Ada Sekolah Senilai Rp9,8 M di Tengah Kebun Sawit Pasbar


Sabtu,20 Mei 2017 - 13:59:48 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Ada Sekolah Senilai Rp9,8 M di Tengah Kebun Sawit Pasbar

PADANG, HALUAN – Salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang perkebunan Wilmar Internasional menunjukkan komitmennya untuk menjalankan kewajibannya pada program Coorporate Social Responsility (CSR). Sejumlah program tanggung jawab social dikemas dengan sangat baik, terutama program pendidikan. Mereka membangun dua sekolah yang nilainya lebih dari Rp15 miliar di Pasaman Barat dan Solok Selatan.

Hal itu terungkap dalam pertemuan di Guest House salah satu anak perusahaan Wilmar, PT AMP di Kecamatan Palembayan, Agam, tengah pekan ini.

Pada pertemuan tersebut, Head Plantations Wilmar Indonesia, Gurcharan Singh menyebutkan, sekolah yang mereka bangun tersebut murni dikelola pihaknya. Di Pasaman Barat, kata Gurcharan, pihaknya menghabiskan dana hingga Rp 9,8 M untuk membangun sekolah bagi 615 siswa yang mengeyam pendidikan dari tingkat TK, SD dan SMP di satu komplek sekolah itu.

“Sekolah itu berada di dalam lahan perkebunan sawit yang dikelola PT Gersindo. 75-80 persen siswa yang sekolah adalah anak-anak karyawan kami. Siswanya, adalah anak-anak dari masyarakat sekitar,”kata Gurcharan yang didampingi GM Wilmar Grup Region Sumatera I, Low Kim Seng, AGM Sumbar, Jeffry Gugkang, Coorporate Secretary, Johannes dan staff Wilmar di wilayah Agam dan Pasaman Barat.

Keberadaan sekolah ini sendiri sudah ada sejak tahun 1995 silam. Saat itu, kondisinya tentu masih apa adanya. Namun, sejak tahun 2014 silam, Gurcharan yang baru pulang dari lawatan ke China, melakukan renovasi terhadap sekolah binaan mereka yang berada di wilayah perkebunan mereka di Pasaman Barat (Pasbar) dan Solok Selatan (Solsel).

“Sepulang dari lawatan ke China, saya mendapat inspirasi untuk melakukan hal serupa di sini (Pasbar dan Solsel). Seluruhnya saya adopsi. Dari awal pembangunan hingga metode pengelolaannya. Hal ini jadi komitmen kami terhadap dunia pendidikan, termasuk merawatnya,”katanya.

Sejak awal, kata pria yang lama berkiprah di kebun Sawit di Sumbar ini, ia langsung turun bersama staff untuk mengawasi pembangunan. Seluruh pembangunan sekolah ini dikerjakan kontraktor lokal dengan tetap berada dalam pengawasan dan pelatihan Wilmar. Selain itu, desain dan konstruksi langsung dipegang perusahaan.

Selain itu, Wilmar juga terlibat langsung dalam menjaga keberlangsungan sekolah tersebut secara berkelanjutan. Maka, Wilmar pun membantuk tim khusus melalui yayasan Bina Agro Minang (BAM) yang terdiri dari karyawan untuk menjadi relawan.  Sementara, untuk tenaga pengajar, kami seleksi melalui tahapan yang ketat. Ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pendidikan yang dikelola Wilmar.

“Ini yang membedakan program CSR kami dengan perusahaan-perusahaan lain.Kami menyebutnya Hi Quality CSR (CSR Kualitas Tinggi)," ucapnya.

Saat meninjau sekolah ini, layout nya sangat tertata rapi. Posisi gedung yang terdiri dari 22 ruang kelas untuk TK, SD dan SMP ditambah fasilitas pendukung lain seperti ruang laboratorium IPA dan Komputer, ruang pertemuan yang sangat representative serta kantin, dibentuk letter U. Di tengah, ada lapangan upacara yang dilingkar dengan jalan lingkar dengan dasar beton yang dicat merah. Jalan lingkar ini, menjadi akses ke seluruh depan ruangan.

Selain itu, sekolah ini juga punya ruang kesenian yang tidak hanya mempelajari tentang kenenian umum tapi juga kesenian lokal yang merupakan budaya Minang hingga marching band.

Untuk memberikan kenyamanan siswa, perusahaan tersebut juga menyediakan bus sekolah yang bertugas untuk menjemput dan mengantar anak sekolah.

Ditanya tentang sekolah di Solsel yang berada di tengah perkebunan sawit PT KSI, Gurcharan mengatakan, sekolah di lokasi ini lebih kecil dibanding di Pasaman Barat. Proses pembangunannya, sama-sama dimulai tahun 2014 untuk sekolah tingkatan TK dan SD. Sedangkan SMP, ia menyebut akan dibangun segera.

“Di sana (Solsel) kami menghabiskan anggaran hingga Rp6 miliar lebih untuk membangun gedung TK dan SD serta seluruh fasilitasnya,sebutnya.

Ditambahkan GM Region Sumatera I, Low Kim Seng, pihaknya mengucurkan dana tetap hingga Rp75 juta untuk operasional sekolah di Pasbar ini, termasuk gaji para guru yang juga kami beri fasilitas tempat tinggal bagi tujuh guru yang berasal dari luar Pasbar. Total, ada 37 pengajar yang mengabdi di sekolah binaan Yayasan BAM ini

“Itu belum termasuk jika ada kegiatan non rutin, semisal ada siswa yang ikut lomba. Artinya, dalam satu tahun, bisa jadi dana yang kami keluarkan untuk operasional tiga sekolah ini dalam satu tahun hampir mencapai Rp1 miliar. Sementara, di Solok Selatan, saya tak ingat detailnya,”kata Low Kim Seng lagi.

Corporate Secretary Wilmar Group Indonesia Johanes menambahkan mereka tidak hanya fokus pada keuntungan bisnis, tapi juga berupaya memberdayakan masyarakat lokal melalui peningkatan pendidikan dengan membangun sekolah yang disertai dengan tempat ibadah. (h/mat)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu,19 Juli 2017 - 11:18:02 WIB

    Orang Minang Dianggap Lupa Beradaptasi

    Orang Minang Dianggap Lupa Beradaptasi PADANG, HARIANHALUAN.COM—Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menilai orang Minang tertinggal di pentas nasional karena melupakan pasar, pendidikan, dan surau. Sejumlah tokoh di Sumatera Barat menanggapi dan menerjemahkan penilaian.
  • Senin,17 Juli 2017 - 00:09:56 WIB

    Anies-Sandi ke Padang, Alumni 212 Sumbar: Ini Merupakan Silaturahmi

    Anies-Sandi ke Padang, Alumni 212 Sumbar: Ini Merupakan Silaturahmi PADANG, HARIANHALUAN.COM—Alumni 212, yang mendemo Ahok pada 2 Desember 2012 berkaitan dengan kasus penistaan agama, menggelar kegiatan dalam rangka mensyukuri kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta..
  • Kamis,13 Juli 2017 - 18:28:47 WIB

    Sultan Pagaruyung: Cerita Adu Kerbau Adalah Bohong, dan Perlu Diluruskan

    Sultan Pagaruyung: Cerita Adu Kerbau Adalah Bohong, dan Perlu Diluruskan TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM—Sultan Pagaruyung, Muhammmad Taufik sebut cerita Adu kerbau merupakan cerita bohong. Hal tersebut berlandaskan logika dan sejarah asal usul nama Minangkabau sebenarnya yang berasal dari bahasa .
  • Rabu,12 Juli 2017 - 10:34:28 WIB

    Garuda akan Buka Rute Padang - Jeddah

    Garuda akan Buka Rute Padang - Jeddah PADANG, HALUAN - Kabar gembira datang dari Garuda Indonesia. Maskapai plat merah itu akan segera melayani penerbangan charter regular tujuan Jeddah pada November 2017..
  • Kamis,06 Juli 2017 - 12:09:08 WIB

    Cuaca Berubah, BPBD Ajak Warga Waspada

    Cuaca Berubah, BPBD Ajak Warga Waspada PADANG, HARIANHALUAN.COM –Jelang Juli 2017, iklim di Sumbar biasanya sudah kering, tapi akan bergeser menjadi musim basah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi. Hal ini terpantau dengan terbentuknya pola-pola siklonik .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM