PEMKAB SOLSEL

Membumikan 1.000 Rumah Gadang


Senin,22 Mei 2017 - 08:11:52 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Membumikan 1.000 Rumah Gadang Saldi Isra bersama Ardinof Chaniago dan Pegiat Wisata, Nofrins Napilus, ketika berkunjung ke Saribu Rumah Gadang. IST

SOLOK SELATAN,HALUAN -- Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) Solok Selatan (Solsel) kian bersolek. Tak tanggung-tanggung, di 2017 Pemerintah Kabupaten Solsel menggelontorkan Rp10 miliar untuk pembenahan kawasan wisata adat dan budaya itu.

 

Apalagi, kawasan yang menjadi ikon wisata daerah ini semakin dikenal seantaro jagad raya ini. Kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara kian hari selalu menunjukkan trend positif.

 

Terletak sekitar 155 km dari pusat Kota Padang dengan menempuh 3,5 jam perjalanan, tepatnya di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Solsel, ada ratusan rumah gadang dikawasan itu yang masih terwat dan sekitar 20an dijadikan homestay bagi pengunjung yang ingin menikmati sensasi menginap. 

 

Kawasan SRG diusulkan sebagai salah satu kampung adat tradsional terpopuler dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017. Bahkan, Jumat  (19/5)  filem pendek kawasan SRG menjadi juara pertama dalam lomba kompetisi Pariwisata Indonesia ke-8 di Bandung. Filem pendek tersebut hasil karya Tim Awak Badunsanak yang terdiri dari tujuh orang mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Putra Indonesia (UPI) Padang.

 

Bupati Solsel, Muzni Zakaria, saat bertandang ke Kantor Harian Haluan Kamis (4/5), sore, mengatakan, saat ini Pemkab Solsel tengah fokus untuk membumikan kembali wisata 1.000 Rumah Gadang. Bahkan Pemkab Solsel telah menyiapkan budget khusus untuk kembali membangkitkan roh pariwisata Solsel melalui 1.000 Rumah Gadang.

 

“Kalau 1.000 Rumah Gadang ini sudah kita bumikan lagi maka yang lainnya juga akan mengikut saja, seperti air terjun, pemandian air panas, dan beberapa destinasi wisata lainnya,” ujarnya di depan Pimpinan Umum (PU) Harian Haluan, Zul Effendi, Pimpinan Perusahaan (PP), David Ramadian, Pempinan Redaksi (Pimred), Ismet Fanny, Penangguangjawab Minggu, Rakhmatul Akbar, Rivo Septi Andreas, dan Kabag Iklan, Yunasbi di ruang pertemuan Harian Haluan belum lama ini.

 

Memang, keberadaan SRG sudah mulai dilirik di tingkat nasional sebagai salah satu cagar budaya yang mewakili Sumatera Barat (Sumbar). "Anggaran Rp 10 miliar untuk pembenahan SRG meliputi beragam sektor tidak hanya di Dinas Pariwisata dan Budaya Solsel saja telah kami siap," tambah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solsel, Budiman, Kamis (18/5).

 

Beberapa sektor terkait itu, imbunya seperti sektor inftrastruktur, kesehatan, budaya, Usaha Kecil Mengenah (UKM), perdagangan, promosi, dan sektor pemberdayaan masyarakat sekitar. "Hal ini melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, yakni Dinas PU, Koperindag, Kesehatan dan Dinas Pariwisata Kebudayaan," katanya.

 

Untuk pembangunan Gerbang SRG tahun ini dialokasiakan Rp2 miliar. Disamping itu, adapula pembangunan panggung kesenian, toilet, dan pembenahan kios-kios. “Kami sangat menikmati keindahan alam serta sensasi heritage di SRG. Agenda yang menginap satu malam terasa kurang. Sebagian rombongan ingin nambah semalam lagi, tapi sebagian ada yang bekerja besok (Senin, red). Makanya, kita agendakan saja dilain waktu,” kata Ketua PSF Riau dan Jambi, Sutarno, pada Haluan ketika mengunjungi SRG.

 

Bahkan, isteri Walikota Jakarta Selatan, Hartati Tri Kurniadi, juga ikut menikmati sensasi menginap di SRG. Kedatangan isteri orang nomor satu di Jakarta Selatan ke Solsel dalam rangka ‘Family Gathering’ para ibu-ibu PKK Jakarta Selatan sebanyak 42 orang.”Sangat menarik, ini pengalaman yang sangat berkesan bagi kami dan beda,” kata Hartati.

 

Selama di kawasan SRG rombongan disambut dengan kesenian dan budaya khas Solsel. Seperti, kesenian pupuik sarunai dan makan bajamba. “Saat makan bajamba itu, kami seakan merasa sebagai tamu agung. Makanan sebanyak itu digelar di sepanjang ruangan rumah gadang, biasanya kita makan kan diatas meja,” ungkapnya.

 

Menurutnya, pengalaman di SRG sangat jarang ditemui dan perlu untuk dilestarikan. ”Biasanya kami menjumpai rumah bagonjong hanya di Taman Mini tapi di sini ada ratusan rumah gadang yang masih alami di satu kawasan,” tambahnya.

 

Asisten II Sekdakab Solsel, Epli Rahmat mengharapkan kesadaran masyarakat sekitar SRG dalam menciptakan sapta pesona indonesia. "Pemkab Solsel sudah komit untuk membenahi SRG tinggal lagi kesadaran masyarakat untuk menciptakan suasa aman, bersih dan ramah bagi pengunjung,"ungkapnya.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,12 April 2016 - 02:54:01 WIB

    Membumikan Permainan Tradisional Anak

    Membumikan Permainan Tradisional Anak Bercucuran peluh dan sesekali menyekanya dengan tangan, Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf tampak begitu menikmati permainan tali, yang diikutinya bersama beberapa pelajar sekolah dasar, di Lapangan Sepakbola Ombilin Sawahlunto, .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM