Pengrusakan Mandeh akan Dilaporkan ke Mabes Polri


Senin,17 April 2017 - 23:39:20 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pengrusakan Mandeh akan Dilaporkan ke Mabes Polri Bupati Hendra Joni emosi lagi saat meninjau Kawasan Mandeh, Pesisir Selatan

PAINAN, HALUAN - Kasus perusakan hutan Bakau (Mangrove) Mandeh, di Kenagarian Sungai Nyalo Mudiak Aia, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), terus menjadi perbincangan hangat ditengah-tengah publik. Apalagi sejumlah kerusakan tersebut, ditenggarai juga melibatkan sejumlah pejabat tinggi daerah dan provinsi yang mempunyai kepentingan pribadi di kawasan tersebut.

Terkait hal itu, Ketua LSM Tim Pencari Fakta Pembela Merah Putih (TPF PMP), Cabang Pesisir Selatan (Pessel), M Noor, dalam waktu dekat akan segera melaporkan kasus tersebut ke Mabes Polri. Menurutnya, dari penyampaian para pejabat provinsi di media massa, beberapa waktu lalu, (Rabu, 12/4), terkesan membela oknum pejabat itu sendiri, sehingga menyudutkan Bupati Pessel Hendrajoni.
 
"Statement yang mereka keluarkan saat itu, terkesan membela pelaku. Sehingga kalau terus dibiarkan, maka di khawatirkan sikap kesewenangan seperti ini, akan terus berlanjut kedepannya, khususnya di Pessel, yang sudah dijuluki sebagai Negeri Sejuta Pesona ini," ungkapnya kepada Haluan, di Painan. Senin, (17/4).
 
Dijelaskannya, ia sebagai putra daerah, sekaligus penggagas Mangrove dikawasan Desitinasi Wisata Mandeh sejak tahun 2005 lalu, mengaku sangat kecewa dengan sikap pelaku perusakan tersebut. Sebab, selama ini ia bersama masyarakat setempat, selalu menjaga hutan bakau (Mangrove), agar tetap tumbuh subur dan asri disekitar lokasi. Sehingga pada tahun 2013 lalu, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mendapatkan penghargaan (Kalpataru), dari Presiden SBY kepada kelompok tersebut, atas jasanya melestarikan lingkungan hidup di Indonesia, termasuk melestarikan dan merawat hutan Mongrove di kawasan Mandeh.
 
"Namun, setelah Mandeh dinyatakan sebagai Destinasi wisata utama di Sumbar, sejumlah oknum pejabat bukannya hadir untuk menjaga, malahan ia sendiri menjelma sebagai pelaku kerusakan tersebut," ungkapnya dengan nada geram.
 
Lebih lanjut dikatakannya, ratusan batang Mangrove yang tumbuh subur sebagai penangkal bencana abrasi itu, di bongkar serta di timbun untuk pembangunan dermaga milik pribadi, sehingga terkesan tidak memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan nantinya, seakan mengenyampingkan laju pertumbuhan masyarakat sekitar.
 
"Saat ini kami masih menunggu hasil kajian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pihak terkait lainnya. Kalau nanti sudah ada kajiannya, maka kami akan laporkan persolan ini ke Mabes Polri untuk ditindak lanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku," tegasnya.
 
Sementara itu, Desriko Malayu Putra, Pengiat Lingkungan Sumatera Barat (Sumbar) mengatakan, bahwa persoalan perusakan hutan Mangrove di kawasan Wisata Mandeh harus disikapi dengan serius oleh Pemkab Pesisir Selatan (Pessel). Sebab, keberadaan Mangrove sangatlah penting bagi kelangsungan hidup biota yang ada dilaut, dan tetap harus dilestarikan.
 
"Seharusnya pada kunjungan lapangan sebelumnya, (kawasan Mandeh, red) Bupati sudah seharusnya memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam praktik perusakan tersebut. Jika perlu di ekpose secara besar-besaran, agar publik mengetahuinya. Nah, kedepannya Pemerintah tentu lebih ketat dalam mengawal pengembangan Mandeh," ungkapnya kepada Haluan.
 
Sebagaimana diketahui, lanjut dia, ekosistem Mangrove merupakan kekayaan alam yang bernilai tinggi, oleh karenanya harus dilindungi, dilestarikan, dan dimanfaatkan secara lestari untuk kesejahteraan masyarakat luas. Hutan Mangrove, kata dia, sangat penting dalam menjaga ekosistem laut dan pesisir pantai, menjaga garis pantai, menjaga tebing agar terhindar dari erosi atau abrasi, penahan gelombang, tempat pemijahan dan berkembangnya aneka biota laut dan aneka spesies lainnya. Serta keberadaan Mangrove juga dapat mengurangi dampak perubahan iklim dan pemanasan global.
 
"Keberadaan Mangrove untuk dapat tumbuh secara asri tidak mudah di dapati di daerah lain. Mangrove memiliki daya tarik tersendiri dalam kawasan wisata bahari Mandeh, karena langka dan sulit ditemukan diberbagai tempat," ungkapnya. (h/mg-kis)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin,17 April 2017 - 11:45:36 WIB

    Alat Berat di Lokasi Pengrusakan Mandeh “Menghilang”

    Alat Berat di Lokasi Pengrusakan Mandeh “Menghilang” PESSEL, HALUAN – Warga sekitar mengaku resah dengan aktivitas “menyulap” mandeh. Padahal, beberapa bulan silam, kawasan ini masih asri, tapi rusak akibat aktivitas menggunakan alat berat..

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM