Pedagang Pabukoan Diminta tak Pakai Formalin


Selasa,30 Mei 2017 - 10:33:09 WIB
Reporter : Tim Redaksi

PAYAKUMBUH, HALUAN – Pemerintah Kota Payakumbuh mengingatkan pedagangpabukoan atau sajian berbuka puasa agar jangan menggunakan zat berbahaya dalam jualannya. Jika kedapatan, sanksi berat sudah menanti.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Benni Warlis mengatakan, pihaknya mengingatkan pedagang tidak menggunakan zat berbahaya berupa pewarna, formalin, boraks atau bahan lainnya yang dapat membahayakan bagi pengonsumsinya.

Ia menambahkan pihaknya akan mengandeng Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumbar untuk melakukan pengawasan dan pengecekan sampel sejumlah menu makanan maupun minuman di kota itu. "Jadi kami akan kerjasamakan dengan BBPOM. Dalam waktu dekat mereka akan datang untuk melakukan pengecekan," lanjutnya.

Pengecekan atau uji sampel berbagai menu berbuka tersebut lansung dilakukan di Lokasi Pasar Pabukoan Kota Payakumbuh. Pihak BBPOM tersebut nantinya akan didampingi tim dari Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh.

Tim nantinya akan melakukan pengambilan sampel pada makanan-makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti cendol, atau makanan yang menggunakan pewarna, aneka bakso, dan jenis makanan lainnya. Ketika ada ditemukan menu berbuka atau iftar, maka pedagangnya akan lansung diberikan peringatan.

Pihaknya berharap dengan adanya pengawasan yang ketat itu, menu berbuka yang akan dikonsumsi masyarakat dapat dijamin sehat serta aman dari zat-zat membahayakan. Terakhir, masyarakat juga harus teliti dalam memilih menu berbuka yang sehat, bersih, dan memenuhi standard kesehatan.

Kepala BBPOM Sumbar, Zulkifli mengingatkan masyarakat di daerah itu untuk mewaspadai sajian berbuka puasa atau takjil yang berwarna mencolok agar terhindar dari makanan mengadung bahan pangan berbahaya. Menurutnya konsumen harus jeli dalam memilih sajian berbuka puasa, karena selama ini sering ditemukan iftar yang mengandung bahan berbahaya seperti Boraks dan Rhodamin B. "Terutama makanan yang berwarna mencolok," sebutnya.

Ia mengatakan makanan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya itu, diantaranya cendol seperti cendol delima mengandung zat pewarna Rhodamin B, kemudian rumput laut pada tahun sebelumnya ditemukan mengandung boraks. (h/ben)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,14 Februari 2017 - 08:53:47 WIB

    Siswa Keracunan, Polisi Buru Pedagang Tahu

    Siswa Keracunan, Polisi Buru Pedagang Tahu SOLOK, HALUAN -- Peristiwa keracunan jajanan bakso tahu yang mengakibatkan 28 murid SD 03 Pasar Baru, Cupak, Gunung Talang memasuki babak baru. Polisi setempat memberi perhatian atas peristiwa ini dan akan mencari pedagang ya.
  • Selasa,31 Januari 2017 - 11:50:52 WIB

    Pedagang Terima Bantuan Gerobak Kuliner

    SAWAHLUNTO, HALUAN - Setelah lebih dari setahun diajukan, Kementerian Perdagangan RI mengabulkan permintaan gerobak kuliner oleh Pemerintah Sawahlunto. Dari 150 permintaan yang diajukan, kementerian memberikan 50 unit gerobak.
  • Selasa,04 Oktober 2016 - 00:59:44 WIB

    Reklamasi danau singkarak Dihentikan, Lokasi Timbunan Diisi Pedagang

    Reklamasi danau singkarak Dihentikan, Lokasi Timbunan Diisi Pedagang SINGKARAK, HALUAN — Sejak proses reklamasi Danau Singkarak dihentikan pemerintah daerah, mayarakat memanfaatkan lokasi ini untuk berjualan yang dimulai Sabtu (24/9), usai aktivitas penimbunan dihentikan. Lokasi yang dulunya.
  • Rabu,24 Agustus 2016 - 03:48:07 WIB

    149 Pedagang Setuju Bangun Kembali Pasar Pariaman

    PARIAMAN, HALUAN — Sebanyak 149 pedagang dan pemilik kios di Pasar Pariaman menyatakan sepakat pem­bangunan kembali Pasar Pari­aman. Hal ini disampaikan dalam sebuah rapat lanjutan pembangunan pasar di lantai II Kantor .
  • Jumat,22 Juli 2016 - 02:40:04 WIB

    Tagih Janji Pemko, Pedagang Minta Jalan Lingkar Dikosongkan

    Tagih Janji Pemko, Pedagang Minta Jalan Lingkar Dikosongkan SOLOK, HALUAN — Se­jumlah pedagang dan sopir angkutan menagih janji Wakil Walikota Solok untuk me­ngosongkan kembali jalan lingkar Koto Panjang-Pasar Solok dari aktifitas Pedagang Kreatif Lapangan (PKL). Sehingga jalan l.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM