yang sering berlalu lalang memanfaatkan sarana penghubung dari paguah ke Pariaman dan sebaliknya.
 

Lantai rajang yang rusak ada juga diperbaiki warga, namun kini sudah melapuk pula.

 

"Kondisi rajang ini kini sudah tidak layak, perlu perbaikan dari pihak terkait agar masyarakat yang menggunakanya tidak was-was lewat di rajang ini,” lanjutnya.
 

Hal hampir senada juga dituturkan Epi, warga lainnya. Menurutnya, rajang satu-satunya jalan pintas yang ramai digunakan masyarakat baik yang dari Paguah dan sekitarnya ke Koto Gadih dan Lubuak Ipuh.

 

Melewati rajang itu memperpendek jarak berkolo-kilo meter dari Kampuang Apar ke Paguah dan sekitarnya atau dari Koto Gadih, Lubuak Ipuh, kawasan Kabupaten Padang Pariaman ke Kampung Apar dan sekitarnya di Kota Pariaman, terutama bagi pelajar yang bersekolah di Pariaman seperti di SMA Negeri 3 misalnya termasuk sejumlah sekolah lain yang ada disekitar atau sebaliknya.
 

“Kita mohon ke pemerintah untuk dapat kiranya memperbaiki rajang yang rusak, karena termasuk urat nadi perhubungan bagi masyarakat dan pelajar,” lanjutnya.
 

Sementara, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Pariaman, Muliawan menjawab Haluan tentang rajang rusak itu mengaku akan segera memperbaikinya. “Paling tidak bulan Agustus ini sudah mulai dikerjakan. Kini masih dalam tahap proses kontrak,” pungkasnya. (h/tri)
 

 

Editor: Rivo Septi Andries

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM