WARGA PANTI MULAI RESAH

Pengeboran Gas Akan Picu Bencana


Senin,15 Mei 2017 - 02:20:15 WIB

PASAMAN, HALUAN - Sejumlah warga di Panti, Kabupaten Pasaman kini dibuat resah. Mereka khawatir upaya pengeboran bumi oleh pihak Badan Geologi Bandung hingga kedalaman ratusan meter dapat memicu terjadinya bencana di daerah itu. 

Hal itu diuangkapkan warga pada sejumlah media sosial, seperti Facebook. Lewat lini massa ini, mereka mengungkapkan rasa kekhawatirannya. Pengeboran yang tengah berlangsung, dalam rangka mengetahui tingkat landaian panas bumi di kawasan Rimbo Panti itu, selain merusak ekosistem juga dikhawatirkan dapat memicu bencana terjadi.

Seperti yang diungkapkan, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Indra Gunawan. Ia mengungkapkan, kegelisahannya. Pengeboran hingga kedalaman 700 meter dibawah tanah rentan bencana seperti yang melanda Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kita khawatir, bisa-bisa Rimbo Panti jadi seperti Sidoarjo dengan lumpur panasnya. Itu akibat pengeboran gas oleh pihak Lapindo Brantas. Jangan sampai itu terjadi disini (Rimbo Panti)," katanya. 

Ia pun meminta pemerintah setempat meninjau ulang kegiatan pengeboran survey panas bumi itu meski mengantongi izin dari kementerian terkait. Kekhawatirannya pun kian bertambah karena lokasi pengeboran berada persis dipinggir jalan raya.

"Di Rimbo Panti terdapat sumber air panas. Lagipun lokasinya sangat dekat dengan jalan lintas Sumatera dan kami berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman bisa meninjau ulang kegiatan pengeboran itu sebelum nanti ada bencana menimpa masyarakat," tuturnya.

Sementara Ketua DPD LSM Forum Peduli Bangsa Indonesia (Forbindo) Kabupaten Pasaman, Ahmad Husein Batubara, juga mendesak pemerintah setempat segera mengkaji ulang izin explorasi pengeboran panas bumi dikawasan itu. 

"Pemda harus kaji ulang izin explorasi pengeboran panas bumi di cagar alam Rimbo Panti. Di khawatirkan dapat merusak ekosistem alam dan dapat merusak kelestarian cagar alam Rimbo Panti," tukasnya. 

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Pasaman, Hasiholan Hutagalung mengatakan, kegiatan itu dalam rangka penelitian. Itu dilakukan oleh pemerintah pusat, dan dilaksanakan tim dari pusat sumber daya mineral, batubara dan panas bumi Badan Geologi Bandung. 

"Itu sebuah lembaga dibawah Kementerian ESDM. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat landaian panas bumi Panti, seberapa besar," jawabnya. 

Ia menambahkan, upaya penelitian itu nantinya akan diketahui seberapa besar tingkat panas buminya. Sehingga dapat diukur tingkat panasnya. Setelah itu diperoleh, nanti lubang pengeborannya akan ditutup kembali. 

"Dengan penelitian itu, kita tahu berapa sebenarnya tingkat panasnya, apakah layak atau tidak layak untuk dijadikan sumber energi listrik. Setelah selesai nantinya lubang pengeboran ditutup kembali. Tanpa penelitian itu, tentu kita tidak pernah tahu berapa potensi panas buminya," ungkapnya. 

Dikatakan, potensi energi panas bumi (Geothermal) di Rimbo Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, akan diketahui secara pasti, setelah kegiatan pengeboran oleh tim dari badan geologi Kementerian ESDM pusat itu dilakukan. 

"Rencananya pengeboran dilakukan pada kedalaman 700 meter. Tim bersama instansi terkait dan pihak kecamatan sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pemda hanya memfasilitasi sifatnya, tak lebih," tukas Holan.

Hasiholan mengatakan, potensi energi listrik panas bumi dilokasi itu, nanti akan digabung dengan potensi yang sama di Cubadak, Duokoto dan Simisuh, Nagari Padang Mentinggi, Rao. 

"Potensi panas bumi Panti, sebenarnya dianggap kurang memadai sehingga tidak profit dari segi bisnis. Makanya nanti potensi energi panas bumi Rimbo Panti ini akan digabung dengan potensi yang sama di Cubadak, Duokoto dan Simisuh, Rao menjadi satu WKP," ujarnya. 

Jika rencana ini terwujud, kata Holan, maka akan memberikan banyak manfaat bagi daerah. Pasaman, kata dia, akan memiliki sumber pasokan listrik sehingga akan menarik minat para investor untuk berinvestasi ke daerah Khatulistiwa, Sumbar itu. (h/mg-yud)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM