Sungai Nyalo, Desa Wisata dengan Perkembangan Tercepat


Senin,15 Mei 2017 - 11:18:47 WIB
Sungai Nyalo, Desa Wisata dengan Perkembangan Tercepat

PAINAN, HALUAN - Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, kembali menerima penghargaan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, sebagai kategori "Desa Wisata Dengan Perkembangan Tercepat" yang berada di Kenagarian Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pessel.

Award tersebut diserahkan secara simbolis oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putra Sandjojo, BSEE, MBA di Lapangan Kantin, Kota Bukittinggi, Sabtu (13/5) malam, sekitar pukul 21.00 Wib.

Untuk diketahui, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), memiliki 19 Kabupaten/Kota, namun penerima Award Desa Wisata hanya diwakili oleh dua kabupaten saja, yakni Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) sebagai kategori Desa Wisata Dengan Perkembangan Tercepat dan Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada Desa Madoba, sebagai kategori Desa Wisata Berbasis Adat.

Pada kesempatan itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putra Sandjojo, mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan itu, merupakan sebagai bentuk apresiasi dan dorongan dari pusat terhadap seluruh desa yang ada di Indonesia, karena telah mampu membawa kemajuan ekonomi masayarakat melalui perkembangan wisata pada masing-masing daerah tersebut.

"Pariwisata merupakan sektor yang paling mudah dan cepat untuk kita kembangkan, jika semua sudah tercapai, tentu akan cepat pula memajukan perekonomian masyarakatnya. Nah, ternyata di Indonesia Desa dan Bumdes mampu berprestasi dengan baik. Jadi, tidak benar jika masih ada yang ragu bahwa desa itu tidak mampu untuk berprestasi," ungkap Eko, saat memberikan kata sambutannya.

Sesuai dengan nawacita Presiden RI Joko Widodo, lanjut Eko, ada empat program unggulan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, untuk memajukan nagari dan desa agar dapat dijalankan dengan baik. Menurutnya, untuk mendorong kemajuan desa itu, masing-masing daerah akan diberikan anggaran tambahan dana desa kepada masing-masing desa/nagari sebesar Rp800 juta, untuk mendorong kemajuan pembangunan daerah masing-masing, melalui empat program unggulan tersebut.

"Justru itu, Pemerintah Pusat meminta agar setiap daerah mampu menciptakan 5000 desa tertinggal menjadi desa mandiri, dan 2000 desa berkembang dapat menjadi maju. Sebab, pada tahun sebelumnya, sebanyak 11.000 desa tertinggal telah menjadi desa berkembang, dan 7 ribu desa berkembang menjadi desa mandiri. Nah, kita harapkan hingga tahun 2019 mendatang, target tersebut bisa terlampaui sampai tiga kali lipat," harapnya saat itu.

Ditambahkannya, untuk kedepannya Indonesia harus terbebas dari desa tertinggal. Ia memberi contoh seperti Kabupaten Dompu, dulunya penduduk tersebut tidak ada yang bertanam jagung, namun melalui pengelolaan desa yang baik, akhirnya telah mampu memproduksi sebanyak 250 ton jagung setiap panen, dengan hasil yang diperoleh sekitar Rp750 miliar dalam setahun.

"Jika itu diterapkan di setiap daerah di seluruh Indonesia, maka akan ada 100 juta angkatan kerja dalam kurun waktu 10 tahun. Berarti desa akan mempunyai pendapatan sebanyak 200 triliun rupiah atau 2.400 triliun setiap satu tahun. Nah, jadi desa bisa sama dengan APBN Indonesia 2017," ucapnya dengan semangat.

Ditempat yang sama, Bupati Pessel Hendrajoni, sebagai penerima award Desa Wisata kategori Perkembangan Tercepat, menyatakan akan serius melakukan upaya dan kerja nyata terhadap seluruh Nagari yang ada di Pessel, agar bisa bangkit dari segala hal yang dianggap terpuruk dan tertinggal.

"Kita harus bangkit. Nagari Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, adalah sebagai contoh untuk daerah yang lain di Pesisir Selatan. Seluruh Nagari harus maju, dan Walinagarinya harus kita dorong untuk memajukan daerahnya masing-masing. Sebab, sesuai dengan instruksi dan nawacita Presiden Joko Widodo, bahwa membangun Indonesia itu, harus dimulai dari bawah Desa/Nagari," tegas Bupati Hendrajoni.

Empat program yang disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI saat itu, Bupati Hendrajoni mengaku siap dan sanggup untuk menjalankan program tersebut.

"Tidak ada yang tidak bisa, kita semua sanggup menjalankannya. Semua pihak harus saling bekerjasama dan saling berkoordinasi demi kemajuan Pessel, khususnya nagari-nagari," sebut Bupati.

Ketika ditanya soal segudang prestasi yang telah diraih oleh tangan dinginnya, Bupati Hendrajoni suatu hal yang biasa-biasa saja. Sebab, yang paling penting adalah bekerja dengan tulus dan ikhlas.

"Semua yang kita raih berkat dukungan semua pihak. Bukan usaha saya sendiri selaku Bupati. Intinya bekerjalah dengan baik, jujur, tukus dan ikhlas. Selebihnya biarlah Allah SWT yang menilai," tuturnya. 

Pada malam penyerahan Award Desa Wisata itu, ada empat Nagari di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) yang juga menerima penghargaan dan diberikan bantuan, masing-masingnya sebesar Rp50 juta untuk pengembangan Bumdes, diantaranya adalah Nagari Punggasan, Banda XI Pungasan, Kandis Pungasan, Nagari Air Haji, Kecamatan Linggosaribaganti.

Pada saat itu, juga diumumkan ada 10 penerima penghargaan Desa Wisata di Indonesia dengan berbagai kategori, diantaranya diraih oleh Wali Kota Bandung, Bupati Pelalawan Riau, Bupati Banyu Wangi, Jawa Timur, Bupati Gunung Kidul, Yogyakarta, Bupati Pesisir Selatan, Sumbar, Bupati Ende, NTT, Bupati Mentawai, Sumbar, Bupati Malang, Jawa Timur, Bupati Gianyar, Bali, dan Bupati Klaten, Jawa Tengah. (h/adv)

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM