Balita Tanpa Anus di Sawahlunto ini Akhirnya Dioperasi


Jumat,02 Juni 2017 - 09:52:16 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Balita Tanpa Anus di Sawahlunto ini Akhirnya Dioperasi Walikota dan Wakil Walikota beserta Forkopimda Sawahlunto saat mengujungi kediaman Haikal, balita yang terlahir tanpa anus yang saat ini membutuhkan pengobatan lanjutan karena belum sumbuh total, di Sungai Durian, Rabu (31/5). RIKI YUHERMAN

SAWAHLUNTO, HALUAN - Berkah Ramadan sangat dirasakan keluarga Hendro Gustian (33), warga Sungai Durian RT 01/RW 04 Desa Durian II, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto.

Ayah dari balita yang terlahir tanpa anus (atresia ani), Muhammad Haikal (4), itu menjadi pusat perhatian Pemerintah Kota Sawahlunto. Putra pertama Hendro Gustian dan Yuni Af sari (32), akan menjalani operasi untuk yang kelima kalinya. Kepastian itu didapat ketika Walikota Ali Yusuf didampingi Wakil Walikota Ismed beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sawahlunto mengunjungi kediaman keluarga muda itu, Rabu (331/5).

Harapan Haikal untuk mendapatkan kelanjutan perobatannya akhirnya dapat dilakukan, pemerintah kota akan melakukan pendampingan dan memberikan bantuan untuk proses operasi kelima yang direncanakan akan dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dalam waktu dekat ini.

"Ini sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban pemerintah untuk melayani masyarakatnya. Dan Alhamdulillah kita mendapat dukungan forkopimda yang juga memberikan bantuan," ungkap Wako Ali Yusuf.

Wako juga berharap kepada keluarga agar tetap sabar dan bersemangat demi kesembuhan Haikal, disisi lain tetap berdoa dan beribadah karena segala sesuatunya, termasuk kesembuhan tentu atas izin Allah.

Kita sebutnya, tidak mencari siapa yang salah dalam hal yang menimpa Haikal sehingga sampai saat ini belum hisa hidup normal, namun semua pihak bisa membantu, baik secara moril maupun materil sehingga Haikal bisa sembuh dan bisa hidup normal seperti anak lainnya.

Diketahui, anak pertama pasangan Hendro Gustian dan Yuni Af Sari terlahir tanpa anus. Hingga memasuki usia 4 tahun harus mengalami hidup yang tidak biasa seperti anak normal lainnya. Muhammad Haikal yang lahir 3 Juli 2013 tidak memiliki saluran buang air besar ketika berumur dua hari. Hingga saat ini Haikal sudah mengalami atau menjalani operasi sebanyak empat kali namun hingga saat ini Haikal belum sembuh.

Bahkan setelah operasi keempat yang dilakukan pada April 2017 lalu, kondisi buang air besarnya malah tidak lancar.

"Umur dua hari baru tahu tidak punya anus, lalu rujuk ke Rumah Sakit, M Jamil Padang, umur tiga hari operasi, satu bulan di Padang baru pulang, umur 15 bulan dilakukan operasi kedua, umur 2,5 tahun (2015) kembali operasi yang ketiga kalinya, namun hasilnya buang air besar juga belum lancar. Selanjutnya April 2017 dilakukan operasi keempat, namun tiga minggu pasca operasi bermasalah lagi, tidak bisa keluar air besar, pipis juga keluar dari anus, Haikal pun menangis menahan sakit ketika ingin buang air besar," ungkap bunda Haikal Yuni Af Sari kepada Haluan.

Haikal yang terlahir dari keluarga kecil yang masuk kategori kurang mampu, tinggal di rumah seadanya tanpa 4x6 meter tanpa ada pemisah kamar itu, saat ini tidak bisa mengkonsumsi makan layaknya anak normal lainnya, asupan makan hanya didapat melalui susu khusus. Setiap harinya mengeluhkan sakit karena tidak bisa buang air besar.

Keluarga Haikal berharap bantuan agar dapat melakukan peningkatan pelayanan pengobatan, bukannya tidak percaya, sebut Sari, karena sudah berulang kali ke rumah sakit yang menangani selama ini, namun belum juga ada kesembuhan yang diharapkan, malah saat ini kondisi kesehatan Haikal semakin menurun.

“Kasihannya Haikal tidak bisa makan hanya diberi asupan melalui minum susu. Kami sekeluarga sangat berterima kasih atas bantuan dari walikota dan jajarannya. Selama ini kami serasa sudah putus asa, bukannya tidak yakin dengan pengobatan yang sekarang, tapi kalau berobat lagi kesana takut dan trauma setelah melihat kondisi Haikal sekarang," ujarnya. (h/mg-rki)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,15 Maret 2016 - 02:58:25 WIB
    Tuntaskan PIN Polio

    Petugas Gelar Sweeping Bayi dan Balita

    SAWAHLUNTO, HALUAN — Pekan Imunisasi Nasional Polio berakhir, Selasa (15/3) (hari ini-red). dari target sasaran 6.184 bayi dan balita, hingga Senin (14/3) pagi, Kota Sawahlunto telah berhasil menuntaskan 84,3 persen target .
  • Senin,14 Maret 2016 - 03:23:38 WIB

    PIN Polio Targetkan 18.251 Balita

    PIN Polio Targetkan 18.251 Balita SOLSEL,HALUAN — Dinas Kesehatan (Din­kes) Solok Selatan (Solsel) menargetkan memberikan imunisasi kepada 18.251 balita, dalam pembukaan acara pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang dilak­sanakan di Ruang Te.
  • Kamis,10 Maret 2016 - 04:06:03 WIB

    51.123 Balita Target PIN Polio

    51.123 Balita  Target PIN Polio PASBAR, HALUAN — Sekitar 51.123 balita di Kabupaten Pasaman Barat ditargetkan mendapat pelayanan imunisasi polio pada kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2016..
  • Selasa,08 Maret 2016 - 03:07:46 WIB
    PIN Polio

    Sawahlunto Targetkan 6.250 Balita

    SAWAHLUNTO, HALUAN — Dinas Kese­hatan dan Sosial Sawahlunto mentargetkan 6.250 bayi dan balita, dalam Pekan Imu­nisasi Nasional Polio, yang akan digelar mulai 8 hingga 15 Maret secara nasional..
  • Senin,07 Maret 2016 - 03:37:41 WIB

    Pin Polio Sasar 5.332 Balita

    PADANGPANJANG, HALUAN—Walikota Padang Panjang Hendri Arnis melalui Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Yevi Maslinda mengimbau kepada masyarakat yang memiliki anak usia balita agar ikut Pekan Imunisasi Nasional.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM