Polemik Parkir Meter di Padang

Pemko Padang Dituding Lakukan Kriminalisasi


Sabtu,22 April 2017 - 07:39:54 WIB
Pemko Padang Dituding Lakukan Kriminalisasi Proses pendaftaran petugas parkir meter beberapa hari lalu

PADANG, HALUAN – Petugas Patroli Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, Jumat (21/4) sekira pukul 11.00 WIB, mengamankan tiga orang yang diduga juru parkir liar.  

Ketiga pemuda tersebut diketahui bernama Karto Suwiro (42), Klamar Hutapea (55) dan Andre Saputra (17). Dirinya diamankan oleh petugas di dua kawasan berbeda, Jalan Permindo dan Jalan Niaga disaat mereka sedang mengatur parkir. Namun, hal yang janggal dirasakan oleh orang tua Andre, Syahrial (52) dalam aksi penangkapan tersebut.

Ketika ditemui Haluan di ruang tunggu sementara pemeriksaan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Padang, Syahrial menyayangkan tindakan petugas yang membawa anaknya secara paksa ke Mapolresta. Karena, penangkapan itu menyebabkan leher anaknya mengalami sedikit goresan.

"Ini yang sangat saya sayangkan, kenapa segitunya mengamankan anak saya hingga lehernya terkena goresan," ucapnya.

Syahrial menyebutkan, permasalahan ini bermula ketika PT Mas Arya Tunggal Abdi (MATA) selaku pihak swasta yang ditunjuk Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk pengelolaan parkir meter. PT MATA yang telah melayangkan surat edaran pada 13 April 2017 yang harus dipenuhi oleh juru parkir yang ingin bekerjasama hingga 25 April 2017 mendatang.

"Namun, sehari setelahnya pada 14 April 2017, keluar lagi surat edaran dimana mereka memajukan batas akhir persetujuan untuk bekerjasama dengan mereka, dalam hal ini PT MATA. Kami yang merasa ada kejanggalan, kemudian menemui pihak PT MATA, Senin (17/4) lalu. Namun, kami tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Sebenarnya yang kami inginkan adalah upah yang layak jika bekerjasama dengan mereka. Namun suara kami tersebut seakan tidak didengar oleh manajemen PT MATA," tutur pria paruh baya tersebut.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang yang mendampingi proses pemeriksaan terhadap ketiga orang tersebut mengatakan bahwa penangkapan ketiga orang tersebut mencerminkan sikap represif pemerintahan terhadap perjuangan hak-hak tukang parkir.

Dalam siaran pers LBH Padang nomor : 12/S.Pers/LBH-PDG/IV/2017 tentang Hentikan Kriminalisasi Terhadap Tukang Parkir, Era menyebut perjuangan tukang parkir dilakukan terhadap arogansi Pemerintahan Kota Padang dalam pengelolaan parkir berbasis elektronik. "Penolakan ini berawal dari kebijakan Pemko Padang yang illegal (Payung hukum yang tidak memadai dan tanpa persetujuan DPRD Kota Padang, red) yang difasilitasi Pemko Padang untuk mengalihkan pengelolaan parkir ke pihak swasta yakni PT MATA,” ucapnya.

Akibatnya, lanjut Era, banyak pengelola dan tukang parkir yang tidak diperkerjakan. Jika pun diperkerjakan mesti dibayar dengan upah murah. Tepat pada 19 April 2017, masih terjadi negosiasi antara tukang parkir dengan Pemko Padang berserta PT. MATA namun tidak membuahkan kesepakatan.

"Pertanyaannya, jika memang ingin penataan parkir yang ada di Kota Padang, kenapa parkir-parkir di sejumlah area yang jelas-jelas ilegal tidak ditertibkan terlebih dahulu, seperti parkir Pantai Padang contohnya," ujar Era mempertanyakan.

Wendra Rona Putra, Kordinator Divisi HAM LBH Padang menilai penangkapan ini merupakan upaya kriminalisasi terhadap tukang parkir yang sedang memperjuangkan hak atas pekerjaannya. Lebih lanjut Wendra menuturkan saat ini tiga tukang parkir masih berada di Polresta Padang tanpa kejelasan status hukum terhadap mereka.

"Praktik penangkapan ini pantas dicurigai sebagai pesanan dari pihak tertentu untuk membungkam perjuangan tukang parkir. Oleh sebab itu, LBH Padang mendesak Kepolisian Resort Kota Padang segera membebaskan tukang parkir dan menghentikan segala bentuk kriminalisasi dan intimidasi terhadap tukang parkir. Selain itu, LBH Padang mendorong DPRD Kota Padang untuk meninjau ulang kebijakan parkir meter yang nyata-nyata merugikan masyarakat," katanya.

Kritikan tajam juga dituturkan oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Prof. Syafruddin Karimi. Dia menuturkan pengunaan jalan umum untuk parkir meter secara ekonomi tidaklah logis. "Jalan umum dibangun dengan pajak yang dibayar rakyat. Jika Pemko mau memungut retribusi maka sediakan lapangan parkir yang bukan dari jalan umum," sebutnya. 

Sementara itu Ipda Ulil, pihak Polresta Padang yang berada di lapangan mengatakan, pengawasan terus dilakukan hingga keadaan kondusif. Dia membenarkan adanya juru parkir yang masih melakukan pemungutan parkir  dibawa ke Polresta Padang. “Mereka  akan kita proses dan akan kita mintai keterangan sebagai saksi,” ujarnya.

Kepala Kantor Cabang Padang PT Mas Arya Tunggal Abadi (PT MATA) Hardian Rispatriananda, selaku pihak swasta yang bekerjasama dengan Pemko Padang, telah merekrut 56 tenaga juru parker. Namun dari 56 tersebut, hanya lima orang saja yang setuju  dengan persyaratan dan aturan yang ditetapkan perusahaan tersebut. (h/mg-adl/win)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM