Mengenang Teror ke Semen Padang di Makassar


Jumat,21 April 2017 - 23:45:58 WIB
Mengenang Teror ke Semen Padang di Makassar Petugas Kepolisian mengamankan bus pemain Semen Padang FC yang baru dilempari oknum pendukung Persegres Gresik United

Semen Padang FC meraih hasil positif kala melakoni laga tandang di Gresik. Vendri Mofu Cs menang meyakinkan 3-1 atas tuan rumah Persegres Gresik United, Jumat (21/4) sore .  Kemenangan ini sangat berarti bagi tim ini untuk mengarungi kompetisi sebenarnya.

Oleh: Rakhmatul Akbar

Bagaimana tidak. Dalam sesi turnamen setahun dalam kemasan kompetisi pada ISC 2016 lalu, anak asuh Nil Maizar ini begitu sulit mendapatkan poin penuh di kandang lawan.

Kala itu, di beberapa laga tim ini malah sempat leading. Di kandang Bali United sebelum akhirnya kalah 1-2 lalu di kandang Barito Putra yang berakhir dengan skor 1-1. Ada beban mental kala itu sehingga poin tiga di kandang lawan, gagal di pula pulang.

Namun, saat tim ini tengah bersuka, terror dari pendukung tuan rumah menghampiri Riko Simanjuntak dan teman-temannya. Dalam perjalanan pulang ke hotel, mereka “dihadiahi” batu. Alhasil, bus yang mengangkut mereka rusak. Bahkan, salah satu pemain andalan Kabau Sirah, Riko “Ucok” Simanjuntak mengalami cedera di kepala akibat lemparan batu. Ia dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.

Tekanan seperti ini bukan kini saja dialami tim yang kini diminati banyak sponsor itu. Tahun 2010 lalu, kala kami diajak meliput perjalanan away ke PSM Makassar, hal serupa juga dialami. Saat itu, kala Edward Wilson masih jadi idola, mereka sukses membongkar angkernya Stadion Andi Mattalata, Makassar yang jadi markasnya tim yang berjuluk Ayam Jantan dari Timur itu. Di gelaran ISL 2010/2011 itu, Kabau Sirah unggul 1-0 atas tuan rumah.

Berbeda dengan tekanan di Gresik, tekanan di Makassar justru sudah terasa dari dalam stadion. Bahkan, pertandingan sudah dihentikan wasit kala masih berumur 85 menit. Penyebabnya, penonton menyerbu ke dalam lapangan. Hengki Ardiles Cs kala itu yang masih diperkuat kiper asal Makassar, Samsidar, harus “terkurung” di ruang ganti hingga 1 jam lamanya.

Kami baru bisa keluar dari stadion saat lampu Stadion yang dulunya disebut Mattoangin itu dipadamkan. Di bawah pengawalan ketat aparat, kami keluar menuju bus. Aparat, berjejer melindungi rombongan Semen Padang FC kala itu. Aman. Pemain serta rombongan bisa masuk bis dengan selamat. 

Namun, pendukung tuan rumah saat itu justru belum puas juga. Mereka yang berada di sepanjang pintu keluar kawasan stadion yang dibangun untuk kepentingan PON tahun 1953 lalu itu, kembali memberi teror. Bus tim yang kala itu masih dikapteni kaka Ellie Aiboy dilempari batu. Melihat gelagat itu, kami yang ada di dalam bus itu langsung berlindung dan menjauh dari kaca.

Tak ada barracuda memang saat itu. Bahkan pengawalan pun tak ada. Baru sampai di sebuah persimpangan, mobil polentas “menjemput” kami dan akhirnya bisa sampai dengan aman di sebuah hotel di pinggiran pantai Losari, Makassar.

Sampai di hotel, ternyata tak juga membuat kami nyaman. Saya saat itu sempat berkecil hati tak punya atribut tim. Tapi ternyata, ini imbas yang baik. Saya bebas untuk melenggang di sekitar Pantai Losari. Sementara sebagian pemain, terpaksa “berkurung” di kamar hotel karena saat malam harinya, segerombolan pendukung tuan rumah datang lagi. Mereka menggunakan sejumlah sepeda motor dan berputar-putar di depan hotel sambil menarik gas sepeda motornya yang berknalpot racing itu. Untung tak lama.

Namun, di balik itu semua, hal yang penting untuk pemain adalah, teror ini hendaknya tak membuat mereka ciut. Kalau bisa, justru melipatgandakan motivasi mereka menyusul hasil gemilang di laga away perdana mereka. Pada kompetisi yang masih panjang, selain persoalan teknik, strategi dan skil, faktor mental menjadi penentu pula untuk meraih hasil yang luar biasa. (*)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM