Prosesi Penjemputan Tan Malaka Tuntas


Rabu,12 April 2017 - 09:53:19 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Prosesi Penjemputan Tan Malaka Tuntas IST/NET

SULIKI, HALUAN – Setelah berhasil membawa tanah makam Tan Malaka ke kampung halaman, pihak keluarga akan menutup proses penjembutan jenazah selama empat hari, Kamis – Minggu (13-16/4) besok. Serangkaian acara adat dan agama akan dilakukan.

Pada Kamis (13/4), pihak keluarga dan masyarakat Pandam Gadang serta aktivis yang peduli akan perjuangan Tan Malaka akan mengarak kerbau dengan talempong dan pupuik sarunai dari Nagari Suliki hingga Pandam Gadang. Sesampai di sana, kerbau akan dibantai di Halaman Kantor Wali Nagari Pandam Gadang.

Kemudian, pada Jumat (14/4), pihak keluarga bersama tokoh adat akan menyerahkan gelar datuk Tan Malaka yang sebelumnya disandang oleh almarhum Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka kepada Hengky NA SE yang merupakan keturunan keluarga Sutan Ibrahim, oleh ninik mamak Kelarasan Bunga Setangkai Suliki, Luak Limapuluh. Di hari terakhir, Sabtu (15/4) Wakil ketua DPR RI, Fadli Zon akan meresmikan makam dan tugu Tan Malaka tepat di depan rumah gadang tempat Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka menghabiskan masa kecilnya. Barulah keesokan harinya, Minggu (16/4) digelar doa bersama untuk almarhum oleh ustad Arifin Ilham.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengatakan dengan adanya gelaran adat dan agama ini, berarti rangkaian panjang proses penjemputan jasad Sutan Ibrahim Tan Malaka resmi berakhir.  “Acara ini sebagai simbol untuk mengakhiri perjuangan keluarga dan kawan-kawan yang peduli dengan perjuangan Tan Malaka untuk memindahkan jasadnya dari Selopanggung, Kabupaten Kediri ke tanah kelahiran almarhum di Pandam Gadang, Kabupaten Limapuluh Kota. Di acara ini juga akan diresmikan makam dan monument Tan Malaka tepat didepan rumah gadang beliau,” kata Ferizal Ridwan kepada Haluan, Selasa (11/4)

Ia juga mengatakan setelah proses penjemputan jasad Tan Malaka ini, masyarakat Pandam Gadang dan Keluarga akan memperjuangkan kompensasi yang selama ini telah dirancang. Salah satunya memperbaiki nama baik Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka yang pada masa Orde Lama selalu diklaim sebagai komunis. Hal ini berbanding terbalik dengan perjuangan Tan Malaka yang dianggap banyak pihak sebagai bapak pendiri bangsa Indonesia ini.

“Ada 14 item kompensasi yang diminta keluarga Tan Malaka dan masyarakat Pandam Gadang kepada negara. Salah satunya, memperbaiki nama baik Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka dan ada beberapa hal lain yang pastinya mengarah kepada membangun kampung halaman almarhum,” kata Ferizal.

Dalam memperjuangkan kompensasi untuk almarhum Tan Malaka, keluarga dan aktivis yang peduli dengan Tan Malaka sudah mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat maupun pemerintah daerah dan pusat. (h/ang)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM