BP Batam Permudah Impor Mesin


Jumat,05 Mei 2017 - 01:43:06 WIB
Reporter : Tim Redaksi

BATAM, HALUAN - Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam bersama Kantor Bea Cukai mempermudah investor dengan tidak memeriksa bahan bahan baku, dan mesin yang diimpor untuk keperluan industri.
"Ini kami namakan izin investasi tiga jam (i23j)) plus pemberian jalur hijau (pemasukan barang industri tanpa pemeriksaan fisik) bagi investor," kata Deputi Bidang Pelayanan Umum, BP Batam, Gusmardi Bustami di Batam, Rabu.
Dengan kemudahan tersebut, kata dia, maka perusahaan di kawasan industri Batam, dimudahkan di pelabuhan dalam memasukkan bahan baku, dan mesin.
"Ini baru yang pertama di Indonesia. Tujuannya agar perusahaan lebih cepat dan efektif dalam memasukkan barang. Dampaknya tentu biaya produksi lebih efisien," kata dia.
Sejak September 2016 hingga awal Mei 2017, kata dia, sudah ada enam perusahaan memanfaatkan program i23j dari BP Batam.
"Bea Cukai Batam memberikan dukungan untuk itu dengan jalur hijau. Awalnya semua perusahaan yang baru berdiri di Batam, masuk jalur merah atau harus diperiksa fisik barang yang dimasukkan," kata Gusmardi.
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo pada kesempatan yang sama mengatakan, jalur hijau untuk barang yang masuk, harus tetap sesuai ketentuan.

"Harus sesuai dengan proses dan berkomitmen pada peraturan. Memang yang diperiksa hanya dokumen saja. Ini kemudahan yang perlu disosialisasikan. Semoga menggairahkan investor masuk Batam," kata dia.
Meskipun demikian, BC Batam memegang prinsip perusahaan yang mendapat fasilitas tersebut harus ada penanggungjawabnya dipercaya, akuntabel, serta bisa diaudit dengan baik.
"Meskipun jalur hijau, namun secara acak sesekali kami juga akan melakukan pemeriksaan. Jika ditemukan kesalahan fatal tentu akan diambil tindakan tegas dengan pencabutan fasilitas tersebut," kata Nugroho.
Hal tersebut, kata dia, untuk memastikan semua perusahaan menjalankan bisnisnya dengan benar dan menjaga keutuhan NKRI.
"Jangan sampai barang yang tidak berkaitan atau yang dilarang juga masuk," kata dia. (hk)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,07 Juni 2016 - 02:24:25 WIB

    BP Batam Hibahkan Aset ke Pemko Batam

    BATAM, HALUAN — Ber­dasarkan laporan dan reko­men­dasi tim teknis Dewan Kawasan (DK) Batam, dalam rapat pem­bahasan DK pe­rihal penyelesaian aset, maka dipu­tuskanlah be­berapa aset lahan yang semula dimiliki BP Bata.
  • Senin,30 Mei 2016 - 05:47:58 WIB
    Belum Jalankan Program

    BP Batam Tunggu Audit BPKP

    BATAM, HALUAN — Untuk men­ja­lankan sejumlah program terkait ke­bijakan atas lahan di Batam, Badan Pe­ngusahaan (BP) Batam masih menunggu hasil audit dari Badan Pe­ngawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)..
  • Rabu,27 April 2016 - 02:39:19 WIB

    BPT-PM Luncurkan Mobil Pelayanan Keliling

    PEKANBARU, HALUAN — Badan Pelaya­nan Terpadu dan Penanaman Modal (BPT-PM) Kota Pekanbaru, melaunching pengo­perasian mobil pelayanan keliling kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Senin (25/4/), di Jalan Ahmad Yani, Pek.
  • Sabtu,23 April 2016 - 03:56:48 WIB
    Januari Hingga April

    BPSK Terima 56 Pengaduan

    PEKANBARU, HALUAN—Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Pekanbaru, terhitung sejak Januari hingga bulan April 2016 menerima sebanyak 56 pengaduan konsumen. Angka pengaduan tersebut didominasi terkait kasus dengan piha.
  • Selasa,12 April 2016 - 02:50:20 WIB

    Dana Tak Cair, BPBD Utang BBM

    DUMAI, HALUAN—Lambannya serapan dana alokasi kegiatan, me­nga­kibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Dumai ter­paksa menerapkan jurus ‘utang sana utang sini’. Padahal, komitmen institusi tersebut sangat di.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM