Kabupaten Solok Bertekad Menuju Kabupaten Layak Anak


Jumat,21 April 2017 - 00:33:44 WIB
Kabupaten Solok Bertekad Menuju Kabupaten Layak Anak Menteri PPPA Yohanna Yambise didampingi Bupati Solok Gusmal foto bersama majelis guru SMP N 2 Guntal.

Arosuka-Kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yambise ke Bumi Bareh Solok, Rabu (19/4)   membawa angin segar bagi kemajuan Kabupaten Solok. Terutama dalam hal pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta dalam mewujudkan Kabupaten Solok menjadi Kabupaten yang layak anak di masa mendatang.

 

Dari data yang ada di pemerintah daerah setempat, masyarakat di Kabupaten Solok memiliki persentase penduduk perempuan lebih banyak dibanding penduduk laki–laki. Begitupun dengan jumlah penduduk usia anak-anak, sekitar 60 persen masih usia kategori anak. Sementara permasalahan yang tengah terjadi pada kalangan generasi muda seperti narkoba, dan LGBT. "Lantaran itu saya ingin sekali membentuk satuan tugas (SATGAS) perlindungan anak di setiap nagari bahkan sampai kejorong – jorongnya, yang fungsinya untuk mengawal dan mengawasi anak – anak di wilayahnya secara intensif setiap hari, guna menghindari generasi Kabupaten Solok dari perilaku negatif," kata Bupati Solok Gusmal.

Dihadapan menteri PPPA, Wagub Sumbar Nasrul Abid, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Forkomoinda, pihaknya berharap melalui pengembangan model industry rumahan yang diprogramkan kementrian PPPA, bisa menjangkau UMKM yang ada di Kabupaten Solok. "Banyaknya kegiatan pemberdayaan yang dikembangkan di tengah masyarakat, tak semata akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun membentuk karakter masyarakat untuk berbuat lebih baik bagi keluarganya," kata Bupati.

Terhadap harapan itu, Menteri PPPA, Yohana Yambise menyebutkan Indonesia ditargetkan menjadi Negara Layak anak tahun 2030 mendatang. Untuk mencapai hal tersebut harus dimulai dari pemerintahan Kabupaten/Kota di Indonesia terlebih dahulu. "Kita mulai dari kabupaten/kota terlebih dahulu. Kalau sudah berhasil maka secara otomatis propinsi juga menjadi kawasan layak anak dan akhirnya Indonesia baru dikatakan Negara layak anak," ungkap Yohana Yambise.

 

Langkah mewujudkan Kota/Kabupaten Layak Anak di propinsi Sumatera Barat ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama pemerintahan dan masyarakat Sumatera Barat dalam mewujudkan Kabupaten/ Kota Layak Anak. Komitmen bersama tersebut ditandatantani oleh 13 daerah dan Wakil Gubernur Sumatera Barat serta disaksikan lansung Menteri PPPA.

 

Menurut Yambise, Launching atau komitmen yang dilakukan tersebut boleh dikatakan salah satu model percontohan pertama, dan diharapkan akan menjadi acuan bagi berbagai daerah lainnya di Indonesia. Hal ini menandakan keseriusan pemerintah melindungi hak-hak anak dan kaum perempuan. "Sebuah negara belum bisa dikatakan maju bila kaum perempuan dan anak belum berada di garis aman. Jangan ada lagi bentuk kekerasan dengan alasan apapun terhadap perempuan dan anak-anak," beber Yambise didepan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan pimpinan sejumlah daerah yang hadir.

 

Ia menegaskan, jangan sampai komitmen mewujudkan Kabupaten/Kota layak anak hanya sebatas di atas kertas saja, tapi lansung diiringi dengan action di tengah-tengah masyarakat. Ini perlu jadi catatan bagi kepala daerah di Provinsi Sumatera Barat. Masing-masing daerah yang telah menandatangani komitmen mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak harus segera bertindak. Setiap daerah dituntut memaksimalkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

 

P2TP2A nantinya kata Menteri,  akan dibantu dengan satgas PPPA yang ada di masing-masing Nagari. Bila daerah bisa menjalankannya dengan baik yang ditandai dengan menurunnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak serta indikator lainnya, maka Yambise berjanji akan memberikan bantuan Mobil atau Motor perlidungan (Molin). "Kita tergetkan pemberian Molin ini akan bisa direalisasikan  pada 2019 mendatang. Setiap kepala daerah harus menyampaikan surat terkait kemajuan P2TP2A di daerahnya. Satgas PPPA sebagai ujung tombak dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara masif, berjalan atau ndak," beber Yambise.

 

Selain itu, Menteri juga meminta setiap daerah di Sumbar juga membentuk Forum Anak, karena sangat penting dalam memperhatikan perkembangan anak. Pada perayaan Hari Anak Nasional nantinya yang direncanakan dihadiri Presiden di Pekanbaru, Yambise juga meminta daerah mengirim forum anak. "Mari kita putus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menyelamatkan 1 perempuan sama dengan menyelamatkan bangsa ini, menyelamatkan 1 anak sama dengan menyelamatkan masa depan Bangsa Indonesia," tegas Yambise.

 

Pada kesempatan itu, Mentri PPPA juga didaulat melantik satgas P3A Nagari di Kabupaten Solok. Juga dilakukan Penandatangan MoU antara Bupati Solok dengan Deputi Kesetaraan Gender Kementrian PPPA, serta peresmian Klinik Pelayanan Konsultasi Korban Kekerasan yang merupakan bagian dari P2TP2A. Usai melakukan pengukuhan Satgas PPPA dan peresmian klinik konsultasi pelayanan korban kekerasan serta kegiatan lainnya di Halaman kantor Bupati Solok, Mentri PPPA bersama rombongan juga melakukan peninjauan Sekolah Ramah Anak di SMP N 2 Gunung Talang.

 

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta kepala daerah Kabupaten/Kota di Sumbar untuk serius memperhatikan dan menjalankan perlindungan perempuan dan anak. Jangan hanya ditumpukan kepada OPD terkait, tapi anggarannya lemah. "Tambah anggaran bagi Satgas Pembardayaan Perempuan Perlindungan Anak, serta libatkan berbagai unsur seperti TP-PKK dan lainnya mulai dari tingkat kabupaten hingga nagari dan jorong," pesan Nasrul Abit.**


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM