Pupuk Kimia Rusak Sawah, Hampir 50 Persen Sawah di Limapuluh Kota Tercemar


Kamis,20 April 2017 - 09:36:27 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pupuk Kimia Rusak Sawah, Hampir 50 Persen Sawah di Limapuluh Kota Tercemar Ilustasi

LIMAPULUH KOTA, HALUAN – Penggunaan pupuk kimia ternyata bisa merusak sawah dan ekosistemnya. Seperti terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Hampir 50 persen areal sawah sudah rusak dan tercemar akibat penggunaan pupuk kimia puluhan tahun. Akibatnya, zat hara dan kualitas tanah menurun.

 

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holticultura dan Perkebunan Kabupaten Limapuluh Kota, Aprizul Nazar, selain terjadinya kerusakan tanah persawahan, juga pencemaran air di sekitar area sawah. Bahkan ekosistem di sawah seperti belut, ikan, cacing dan katak sudah turun populasinya.

 

Dikatakan Aprizul Nazar, dari 23 ribu hektare lebih sawah di Kabupaten Limapuluh Kota, separuhnya sudah rusak dan tercemar akibat penggunaan pupuk urea yang telah berlangsung puluhan tahun.

 

“Jika zat kimia terus ditebar di atas tanah, pastinya tanah tersebut akan tercemar. Jika sudah seperti ini, kualitas tanaman akan menurun. Termasuk ekosistem yang ada diareal persawahan seperti belut, ikan, cacing dan katak. Padahal ekosistem ini juga bisa membantu produktivitas padi yang ditanami di sawah,” kata Aprizul kepada Haluan, Rabu (19/4).

 

Ia juga mengatakan solusi untuk mengembalikan kualitas tanah di sawah ini tidak lain kembali ke pupuk organik atau pupuk alami. Di sekitar sawah, banyak terdapat bahan untuk diolah menjadi pupuk organik. Solusi ini juga bisa mengirit biaya petani dalam bercocok tanam.

 

“Sudah ada sebagian kecil petani yang sadar akan hal ini dan mau beralih ke pupuk organik. Mereka memanfaatkan bahan alami saja untuk pupuk seperti kotoran ternak, dedaunan dan ampas kayu. Jika mau beralih ke pupuk organik, dipastikan hasil panen petani akan lebih berkualitas dan jauh lebih irit,” katanya.

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu,22 April 2017 - 07:24:06 WIB

    575 Ton Pupuk Akan Digulirkan untuk Petani Mentawai

    575 Ton Pupuk Akan Digulirkan untuk Petani Mentawai MENTAWAI, HALUAN – Dalam upaya meningkatkan produksi pertanian di Kepulauan Mentawai, PT Petrokimia Gresik bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mentawai tahun ini akan menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani Ment.
  • Jumat,24 Maret 2017 - 16:20:38 WIB

    Peredaran Pupuk Subsidi di Pasbar, DPRD: Rekomendasikan Pembatalan Distributor

    Peredaran Pupuk Subsidi di Pasbar, DPRD: Rekomendasikan Pembatalan Distributor PASBAR, HARIANHALUAN.COM—DPRD Kabupaten Pasaman Barat menilai pupuk subsidi urea yang beredar saat ini dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) diduga ilegal dan tidak sesuai dengan peraturan karena telah melecehkan Peraturan Ment.
  • Senin,20 Maret 2017 - 10:58:09 WIB

    Petani Pasbar Diminta Waspadai Pupuk Oplosan

    Petani Pasbar Diminta Waspadai Pupuk Oplosan PASBAR, HALUAN - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mengingatkan petani untuk mewaspadai pupuk oplosan, kendati saat ini peredarannya belum ada yang terungkap. .
  • Minggu,08 Januari 2017 - 08:08:29 WIB

    Soal Distributor Pupuk di Pasbar, Ini Jawaban PT PIM

    PASBAR, HALUAN -- Kepala Wilayah Sumbar PT PIM, Edi menanggapi keluhan yang muncul di Pasaman Barat soal penunjukkan distributor pupuk di wilayah tersebut. Ia mengakui sudah menerima surat rekomendasi Bupati Pasaman Barat soa.
  • Minggu,08 Januari 2017 - 07:46:38 WIB

    Distributor Pupuk Dipertanyakan Sejumlah Komponen di Pasbar

    PASBAR, HALUAN – Sejumlah komponen masyarakat di Pasbar mempertanyakan sikap PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang belum merespon surat bupati terkait rekomendasi penunjukkan distributor pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM