Pasien BPJS Ditanggung Penuh Pemerintah


Senin,12 Juni 2017 - 09:51:27 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pasien BPJS Ditanggung Penuh Pemerintah ilustrasi/IST

PAINAN, HALUAN - Anggota Komisi IX DPR RI, Suir Syam yang membidangi kesehatan dan ketenaga kerjaan mengatakan, pasien dari peserta BPJS ditanggung sepenuhnya pengobatan tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun. Artinya, pasien akan ditanggung oleh rumah sakit secara menyeluruh.

Menurutnya, bila ada pasien peserta BPJS yang mendapat perawatan di Rumah Sakit harus membeli obat, merupakan tindakan pidana karena sudah melanggar ketentuan yang telah disepakati. Artinya, untuk memperkaya diri namun orang lain dirugikan.

“Seharusnya rumah sakit harus mencarikan obat resep dokter dan jangan membebani pasien. Segala bentuk resep yang diberikan oleh dokter merupakan tanggung jawab penuh Rumah Sakit. Bagi masyarakat yang merasa dirugikan bisa menghubungi saya di nomor 081296915075,” ulasnya.

Bagi peserta BPJS yang terkena penyakit mendadak dan gawat, boleh langsung saja ke Rumah Sakit tanpa harus melalui Puskesmas. Hal tersebut disampaikan Suir Syam dalam kegiatan sosialiasasi Komonikasi, Informasi Edukasi (KIE) tentang obat terlarangyang diikuti sebanyak 512 orang dan dibuka oleh bupati diwakili Alfis Basyir di GOR H Zaini Zen Painan, Sabtu (10/6).

Masyarakat juga diimbau agar tidak mengkomsumsi makanan yang sudah kadarluarsa dan makanan yang berasal dari bahan pengawet seperti formalin, boraks, kornat kuning, bahan makanan yang dicampur dengan bahan kimia sangat berbahaya terhadap kesehatan. Berbagai jenis makanan yang dicapur bahan kimia jelas sangat berbahaya terhadap kesehatan serta  dapat memicu penyakit kanker yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Kepala Balai Pengobatan Obat dan Makanan (POM) Padang, Zukkifli mengatakan, masyarakat harus tetap waspada akan makanan yang tidak layak di komsumsi beredar di pasaran. Masyarakat harus lebih cerdas serta dapat memahami tentang makanan yang bisa dikomsumsi. Hal tersebut jelas terhindar dari bahan  pengawet yang berbahaya, seperti boraks yang merupakan senyawa kimia yang biasanya digunakan untuk pembuatan deterjen. 

Bupati Pessel, Hendrajoni diwakili Alfis Basyir mengatakan, penyalahgunaan bahan berbahaya dalam pangan disenyalir akibat kurangnya kepedulian masyarakat terhadap keamanan pangan, terutama pada pangan industri rumah tangga  dan pangan jajan anak sekolah, kemudian mudahnya masyarakat mendapatkan bahan berbahaya tersebut dengan harga relatif murah.

Faktor lain, produk ilegal dan produk palsu semakin banyak beredar dipasaran, termasuk produk obat dan makanan. Hal ini menjadi kekhawatiran yang tidak saja terhadap ekonomi, namun lebih pada kemanannya yang tidak terjamin. Maka kegiatan sosialiasasi ini sangat penting sebagai penambah wawasan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam keluarga, masyarakat dan lingkungannya agar terlindung dari segala bentuk  obat dan makanan yang dapat merusak kesehatan. (h/mjn)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM