Ketua TPF PMP : Saya Sudah Ramal Masalah Besar Akan Terjadi Di Mandeh


Selasa,25 April 2017 - 19:25:34 WIB
Ketua TPF PMP : Saya Sudah Ramal Masalah Besar Akan Terjadi Di Mandeh M.Noor Ketua LSM TPF PMP, saat memberikan keterangan pers terkait persoalan Mandeh. (Okis Mardiansyah)
PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Tim Pencari Fakta Pembela Merah Putih (TPF PMP) M.Noor, mendesak Pemerintah Daerah bersama pihak terkait, agar segera mengusut pelaku perusakan Mandeh, di Sungai Nyalo Mudiak Aia, Kecamatan koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).
 
 
"Kita jangan takut, semua pihak harus turun tangan mengungkap siapa dalang perusakan tersebut, tidak peduli mereka ini pejabat atau siapapun. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut, sebab yang dirugikan adalah kita semua, khususnya masyarakat Pessel," tegasnya di Painan. Senin (24/4).
 
 
Terkait persoalan Mandeh yang terjadi saat ini, pada awal tahun 2016 lalu, ia pernah mengingatkan kepada Camat, Walinagari, dan masing-masing ketua KAN yang ada di Kenagarian Ampang Pulai dan Nanggalo, agar jangan buru-buru dalam mengambil keputusan.
 
 
"Sebelum persoalan ini terjadi, saat itu saya pernah menyarankan kepada Camat, Walinagari, dan masing-masing ketua KAN, agar jangan gegabah dalam mengambil tindakan. Sebab, kalau tidak hati-hati maka persoalan besar akan muncul di Mandeh. Nah, ternyata hal yang saya takutkan itu, akhirnya terjadi juga saat ini," sebutnya lagi.
 
 
Menurutnya, sebelum ketua KAN menandatangani surat-surat alas hak tanah masyarakat, maka banyak persoalan yang mesti diselesaikan saat itu, seperti menentukan tapal batas wilayah Nagari Mandeh dengan Sungai Nyalo dan Nanggalo yang masih belum jelas saat itu, sehingga sangat perlu duduk bersama untuk mencarikan solusi saat itu.
 
 
"Idealnya sebelum surat-surat alas hak tanah ditanda tangani oleh masing-masing ketua KAN. Alangkah baiknya semua pemuka adat, Niniak Mamak, tokoh masyarakat, dan pemuda duduk bersama untuk mencari solusinya saat itu. Sebab, setau saya, tanah tersebut bukan milik pribadi atau perorangan. Karena tidak ada tanaman-tanaman yang ditinggalkan pada saat mau dijual. Nah, bearti itu bukan milik pribadi atau perorangan. Sehingga sangat perlu kiranya ditentukan tapal batasnya saat itu," terangnya.
 
 
Sebelumnya, Desriko Malayu Putra, selaku Pengiat Lingkungan Hidup Sumatera Barat (Sumbar), mengatakan bahwa perusakan lingkungan di kawasan Mandeh wajib merujuk pada ketentuan UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menurutnya Undang-undang tersebut, merupakan payung hukum atas setiap kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan.
 
 
Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM