Kawasan Mandeh Diblokir Sementara


Jumat,21 April 2017 - 10:47:46 WIB
Kawasan Mandeh Diblokir Sementara Bupati Pessel Hendra Joni bersama jajaranya memasang papan larangan (blokir) jalan ke mandeh terutama kawasan yang dirusak oleh oknum pejabat. TIM HALUAN
"Persoalan ini memang sangat luar biasa. Mereka mendirikan bangunan, tidak pernah memohon izin kepada Pemkab Pessel. Nah, hal itulah yang membuat bupati marah. Kalau seandainya mereka mengajukan izin, tentu tidak akan kita persulit, karena prosesnya sangat cepat. Nanti bisa kita jelaskan mana yang boleh dibuka, dan mana yang tidak. Sebab, itulah tugas pemerintah, memberikan petunjuk kepada investor," ungkap Sekda Erizon.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pessel Nelly Armida menyebutkan, sebanyak 1,2 hektare hutan mangrove yang rusak itu, satu hamparan yang sebelumnya membentuk pulau kecil. Ia menyebutkan, pola perusakan tersebut bermacam-macam, ada dengan bentuk ditimbun untuk dibangun jalan, ada pula untuk dilalui alat berat sepanjang garis pantai. 

 

"Nah, kalau di Bukit Ransam sepertinya sengaja mereka rusak untuk dibuat jalan. Sebab, di sini dahulunya adalah pulau-pulau? kecil. Akibatnya hutan mangrove menjadi terpisah, karena mereka membangun jalan dengan pola ditimbun," sebutnya.

 

Hal senada dikatakan, Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Satu Pintu (BPMP2T), Pessel, Suardi S. Menurutnya, sejak kawasan Mandeh dikabarkan rusak sekitar dua bulan lalu, sampai saat ini belum ada investor yang datang untuk mengurus izin. Padahal, sesuai UU 25 tahun 2017, tentang penanaman investasi. Setiap masyarakat atau jenis badan usaha apapun, wajib mengurus izin terlebih dahulu kepada pemerintah daerah setempat.

 

“Sampai saat ini, pihak pemohon tidak pernah datang. Apalagi daerah kita juga diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2016. Nah, di sana dijelaskan bahwa setiap orang yang mengolah lahan untuk dijadikan bangunan, harus meminta izin dulu kepada Pemkab Pessel. Apalagi ini berkaitan dengan kawasan pantai," ujarnya.

 

Penggiat lingkungan Pessel Darpius Indra yang juga penerima penghargaan Kalpataru dari Presiden SBY 2013 lalu, mengaku sangat sedih dan kecewa dengan kejadian tersebut. Sebab, sudah bertahun tahun ia bersama masyarakat menjaga mangrove. Ternyata, apa yang mereka jaga, dengan sangat mudah dirusak oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

 

"Kalau saya sebagai orang lingkungan tentu sangat kecewa dengan kejadian ini. Jangankan sebanyak ini, satu batang mangrove saja yang mereka rusak, itu harus mereka pertanggungjawabkan. Apalagi ini adalah jenis mangrove Rizopora, akarnya melilit seperti cakar ayam, sangat bagus sebagai tempat pemijahan biota laut. Juga tempat berlindung kepiting, udang dan ikan kecil dari serangan predator," ungkapnya dengan nada sedih. (h/mg-kis)

 

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM