Korban Longsor Aia Dingin, Sempat Berpegangan Tangan Sebelum Sang Istri Tertimbun


Kamis,27 April 2017 - 14:56:26 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Korban Longsor Aia Dingin, Sempat Berpegangan Tangan Sebelum Sang Istri Tertimbun Kamra (40) hanya bisa terbaring lemah di bangsal IGD RS Solok setelah dihantam tanah longsor, Selasa (25/4). Musibah longsor ini merenggut nyawa istrinya. Ist

Oleh: Yutis Wandi

 

"Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih". Pepatah ini setidaknya menggambarkan betapa dekatnya kita dengan musibah. Musibah bisa datang sekejap mata saja, dan terkadang tanpa ada firasat sebelumnya. Atau boleh dikata jika mujur sepanjang hari, maka untuk malang cuma sekejap mata.

 

Begitu pula yang dirasakan oleh Kambra (40) warga Jorong Air Sonsang Nagari Air Dingin Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Bencana longsor akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu, telah merenggut mimpi-mimpi indah bapak dua anak ini dalam sekejap saja.

 

Bahkan istri tercintanya Desmawati (35) ditemukan sudah tak bernyawa di bawah timbunan longsor yang menyeretnya nyaris 50 meter dari lokasi awal.

 

Seperti biasanya, pasangan suami istri ini, Selasa (25/4) pagi pergi ke ladangnya di Hulu Air Sonsang. Jarak tempuh dari rumahnya ke ladang yang merupakan bekas lahan markisa itu sekira 3 kilo meter.

 

"Dulunya itu parak (kebun) markisa, namun karena sekarang markisa sudah mulai punah, ladang itu sekarang ditanami cabai," kata Wali Nagari Air Dingin Patrizal, yang juga masih keluarga dekat para korban.

 

Menjelang tengah hari, Kamra dan istrinya yang juga menjadi guru honorer di SMPN 2 Lembah Gumanti, berniat pulang untuk makan siang.

 

Namun, karena hujan deras masih mengguyur, Kamra dan istrinya memilih untuk berteduh dan berdiam diri di pondok ladang miliknya. Setelah merasakan hujan sedikit reda, keduanya bergegas keluar menuju sepeda motornya yang diparkir tak jauh dari ladangnya. Jaraknya diperkirakan 300 meter dari pondok ladang tersebut.

 

 “Awalnya saya memang agak merasa was-was juga, berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya. Makanya kami berdua jalan beriringan bahkan sekaligus saling berpegangan,” sebut Kamra dengan nada terbata-bata kepada Haluan di bangsal RSU Solok, Rabu (26/4) pagi.

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu,01 Juni 2016 - 18:32:31 WIB

    Surat Terbuka Korban Kapal Tenggelam di Pariaman

    Surat Terbuka Korban Kapal Tenggelam di Pariaman Peristiwa tenggelamnya kapal wisata di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman pada Minggu (29/5), masih meninggalkan polemik. Salah satunya surat terbuka yang beredar di media sosial yang ditujukan kepada Walikota dan Wakil Walikota.
  • Rabu,10 Februari 2016 - 16:01:49 WIB

    Wartawan Bantu Korban Bencana

    PAYAKUMBUH, HALUAN—Untuk mewujudkan rasa kemanusian antar semasa, wartawan Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota menggelar aksi kemanusian. Para pekerja media ini menggalang bantuan untuk korban banjir dan longsor yang.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM