Alat Berat di Lokasi Pengrusakan Mandeh “Menghilang”


Senin,17 April 2017 - 11:45:36 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Alat Berat di Lokasi Pengrusakan Mandeh “Menghilang” Dua orang pemancing beraktivitas di depan hutan bakau di kawasan Mandeh

PESSEL, HALUAN – Warga sekitar mengaku resah dengan aktivitas “menyulap” mandeh. Padahal, beberapa bulan silam, kawasan ini masih asri, tapi rusak akibat aktivitas menggunakan alat berat.

 

Menurut ABK boat yang mengantarkan tim liputan Haluan mengelilingi kawasan Mandeh, setelah pemberitaan perusakan Mandeh dibeberkan Harian Haluan, alat-alat berat yang saban hari menimbun dan mengeruk tanah, termasuk merusak hutan bakau di Mandeh, perlahan menghilang. Kabarnya, ada yang disembunyikan di dalam hutan, ada pula yang dibawa.

 

“Pokoknya, sejak Harian Haluan mengeluarkan pemberitaan tentang Mandeh, alat berat menghilang. Sebelumnya, ada sekitar lima sampai delapan alat berat yang bekerja setiap harinya. Dengan mudah, hutan yang berbelas tahun kami jaga, mereka babat,” tutur anak buah kapal.

 

Randi (39), warga Sungai Nyalo menambahkan, akibat aktivitas ini, air di sekitaran pantai yang terkenal kejernihannya, sekarang sudah berganti warna. Menguning, bercampur lumpur yang berasal dari pengikisan puncak-puncak bukit.

 

“Mandeh kami sudah tak asri lagi. Jerih payah kami menjaga hutan selama bertahun-tahun, rasanya sia-sia. Kini, Mandeh dibabat. Bukit-bukitnya dibuat gundul, untuk kepentingan pribadi. Kami tidak bisa berbuat banyak, karena yang melakukan perusakan itu orang-orang penting. Mereka memiliki kekuasaan,” terang Randi, warga Sungai Nyalo yang ditemui di Baga Cottage, Kamis sore.

 

Bagi warga Sungai Nyalo, hutan Mandeh adalah sumber penghidupan. Dengan asrinya hutan, mereka bisa mendapatkan banyak hal, termasuk menarik minat wisatawan. Semuanya berjalan dengan baik, sebelum alat-alat berat datang ke sana, membabat hutan, dan merusak bakau yang mereka jaga.

 

“Kami sudah tahu para pelaku perusakan ini. Keduanya orang Pessel, satu pejabat yang memiliki kuasa tinggi di sini, satu lagi lebih berkuasa. Dia menjabat di provinsi, bukan sembarang jabatan. Tapi kabarnya, yang bekerja membabat hutan dan merusak Mandeh itu anaknya,” papar Randi.(h/tim)

 

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
Baca Juga Topik #Nasib Mandeh
Kawasan Mandeh, Bupati Pessel Instruksikan Pemberhentian Pembangunan Bupati Pessel: Mereka Anggap Mandeh Negeri Tidak Bertuan, Saya Akan Usut Tuntas Pelakunya Manfaatkan Karpet, Enam Napi Lapas Pariaman Kabur Perusak Mandeh Orang Penting Sumbar Ketua DPRD Pessel Ingatkan Soal Tata Ruang Mandeh Jadi Ledekan Bule, Bikin Resah Warga Penegak Hukum LHK Turun Tangan, Kasus Mandeh Dibahas Dua Menteri Wagub Minta Semua Pihak Duduk Bersama, Kasus Mandeh Rugikan Sumbar Kawasan Mandeh Diblokir Sementara Ketua TPF PMP : Saya Sudah Ramal Masalah Besar Akan Terjadi Di Mandeh Terkait Kasus Mandeh, Semua Pihak Diminta Menahan Diri Tim KLH Sudah di Mandeh, Kumpulkan Data dan Cari Tahu Pelaku Perusakan Lima Objek Strategis Mandeh Rusak Tim Investigasi Polda Sumbar di Mandeh, Ditreskrimsus: di Negara Ini Tidak Ada yang Kebal Hukum DLH Pessel: Sudah Dilarang, Perusakan Mandeh Masih Berlanjut Gawat! Pengelola Pulau Suwarnadwipa Ambil Karang Untuk Bangun Penginapan Menteri Susi Geram! Karang Dijadikan Bahan Bangunan di Pulau Suwarnadwipa Pulau Suwarnadwipa Belum Kantongi Izin Kasus Mandeh Masuk Ranah Hukum, Bupati Pessel Diperiksa Polda Sumbar Walnag Hingga Bupati Diperiksa Polda Komisi IV DPRD Sumbar Desak Provinsi Siapkan RDTR Mandeh Bupati Pessel: Pejabat Melanggar Hukum Biasanya Hukuman Lebih Tinggi Didampingi Pejabat Kementerian LHK, Anggota DPR Tinjau Kerusakan Mandeh Mulyadi: Kami Akan Melakukan Upaya Pemulihan Terhadap Sejumlah Kerusakan Di Mandeh. Dugaan Perusakan Terumbu Karang, Direktur Suwarnadwipa sebagai Tersangka Jadi Tersangka Perusakan Terumbu Karang, Direktur Suwarnadwipa Ditahan Kepala DKP Sumbar: Pengelola Suwarnadwipa Ambil Karang Hidup untuk Dinding Resort DPRD Gandeng Instansi Terkait Awasi Pulau Bangun Resort Dengan Terumbu Karang, Dirut Suwarnadwipa Mulai Disidang Sidang Perusakan Terumbu Karang di Kawasan Wisata Suwarnadwipa, PH Terdakwa Sebut Dakwaan JPU Kabur Eksepsi Eks Dirut Suwarnadwipa Ditolak Suwarnadwipa Pakai Terumbu Karang hingga 15 Kubik Wakil Bupati Pessel Jadi Tersangka Kasus Mandeh Tim Dirjen Gakkum Kementerian LHK Sempat Dihadang Preman Bersenjata di Kawasan Mandeh Kasus Mandeh Dikoordinasikan ke Kejagung Logika Hukum: Semestinya Tanggung Jawab Perusahaan Kasus Suwarnadwipa, Irawan Gea Sebut Nama Hendri Long Dalam Sidang Perusakan Karang Penyidik KLHK Sudah di Pessel, Saksi Kasus Perusakan Mandeh Mulai Dipanggil Tim Gakkum KLHK Pasang Garis Polisi di Kawasan Mandeh yang Rusak

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM