TERLAHIR TANPA ANUS

Haikal Butuh Uluran Tangan Dermawan


Jumat,12 Mei 2017 - 01:02:46 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Haikal Butuh Uluran Tangan Dermawan Kondisi Haikal, bocah empat tahunyang terlahir tanpa anus. RIKI YUHERMAN

Sungguh malang nasib yang dialami Muhammad Haikal (4), putra pertama pasangan Hendro Gustian (33) dan Yuni Afsari (32), warga Sungai Durian RT 01/RW 04 Desa Durian II, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto. Pasalnya, Haikal terlahir tanpa anus, hingga memasuki usia 4 tahun harus mengalami hidup yang tidak biasa seperti anak normal lainnya.

Muhammad Haikal yang lahir 3 Juli 2013 , diketahui tidak memiliki saluran buang air besar ketika berumur dua hari. Hingga saat ini Haikal sudah mengalami atau menjalani operasi sebanyak empat kali namun hingga saat ini Haikal belum sembuh. bahkan setelah operasi keempat yang dilakukan pada April 2017 lalu, kondisi buang air besarnya malah tidak lancar.

"Umur dua hari baru tahu tidak punya anus, lalu rujuk ke Rumah Sakit, M Jamil Padang, umur tiga hari operasi, satu bulan di Padang baru pulang, umur 15 bulan dilakukan operasi kedua, umur 2,5 tahun (2015) kembali operasi yang ketiga kalinya, namun hasilnya buang air besar juga belum lancar. Selanjutnya April 2017 dilakukan operasi keempat, namun tiga minggu pasca operasi bermasalah lagi, tidak bisa keluar air besar, pipis juga keluar dari anus, Haikal pun menangis menahan sakit ketika ingin buang air besar," ungkap bunda Haikal Yuni Afsari kepada Haluan, Kamis (11/5).

Haikal yang terlahir dari kelurga kecil yang masuk kategori kurang mampu, tinggal di rumah seadanya tanpa 4x6 meter tanpa ada pemisah kamar itu, saat ini tidak bisa mengkonsumsi makan layaknya anak normal lain. Asupan makan hanya didapat melalui susu khusus. Setiap harinya mengeluhkan sakit karrna tidak bisa buang air besar. Keluarga Haikal berharap bantuan agar dapat melakukan peningkatan pelayanan pengobatan.

“Bukannya tidak percaya, sudah berulang kali ke rumah sakit namun belum juga ada kesembuhan yang diharapkan, malah saat ini Haikal semakin menurun. Haikal tidak bisa makan hanya diberi asupan melalui minum susu. Kami bukannya tidak yakin dengan pengobatan yang sekarang, kalau dapat dilakukan tindakan pengobatan lainnya, sehingga bisa sembuh total. Meski sebagian biaya perobatan ditanggung oleh asuransi kesehatan, namun biaya lainnya seperti konsul, makan dan biaya bolak balik ke Padang cukup memberatkan kami," ujarnya.

Ayah Haikal sehari hari bekerja sebagai buruh serabutan. Semenjak anaknya harus melakukan pengobatan sering tidak bekerja yang otomatis semakin mempersulit kondisi ekonomi keluarga. Selama perawatan, tidak kurang Rp40 juta dana yang telah dikeluarkan, “Itu banyak dibantu oleh keluarga dan pihak lainnya, termasuk dana pinjaman orang yang hingga saat sekarang masih banyak hutang yang belum bisa dibayarkan,” imbuhnya.

Pihak keluarga sebenarnya tidak ingin ini menjadi konsumsi umum, karena takut akan beredar berbagai macam isu, namun keluarga juga takut kondisi Haikal yang semakin menurun membuat banyak simpati dari warga sekitar sehingga diketahui oleh masyarakat luas termasuk para awak media.

"Sebenarnya minggu ini harus konsul lagi, namun karena tidak ada uang jadi tidak bisa konsul ke Padang. Sebelumnya sudah semangat terus ke Padang namun belakangan ini setelah hasilnya tidak memuaskan, sedikit menurunkan semangat itu," sebutnya.

Sementara itu, Lurah Durian Dua, Susilo Hadi didampingi RT 01/RW 04, Ngadino membenarkan kondisi warganya tersebut. Susilo berharap melalui pemberitaan dan penyebarluasan informasi ini, akan dapat menyentuh hati donatur untuk bisa menyalurkan bantuannya.

"Kita juga akan membuat surat permohonan bantuan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Walikota dan Wakil Walikota, dan berharap bisa mendanai untuk pengobatan di pelayanan kesehatan, kalau bisa di rumah sakit yang lebih baik," katanya.

Saat ini lanjutnya, bukan mencari siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini, akan tetapi lebih kepada permohonan bantuan dana untuk bisa dilakukan pengobatan yang lebih baik, karena sudah empat kalu di rumah sakit yang sekarang, keluarga ingin untuk bisa berobat ke tempat lain untuk kesembuhan buah hatinya tersebut. (*)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM