Mitigasi Belum Maksimal, Sumbar Jangan Dulu Berharap Seperti Jepang


Jumat,28 April 2017 - 12:36:00 WIB
Mitigasi Belum Maksimal, Sumbar Jangan Dulu Berharap Seperti Jepang sejumlah murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 23 Padang berlarian menuruni tangga gedun sekolah, Rabu (26/4). Hal itu dilakukan dalam rangkaian simulasi gempa dan stunami. RIVO SEPTI ANDRIES

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Pakar Gempa dari Universitas Andalas (Unand), Badrul Mustafa Kemal memperkirakan, Sumbar butuh waktu yang lama untuk memantapkan mitigasi bencana. Perlu sosialisasi yang panjang sampai masyarakat di Sumbar bisa seperti Jepang, Chile, dan negara rawan bencana lainnya.

 

Dijelaskan Badrul, ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan Sumbar agar mitigasi bencana berjalan seperti yang diharapkan. “Sumbar jangan dulu berharap bisa seperti Jepang, dalam penerapan mitigasi bencana. Kita (Sumbar) masih jauh tertinggal. Butuh waktu yang panjang untuk memaksimalkan semuanya. Tidak bisa instan,” papar Badrul.

 

Kurangnya pemahaman masyarakat soal mitigasi bencana, katanya bisa dilihat saat peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang jatuh pada Rabu (26/4). Dimana, dalam skenario yang dibuat, Sumbar diguncang gempa dengan kekuatan 8,8 Skala Richter (SR) yang diikuti dengan tsunami. Dalam arahan, ketika gempa terjadi, warga harus melakukan evakuasi mandiri karena sirine peringatan tsunami telah berbunyi ke selter yang ada.  

 

“Saya kebetulan kemarin memonitor kegiatan HKBN di sekitar Kantor Gubernur, Escape Building, Gedung Mapolda Sumbar, dan BPBD Sumbar. Semua gedung berdekatan. Kegiatan yang di Kantor Gubernur dan Escape Building memang terasa kurang greget. Sirine ada dibunyikan, tapi tidak ada simulasi yang dilakukan oleh pegawai di sana,” kata Badrul kepada Haluan Kamis (27/4), di Padang..

 

Lanjutnya, di seberang kantor Gubernur anak-anak sekolah Yayasan Prayoga disiapkan. Tapi hanya berkumpul di halaman sekolah, sampai trotoar. Harusnya anak-anak dibawa ke selter di Escape Building atau gedung Mapolda yang juga berfungsi sebagai selter. “Di gedung Mapolda para polisi melakukan simulasi. Begitu juga di gedung BPBD Sumbar. Nah, kenapa di Escape Building Kantor Gubernur tidak berjalan simulasi? Saya kurang tahu,” katanya.

 

 Menurutnya, perlu waktu untuk terus mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat Sumbar terutama yang berada di sepanjang pinggir Pantai Barat Sumatera.

 

“Negara-negara rawan bencana seperti Jepang mungkin sudah melalui waktu yang panjang juga untuk bisa seperti sekarang. Begitu juga Chile,” paparnya.

 

Sebelumnya, skenario gempa berkekuatan 8,8 SR diiringi sirine tsunami pukul 10.00 WIB sebagai bentuk peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) di Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (26/4), berjalan adem ayem saja. Hampir tidak ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turut melaksanakan evakuasi mandiri ketika sirine dibunyikan sekitar 30 menit itu.

 

Para ASN di lingkungan Pemprov Sumbar masih terlihat asyik beraktivitas. Bahkan ketika sirine peringatan tsunami dibunyikan yang berada di lantai 4 gedung Escape Building Kantor Gubernur meraung, tidak ada ASN yang beranjak untuk melakukan simulasi penyelamatan diri menuju selter.

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM