Investor Berharap Tanah Ulayat Didata


Rabu,19 April 2017 - 10:52:51 WIB

PADANG, HALUAN—Tak adanya data lengkap tanah ulayat di Sumbar membuat peluang investasi kian mengecil. Padahal, investor membutuhkan data tersebut untuk melihat peluang investasi. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar akan mendata tanah ulayat di provinsi ini.

Hal itu dikatakan Olly Andes, Kabid DALAK dan SIPM Dinas Penanaman Modal Sumbar dan PTSP Sumbar, pada diskusi di Kantor Bank Indonesia Sumbar dengan tema “Pemanfaatan Tanah Ulayat untuk Investasi dilihat dari Sisi Hukum di Sumatra Barat”, Selasa (18/4).  Olly Andes menjelaskan, Pemprov Sumbar mendata tanah ulayat tersebut agar investor mendapatkan data yang pasti tentang tanah ulayat. Jadi, misalnya ada tanah ulayat yang berpotensi untuk sektor pariwisata, nanti tanah tersebut akan ditawarkan kepada calon investor yang bergerak di bidang pariwisata.

Untuk mendata tanah itu, kata Olly Andes, Pemprov Sumbar membentuk tim yang terdiri dari Dinas Penanaman Modal, Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Budaya Unand. Sebagai langkah awal pendataan tersebut, Pemprov Sumbar telah mengirim surat kepada kabupaten/kota untuk mengirimkan data tanah ulayat di daerahnya masing-masing. Pemprov meminta kabupaten/kota mengirimkan hasilnya pada triwulan kedua tahun ini. “Pada tahun ini akan didata lima persil tanah ulayat di Sumbar. Ini karena keterbatasan dana pendataan yang berasal dari APBD Sumbar. Karena keterbatasan dana, yang akan didata itu tanah ulayat yang berpotensi untuk penanaman modal. Belum ditentukan lokasi tanah ulayat yang akan didata tersebut. Nanti akan ditentukan skala prioritasnya, apakah skalanya masalah luas tanah atau sektor penanaman modal,” tuturnya. Ia menambahkan, program pendataan tanah ulayat itu akan dilakukan setiap tahun jika ada dana untuk itu dari APBD Sumbar.  

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbar, Musriadi, membenarkan bahwa belum ada data tanah ulayat secara keseluruhan, termasuk di BPN. Pihaknya hanya memiliki data tanah hak guna usaha (HGU) yang sudah diterbitkan. Karena itu, pihaknya menunggu data tanah ulayat dari Pemprov Sumbar itu. “Data tanah ulayat itu penting bagi BPN karena kini ada program pemerintah yang bernama pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). Dengan adanya data tanah ulayat, BPN bisa menentukan data tanah di suatu kabupaten/kota di Sumbar,” ujarnya.

Untuk investasi, kata Musriai, apabila ada data lengkap tanah ulayat, pemerintah daerah, investor, dan pihak terkait bisa memastikan arah investasi sebuah daerah. Kalau ada ata terebut, kalau ada investor datang, pemerintah bisa menyediakan data tanah ulayat. Selama ini, investor langsung datang kepada masyarakat untuk mencari tanah ulayat. “Semoga BPN dilibatkan dalam pendataan itu agar nanti pengukurannya dilakukan secara kadastral sehingga bisa dipastikan letak dan luas tanah,” ucapnya.

Pakar hukum dari Fakultas Hukum Unand, Dr Kurniawarman, mengatakan, akar masalah konflik tanah untuk investasi ada dua. Pertama, konflik internal. Konflik tersebut akan terjadi jika tanah ulayat yang dimanfaatkan untuk investasi tersebut tidak digunakan sesuai kepentingan pemiliknya, misalnya tanah ulayat kaum tidak digunakan untuk kepentingan anggota kaum; atau tanah ulayat nagari tak digunakan untuk kepentingan nagari. Kedua, konflik eksternal. Konflik dari pihak luar itu akan muncul apabila ada pelanggaran hukum yang berhubungan dengan hukum sebelumnya, misalnya dalam hubungan hukum itu ada janji yang belum dipenuhi oleh salah satu pihak, pasti salah satu pihak akan menuntut secara hukum. Atau, pihak yang memanfaatkan tanah itu melanggar hukum, misalnya tentang luas tanah: tanah yang diserahkan 1.000 hektare, tetapi tanah yang dipakai lebih daripada luas itu, maka pemilik tanah akan menuntutnya. “Konflik seperti itu bisa dikatakan mengganggu investasi. Itu justifikasi untuk tanah ulayat yang dituduh menghambat investasi karena banyaknya konflik di tanah ulayat untuk investasi,” katanya.

Apabila konflik tersebut terjadi, kata Kurniawarman, misalnya sengketa eksternal, bisa diselesaikan antara kedua pihak. Penyelesaianya tidak mesti ke pengadilan karena pada umumnya sengketa tanah ulayat adalah sengketa perdata yang merugikan hak keperdataaan pihak masing-masing. Karena itu, pihak masing-masing bisa menyepakati yang terbaik bagi keduanya. “Kalau di pengadilan penyelesainnya ada yang kalah dan menang. Kalau penyelesaian melalui musyawarah akan kesepatan terbuka peluang kedua pihak saling beruntung dan ke depan mereka membuat kesepatan untuk disepakati bersama,” ujarnya 

Kepala BI Sumbar, Puji Atmoko, menambahkan, data tanah ulayat itu untuk penting untuk ialami pihaknya untuk memberikan masukan kepada pemangku kepentingan yang bermitra dengan BI, terutama pemerintah daerah.  “Kalau kajian itu bisa memberikan gambaran, kami tak ragu memberikan masukan kepada stake holder,” kata Puji. (h/dib)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM