Dinas ESDM: Secara Teknis Tambang Tak Ada Masalah


Senin,17 April 2017 - 10:57:48 WIB
Dinas ESDM: Secara Teknis Tambang Tak Ada Masalah Banjir di Pangkalan beberapa waktu lalu. Banyak pihak yang mencap dipicu aktivitas penambangan di kawasan tersebut. DOKUMEN

PADANG, HALUAN – LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar kembali mempersoalkan pemberian izin operasional kepada enam perusahaan tambang di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. Bahkan Walhi berencana menggugat Gubernur Sumbar terkait pemberian izin tersebut. Namun, Kepala Dinas ESDM Sumbar menjelaskan bahwa secara teknis, tambang di Limapuluh Kota tidak ada masalah.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Herry Martinus, ketika dikonfirmasi Haluan, Minggu (16/4) malam, mengatakan pihaknya sudah mengkaji secara teknis data penelitian dan penyelidikan Walhi tersebut. Hasil kajiannya menyatakan bahwa secara teknis tambang tidak ada masalah.

“Memang ada beberapa hal yang perlu dilengkapi oleh penambang, misalnya tidak boleh menambang di daerah bencana. Hal itu sudah dipatuhi dan dilengkapi penambang,” katanya.  

Meski demikian, kata Herry, untuk jangka panjang pihaknya akan mengevaluasi izin lingkungan aktivitas penambangan di Limapuluh Kota, karena izin tersebut pada awalnya dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten setempat. Pihaknya sudah membentuk tim Balitbang untuk mengevaluasi itu.

“Bukan hanya aktivitas penambangan yang berhubungan dengan kebencanaan di Limapuluh Kota yang akan dievaluasi, tapi juga aktivitas penambangan yang berhubungan dengan sumber daya alam,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Walhi Sumbar, Uslaini mengatakan pihaknya telah memberikan data penelitian dan penyelidikan Walhi terkait aktivitas dan penyimpangan yang dilakukan oleh enam tambang di Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. Namun, sampai sekarang pihak Pemprov Sumbar belum ada keseriusan untuk menindaklanjuti data tersebut.

“Kemarin saat heboh-heboh Walhi dan Gonjong Limo ingin menggugat Gubernur Sumbar, pihak Balitbang Pemprov menelpon saya dan meminta data penelitian dan penyelidikan kami. Data tersebut sudah saya berikan, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang serius akan data yang kami berikan,” kata Uslaini kepada Haluan, Minggu (16/4).

Dikatakannya lagi, beberapa hari yang lalu sempat ada undangan dari Balitbang Sumbar untuk duduk bersama membahas tambang di Pangkalan ini. Namun, secara tiba-tiba undangan dibatalkan karena pihak pemprov harus terlebih dahulu rapat internal.

“Sempat ada undangan untuk duduk bersama. Tapi sehari setelah itu dibatalkan lagi oleh pihak Balitbang karena mereka harus membahas ini terlebih dahulu secara internal,” kata Uslaini lagi.

Dalam data tersebut, walhi menyebutkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemprov yakni pemakaian dinamit yang berimbas kepada pemukiman penduduk dan kontur tanah, pencucian material tambang dengan air sungai yang mencemari sungai dan pengairan sawah masyarakat. Termasuk lokasi tambang yang tidak efisien karena berada dekat dengan jalan raya yang ramai dilalui kendaraan dan dekat dengan rtumah penduduk.

Dengan belum adanya respon positif dari Pemprov Sumbar, Walhi bersama Gonjong Limo sudah menyepakati batas waktu hingga akhir April 2017 untuk mendapatkan kepastian dari Pemprov. Jika tidak, Gubernur Sumbar akan resmi digugat ke ranah hukum.

“Kami sudah sepakat menunggu hingga habis bulan April 2017 ini. jika tidak kami secara resmi akan menggugat Gubernur,” kata Uslaini. (h/dib/ang)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM