Industri Sawit Tingkatkan Ekonomi Sumbar


Sabtu,15 April 2017 - 03:28:45 WIB

PADANG, HALUAN – Opini yang berkembang selama ini adalah industri minyak sawit hanya bermanfaat bagi pelakunya dan kurang memberi manfaat bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Padahal, industri minyak sawit berhasil menempatkan Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia sekaligus produsen minyak nabati dunia.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif PAPSI Tungkot Sipayung. Untuk membuktikan, apakah industri minyak sawit bersifat ekslusif atau inklusif dapat dilihat dengan indikator dampak multiplier output, pendapatan, nilai tambah dan tenaga kerja.

Menurutnya, perkembangan perkebunan kelapa sawit disebabkan oleh peningkatan konsumsi, investasi maupun eksport akan menciptakan manfaat yang lebih besar, termasuk perekonomian secara keseluruhan.

"Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit akan menciptakan kue ekonomi, bagi sektor-sektor ekonomi nasional baik yang terkait langsung maupun yang terkait secara tidak langsung dengan perkebunan kelapa sawit," katanya.

Namun, sayangnya ditengah pertumbuhan kelapa sawit ada juga pihak yang tidak berpihak dengan berkembangnya kebun sawit. Penolakan terhadap perkebunan kelapa sawit, bisa terjadi dari lokal maupun dari luar.  "Beberapa negara melalui LSM, secara intensif menyerang industri minyak sawit dunia. Khususnya, minyak sawit Indonesia," katanya.

Gerakan anti sawit sudah sejak lama, dengan mengusung isu mengandung kolestrol, tidak ada kontribusi pada pemerintah, memiskinkan petani, emisi GHG yang cukup besar dan lainnya. Berbagai cara dilakukan, untuk menekan perkembangan industri minyak sawit Indonesia.  "Berdasarkan fakta, jelas gerakan anti sawit tidak berdasarkan fakta empiris," tegasnya.

Motif  gerakan anti sawit karena, persaingan minyak nabati global dan pengalihan tanggungjawab peningkatan emisi GHG global dari negara barat ke negara berkembang termasuk Indonesia.

Bahkan dibalik banyaknya tekanan, minyak sawit adalah minyak nabati global yang pertama didunia memiliki sistem tata kelola dan sertifikasi minyak nabati berkelanjutan. Dan, negara pertama didunia yang melakukan sertifikasi minyak nabati adalah Indonesia.

"Lebih membanggakan lagi, pertumbuhan produksi minyak sawit berkelanjutan sertifikasi relatif cepat," katanya.

Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumbar, Sudarman mengatakan, sisi positif dari kelapa sawit ini ialah, mampu menyerap tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi meningkat.

"Pemerintah diharapkan bisa memberikan dukungan sepenuh hati. Bahwa perekonomian meningkat, berasal dari sawit," katanya.

Meskipun, disisi lain banyak tekanan untuk menghantam sawit. Namun, rakyat berharap hidup dari sawit. Bahkan, ada LSM diluar negeri ingin sawit tidak berkembang. 

"Saya berharap pelaku sawit mengatakan yang sejujurnya kepada mahasiswa dan masyarakat, yang buruk dari sawit agar diperbaiki dan yang baik dari sawit agar dibesarkan," ujarnya.(h/ade)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM