Ricky Donals, Perajut Silaturahmi Saudagar Minang


Selasa,02 Mei 2017 - 01:11:11 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Ricky Donals, Perajut Silaturahmi Saudagar Minang Ricky Donals

SELAMA berabad-abad, Minangkabau terkenal sebagai asal saudagar-saudagar hebat. Para pedagang lihai, yang menguasai pangsa pasar nusantara. Minangkabau jauh-jauh hari sudah kesohor sebagai gudangnya  para saudagar. Sejarah mencatat, sejak abad ke-7, saudagar Minang sudah menancapkan pengaruh di perantauan, terutama di Pantai Barat dan Pantai Timur Sumatera. Mereka dihormati rekan bisnis, dihargai pesaing dagang.

 

Namun, kejayaan saudagar Minang perlahan mulai tergerus kemajuan zaman, walau tak terlalu kentara, semuanya tak bisa dimungkiri. Berubahnya pasar dari konvensional ke era digital, jarang munculnya generasi penerus, turut berpengaruh. Menghanyutkan nama besar saudagar Minang, yang lama berdiam di hulu kejayaan, perlahan terseret ke muara. Menepi, dari arus bisnis yang kian kencang. Kondisi demikian diperparah dengan kurangnya interaksi yang dibangun oleh kalangan sesama saudagar, terutama yang berusaha di perantauan. Saudagar Minang kekinian, cenderung mengungkung diri. Membangun kebesarannya sendiri-sendiri. Kondisi ini tentu tak baik. Bagaimana jua, marwah saudagar Minang harus tetap dijaga. Persatuan merupakan poin wajib, yang harus dibina, untuk mempertahankannya.

 

Beranjak dari pemikiran itulah saudagar-saudagar muda Minang berembuk. Digagas pebisnis muda Minang, Ricky Donals, mereka memikirkan kelangsungan marwah orang Minang diperantauan, terutama para saudagar. Ricky dan anak muda lainnya tak ingin, di tangan mereka, kejayaan saudagar Minang tinggal cerita. Berbarengan dengan itu, Ricky tak ingin, perantau hanya memikirkan bisnisnya semata, tapi juga harus berkontribusi ke kampung halaman. “Minangkabau adalah ranahnya para saudagar. Asal pedagang-pedagang  besar, yang menguasai banyak lini. Jangan sampai kelak semuanya tinggal cerita. Itu nan menjadi beban pemikiran, yang harus dicarikan jalan keluarnya. Kejayaan Minang, khususnya  saudagar, ada di tangan anak-anak muda, generasi penerus,” ungkap Ricky, saudagar muda Minang  yang sudah melanglang buana dalam merintis bisnisnya.

 

Sekian lama berikhtiar, akhirnya saudagar muda itu sepakat untuk menggelar pertemuan akbar saudagar Minang, dan perantau lainnya, dengan tajuk “Taragak Kampuang”. Pertemuan itu diharapkan sebagai langkah awal menjaga marwah orang Minang, sekaligus pondasi untuk berkomitmen membangun kampung halaman. Komitmen yang sejak lama terpasung di hati Ricky Donals, dan sebentar lagi akan terwujud. Kampung baginya adalah puncak rindu, yang wajib dijaga, dibangun, dan dipagar rapat dari pengaruh buruk.

 

“Membangun bisnis dan kampung halaman harus sejalan. Dengan begitu, marwah orang Minang perantauan, terutama saudagar tetap terjaga. Tidak hanya di rantau, tapi juga kampung halaman. Apa guna nama besar di perantauan, jika kontribusi ke tanah asal, sangat kurang,” papar Ricky saat berdiskusi dengan penulis di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Ricky ditemani tokoh muda Minang yang tak kalah mentereng namanya, Doni Oskaria, pimpinan Trans Corp, anggota Komite Ekonomi Indonesia (KEI), dan Komisaris Garuda Indonesia. Keduanya sama-sama berasal dari Tanjung Alam, serta sama-sama memiliki keinginan besar membangun kampung halaman.

 

Sesuai jadwal, acara “Taragak Kampuang” diadakan pada 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM