KAPTEN (ARH) HERU BAHYU DIMAKAMKAN DI TMP KUSUMA NEGARA PADANG

“Anak Ibu, Masuk Surgo lah Nak”


Jumat,19 Mei 2017 - 11:10:51 WIB
Reporter : Tim Redaksi
“Anak Ibu, Masuk Surgo lah Nak” PEMAKAMAN KAPATEN HERU BAHYU—YonaTristiana di depan kuburan suaminya Kapten (Arh) Heru Bahyu di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara, Padang, Kamis (18/5). Heru menjadi korban kecelakaan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Natuna, Kepuluan Riau. RIVO SEPTI ANDRIES

 

 

“Heru anak ibuk masuk surgo lah nak.. doa Marjuni ibu dari Kapten (arh) Heru Bahyu di depan kuburan anaknya yang masih basah.

 

Hujan rintik-rintik yang turun dari langit Kota Padang sekitar pukul 12.00 WIB, menyambut kedatangan jenazah Kapten (Arh) Heru Bahyu di peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara, Kamis (18/5). 

 

Bendera setengah tiang di pintu masuk TMP ikut basah, seolah ikut meratapi kepergian salah satu putra terbaik Sumbar dengan jabatan terakhir Danraimer B Yonarhanud 1/1 Kostrad Serpong. Kapten Heru gugur dalam kecelakaan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Natuna, Kepulauan Riau.

 

Wangi bunga rampai menyeruak di tengah pemakaman para pahlawan dengan deretan helm baja itu, setelah sanak keluarga Heru menaburkannya di atas kuburan sang kapten. Tangan Marjuni (46) sang ibu dari Kapten Heru tak kuasa meraba tanah yang menggembur, seakan masih bisa meraba wajah anak pertamanya itu.

 

“Heru anak ibuk masuk surgo lah nak..” doa Marjuni  di depan kuburan anaknya yang masih basah.

 

Isak tangis mengiringi kepergian Kapten Heru Bahyu yang merupakan putra minng kelahiran Lubuk Alung itu, termasuk sang istri, Yonna Tristiana yang berjalan dipapah keluarga dan sanak famili, mengantar kepergian suaminya ke tempat peristirahatan terakhir.

 

Yonna dengan raut wajah sendu, sesekali terlihat mengusap pipinya yang basah karena air mata. Tangisnya pecah ketika foto sang suami diletakan di dekat kuburan. Sontak tangannya mengambil lalu mencium foto ayah dari dua orang anaknya.

 

Sebelumnya, Kapten Heru Bahyu terakhir kali pulang ke rumahnya di Taluak Balibih, Nagari Pungguang Kasiak, Lubuak Aluang pada bulan lalu, saat ulang tahun kedua anak pertamanya.

 

Ayah dari Kapten Heru, Bahri (59) mengungkapkan rasa kehilangan yang teramat dalam atas kepergian putra pertamanya itu. Namun, pihak keluarga hanya bisa berdoa, semoga Almarhum husnul khatimah, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah.

 

"Kami mendapatkan kabar duka sekitar 30 menit setelah kecelakaan. Terakhir kali kami komunikasi dengan anak kami melalui telepon genggam. Katanya sama saya, mau pergi latihan ke Natuna,” kata Bahri dengan raut wajah yang sabak.

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM