KAPTEN (ARH) HERU BAHYU DIMAKAMKAN DI TMP KUSUMA NEGARA PADANG

“Anak Ibu, Masuk Surgo lah Nak”


Jumat,19 Mei 2017 - 11:10:51 WIB
Reporter : Tim Redaksi
“Anak Ibu, Masuk Surgo lah Nak” PEMAKAMAN KAPATEN HERU BAHYU—YonaTristiana di depan kuburan suaminya Kapten (Arh) Heru Bahyu di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara, Padang, Kamis (18/5). Heru menjadi korban kecelakaan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Natuna, Kepuluan Riau. RIVO SEPTI ANDRIES
Dikatakan Bahri, sebelum kejadian, Heru Bahyu tinggal di asrama militer di Jakarta, dan baru saja pulang bulan lalu, saat merayakan ulang tahun kedua anak pertamanya. “Anak almarhum dua orang, yang pertama umur 2 tahun, anak kedua baru enam bulan. Selama ini, almarhum dikenal sebagai orang baik. Baik dalam pendidikan, baik dalam bergaul. Tapi, mau bagaimana lagi, sudah takdir Tuhan. Takdir almarhum memang di tangan Tuhan,” tambah Bahri.

 

Yogi, adik kandung Kapten Heru Bahyu mengaku tidak punya firasat aneh sesaat sebelum kepergian saudaranya tersebut. Menurut Yogi, terakhir komunikasi 4 hari lalu, saat itu ia tak ada firasat atau tanda-tanda agak lain, semua seperti biasa, mungkin ini kuasa Illahi.

 

"Saya masih sempat menghubungi dia, karena saya juga tinggal di Jakarta, tidak jauh dari kediamannya. Kami membicarakan masalah bisnis, karena saya memiliki usaha di Jakarta dan bercerita layaknya adik dan kakak. Setelah itu, kemarin lusa saya dikabari bahwa sang kakak tewas akibat ledakan meriam yang mengenai dirinya hingga tewas. Hal tersebut yang membuat saya terkejut," ucapnya.

 

Lulusan Akademi Militer (Akmil) 2008 itu merupakan sosok yang dikenal baik oleh masyarakat. Semasa hidupnya, Kapten Heru dinilai sebagai sosok prajurit yang ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja. Tak heran, saat prosesi upacara pemakam berlangsung, selain keluarga dan karib kerabat, ratusan masyarakat juga ikut menghadiri prosesi pemakamannya hingga usai.

 

“Orangnya baik dan mudah bergaul. Kepergian Heru tentu menyisakan kesedihan bagi kami warga Taluak Balibih. Tak hanya keluarga dan kerabatnya merasa kehilangan atas kepergian Heru, namun semua yang pernah kenal merasakan kesedihan yang sangat mendalam,” ucap pelayat Arwan Yanto (43) yang juga hadir saat pemakaman berlangsung. Dia hanya bisa berdoa semoga alhmarhum mendapat tempat yang mulia dan semua keluarga yang ditinggalkan bisa tabah.

 

Ayah Heru, Bahri (59) menyebut bahwa dirinya sangat terpukul dengan kepergian anak yang dibanggakannya tersebut.

 

"Orang tua mana yang tidak terpukul dengan kepergian sang anak yang meninggal dengan cara seperti itu. Tapi yang namanya tugas, dia memiliki pimpinan tentu tugas itu harus dilaksanakan, apalagi ini tugas negara, kami semua merasa kehilangan," katanya pelan.

 

Tidak ketinggalan, sepupu Heru, Adek (25) kepada Haluan mengatakan dia terakhir bertemu dengan Heru sekitar dua tahun lalu saat hari raya Idul Fitri. "Setelah itu, saya tidak lagi bertemu dengan dirinya. Saya mengenal dia sebagai orang baik dan tidak pernah macam-macam. Setelah menikah sekitar 2011 silam, sekarang dia memiliki dua anak yang masih kecil. Selama bertugas sebagai Danraimer B Yonarhanud 1/1 Kostrad, dirinya tinggal di Jakarta, namun sang istri, Yona Kristiana tidak ikut. Dia menetap di Lubuk Alung," terang Adek.

 

Jenazah Kapten Heru Bahyu disemayamkan di rumah duka Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat sebelum dimakamkan di TMP Kusuma Negara Lolong, Padang. Almarhum Kapten (Arh) Heru Bahyu lulusan Akmil 2008, Jabatan terakhir, Danraimer B Yonarhanud 1/1 Kostrad, Serpong. Putra pertama dari dua bersaudara anak Bahri dan Marjuni kelahiran 6 Juli 1987.

 

Pemakaman secara militer dipimpin Kasi Log Korem 032/WBR Letkol Kavaleri Asep Solihin, beserta personil Korem 032 Wirabraja dan Kodim 0312 Padang. Dalam upacara tersebut Asep menyampaikan, gugurnya Kapten Heru adalah panggilan Yang Maha Kuasa. Dan semasa berdinas ia dikenal sebagai prajurit yang baik.

 

“Ini panggilan Yang Maha Kuasa, untuk itu agar kita semua bisa meningkatkan pengabdian dan ketaqwaan iman untuk bekal di alam baka nanti. Kapten Heru adalah prajurit yang baik, patuh dan tekun dalam menjalankan tugas. Hingga almarhum mendapat baberapa penghargaan yang patut kita teladani,” terang Asep.

 

Pantauan Haluan di TMP Kusuma Negara, terlihat sejumlah pejabat penting dari Korem 032/Wirabraja dan Kodim 0312/Padang, seperti Kasdim 0312/Padang, Mayor (Kav) Deswanto, Danramil 01 Padang Barat-Utara, Mayor Infanteri (Inf) Feri Handra.

 

Tidak ketinggalan juga juga hadir Kapolsek Kuranji, Kompol Harianto. Belakangan diketahui, Kompol Harianto merupakan teman dekat Heru Bahyu dan satu suku dengan korban, suku Piliang.

 

Terkait dengan kenaikan pangkat terhadap Kapten (Arh) Heru yang gugur dalam bertugas, Asep tidak memberikan komentar banyak. "Itu bukan wewenang saya soal kenaikan pangkat. Sejauh ini belum ada pembahasan ke sana," tuturnya.

 

Selamat Jalan Prajurit.  (h/yuh/mg-adl)

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM