Satu Napi yang Kabur dari Lapas Pariaman Ditangkap


Rabu,19 April 2017 - 10:11:00 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Satu Napi yang Kabur dari Lapas Pariaman Ditangkap Kepala Lapas Klas II B Pariaman Pudjiono saat memeriksa kondisi ruangan tahanan yang kabur, Senin (17/4). Kondisi lapas yang overload, SDm petugas yang kurang dan sarana prasarana yang rusak menjadi salah satu faktor yang memudahkan napi kabur. RIVO SEPTI ANDRIES

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Pengejaran terhadap pelaku narapidana yang kabur dari Lapas Klas II B Karan Aur, Kota Pariaman menemukan titik terang. Satu orang warga binaan tesebut berhasil ditangkap oleh Polda Sumatera Barat.

 

Narapidana yang bernama Robi ditangkap di Kota Padang tanpa perlawanan. Sementara lima orang lainnya masih diburu petugas.

 

“Ia ditangkap tadi malam saat mengantarkan orang tuanya ke rumah sakit, tidak ada perlawan yang dilakukan oleh pelaku. Anggota polda yang nangkap dan sekarang sudah di Lapas,” terangnya Kepala Lapas Klas II B Pariaman Pudjiono saat dihubungi Haluan melalui telefon seluler, Selasa (18/4).

 

Dijelaskannya, untuk lima napi yang kabur, pihaknya masih berkordiasi dengan aparat di berbagai daerah. Hal tersebut dilakukan untuk membatasi ruang gerak pelaku.

 

“Informasi awal, satu orang sudah kami deteksi berada di Pasaman, dan sekarang dalam pengejaran,” ungkapnya.

 

Sebelumnya, enam narapidana di Lapas Klas II B Karan Aur, Kota Pariaman kabur setelah berhasil menjebol plafon dan memanjat pagar berduri, Sabtu (15/4) dini hari.

 

Kejadian kaburnya warga binaan itu diketahui saat petugas piket berganti dengan petugas lainnya. Pada saat itu petugas jaga melakukan pengecekan dan ternyata enam orang telah kabur.

 

Data yang dihimpun haluan, enam napi yang kabur terlibat kasus narkoba. Berikut  nama-nama napi yang kabur, Syamsul Hidayat (41), Refi Rizaldi, Robby, Dani Hamdani (27), Ardiansyah, Bajo.

Terkait dengan kaburnya enam narapidana dari Lapas Klas II B Karan Aur, Kota Pariaman pada Sabtu (15/4). Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat menurunkan tim khusus ke Lapas yang dibangun sejak 1984 itu.

 

Tim tersebut bertugas menyelidiki dan mengtahui kronologis kaburnya enam napi yang terlibat kasus narkoba itu . Tak hanya itu, tim juga memeriksa sejumlah petugas yang berjaga pada saat kejadian, termasuk sejumlah narapidana yang satu kamar dengan napi yang kabur.

 

“Kami periksa semuanya, dari petugas hingga teman satu kamar napi yang kabur. Proses ini beruntut dari bawah hingga atas. Untuk pengejaran napi yang kabur, pak kalapas sudah membentuk tiga tim, dengan cara menyebar foto dan berkoordinasi dengan pihak imigrasi antisipasi kaburnya melewati bandara,” terang Kakanwil Kemenkumham Sumbar, Dwi Prasetyo kepada Haluan, saat ditemui di Lapas Pariaman, Senin (17/4).

 

Dwi menjelaskan, hasil pemeriksaan tergantung dari jawaban mereka yang diperiksa. Kemungkinan bisa sampai satu minggu lama pemeriksaan. Sedangkan sangsi bagi petugas yang paling rendah yakni peryataan tidak puas, penurunan gaji, pengurangan, dan bahkan tunjangan kinerja bisa turun.

 

“Ini lah resiko kami yang berkerja di lapas. Bahkan tidak sedikit ada kasus petugas lapas yang pernah di tusuk, dibunuh, dan dibakar,” terangnya.

 

Dijelaskannya, meski resiko tugas yang tinggi, SDM petugas kurang, dan daya tampung lapas sudah penuh (overload) ia tetap beharap agar petugas tetap semangat dalam bekerja.

 

Dari pantauan haluan yang berkesempatan ke dalam lapas, terlihat sejumlah anggota tim dari Kanwil Kemenkumham memeriksa sejumlah anggota yang regu yang piket pada hari kejadian. Tak hanya petugas, napi yang menjadi teman sekamar pelaku yang kabur juga ikut digiring dari ruan tahanan menuju kantor lapas

Di lokasi tempat kaburnya napi, yakni di ruang tahanan berukuran 3 X 6 meter itu terlihat berserakan. Sejumlah pakaian tercecer di atas tempat tidur yang terbuat dari papan kayu. Di atas ruangan terlihat plafon yang sudah rusak dan seutas kain sarung terlihat tergantung, diduga digunakan oleh enam napi untuk memanjat ke atas plafon.

 

Dari balik ruangan tahanan itu, tepatnya di bagian belakang terlihat plafon yang sudah jebol. Diduga napi turun dari plafon yang jebol, lalu lari ke pintu menara pengawas (pos atas) berada di bagian kiri belakang lapas, atau berjarak 10 meter dari tempat mereka keluar ruang tahanan.

 

Setelah sampai di pintu pengawas, mereka menjebol kunci pintu, hal itu terlihat dari bekas kunci pintu menuju menara atas terlihat rusak bekas dibongkar paksa. Sementara pintu tersebut saat tim pemeriksa Kanwil Kemenkumham Sumbar, mencoba tidak bisa dibuka.

 

Diduga napi sengaja menutup dari dalam untuk memperlambat gerak petugas. Setelah berhasil naik, napi mengambil karpet yang ada di atas menara dan menggunakannya untuk menutup kawat berduri dan terjun melewati dinding lapas. Dari balik lapas terlihat hanya hamparan semak-semak.

 

Kepala Lapas Klas II B Pariaman Pudjiono Gunawan menjelaskan, pada saat malam kejadian, petugas hanya ada enam orang. Sementara kondisi cuaca pada saat itu hujan dan badai.

“Untuk menara pengawas atau pos atas hanya berfungsi satu, yakni di bagian belakang kanan. Kami tidak menutup-nutupi, bisa dilihat kelayakan pos atas yang sudah rusak, kalau hujan pasti basah ke dalam, jendela yang sudah jebol, dan terutama SDM kami yang terbatas,” paparnya.

 

Menurut Pudji, satu regu terdiri dari empat orang petugas, yang menjaga di bagian pos tengah. Total napi yang ada saat ini ada 421 orang dari seharusnya 170 orang. Sementara ada tiga kamar berisi 69 orang atau satu kamar 23 orang, yang seharusnya satu kamar di isi tujuh orang.

“Ini bangunan lama, bisa dilihat seharusnya di atas ruangan ini (tahanan) ada terali dibagian atasnya, tapi disini tidak ada, hanya kawat yang ada di atas plafon itu. Selain masalah kapasitas, dan bangunan masalah SDM juga tidak bisa lewatkan,” terangnya.

 

Pudji menceritakan, untuk saat ini petugas bisa berjaga selama 12 jam dari yang seharusnya hanya 6 jam. Hal ini disebabkan karena SDM petugas yang sangat kurang, dan berpengaruh pada pengawasan dan patroli petugas. Sementara dalam menyelidiki kaburnya napi, Pudji sengaja mengosongkan ruang tahanan tempat kaburnya napi.

 

Hal itu dilakukan untuk membantu proses penyelidikan agar bukti-bukti tidak hilang. Sedangkan temannya yang tidak kabur dipindahkan untuk dilakukan pemeriksaan.

 

Lebih lanjut dijelaskan Pudji, hasil sementara interogasi kepada napi yang lain, bahwa napi yang tidak kabur sempat diancam oleh enam orang kabur dengan pisau agar tidak menceritakan kepada petugas.

 

“Mereka yang tidak kabur sempat diancam pakai pisau, dan dari keterangan sementara rencana merka yang kabur sudah disusun beberapa hari sebelum kejadian. Dan kami perkirakan mereka kabur sekitar jam 04.00 WIB dengan estimasi waktu kabur sekitar setengah jam. Sedangkan kami mengetahuinya saat petugas piket berganti, atau sekitar pukul 07.00.WIB. Tapi benda atau alat untuk membantunya kabur belum kami temukan,” paparnya.(h/rvo).


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin,12 Juni 2017 - 21:39:58 WIB

    Satu Bulan, 66 Kasus Penyelahgunaan Narkoba Diungkap Polda Sumbar

    Satu Bulan, 66 Kasus Penyelahgunaan Narkoba Diungkap Polda Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sejak tanggal 16 Mei hingga 12 Juni 2017 atau kurang dari satu bulan, jajaran Polda Sumbar dan Polres-Polresta yang ada di wilayah hukum (wilkum) pimpinan Irjen Pol Fakhrizal tersebut telah mengungk.
  • Kamis,11 Mei 2017 - 17:15:59 WIB

    Polres Sijunjung Tangkap Pencuri di MTSN, Satu dari Tiga Pelaku Masih Sekolah

    Polres Sijunjung Tangkap Pencuri di MTSN, Satu dari Tiga Pelaku Masih Sekolah SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM—Nekat mencuri di di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 3 Sijunjung. Tiga orang remaja ditangkap jajaran Reskrim Polsek Sijunjung, Selasa (9/5). .
  • Senin,08 Mei 2017 - 09:22:28 WIB

    Lapas di Sumbar Siaga Satu

    Lapas di Sumbar Siaga Satu PADANG, HALUAN – Kaburnya ratusan tahanan dari Rutan Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan, Pekanbaru, membuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Sumbar juga bersiaga. Bahkan Kepala Kantor Wilayah Keme.
  • Selasa,21 Maret 2017 - 11:13:36 WIB

    Polisi Amankan Satu Truk Pupuk Ilegal

    PAYAKUMBUH, HALUAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Payakumbuh, Minggu (19/3) malam, mengamankan satu truk colt diesel BA 9985 LA, diduga bermuatan pupuk illegal di depan SPBU di Kecamatan Lampasi Tigo Nagari, .
  • Senin,13 Maret 2017 - 20:40:07 WIB

    Polres Bukittinggi Tes Urin, Satu Anggota Positif

    Polres Bukittinggi Tes Urin, Satu Anggota Positif BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM – Sebanyak 129 orang anggota Polres Bukittinggi menjalani tes urin yang dilaksanakan Polda Sumbar di Mapolres Bukittinggi, Senin (13/3). Dari hasil tes urin tersebut hasilnya satu orang positif.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM