Bupati Pessel: Mereka Anggap Mandeh Negeri Tidak Bertuan, Saya Akan Usut Tuntas Pelakunya


Minggu,09 April 2017 - 20:11:59 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Bupati Pessel: Mereka Anggap Mandeh Negeri Tidak Bertuan, Saya Akan Usut Tuntas Pelakunya Bupati Pessel Hendrajoni saat melakukan kunjungan keduanya ke Mandeh, bersama sejumlah OPD dan perwakilan masyarakat setempat. (Okis Mardiansyah)

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni terus menelusuri sejumlah kerusakan hutan bakau (mangrove), di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh. Menurutnya pengrusakan tersebut ditenggarai melibatkan sejumlah oknum pejabat tinggi daerah maupun provinsi.

 

Pada kunjungan kedua kalinya, Jumat (7/4), Bupati Hendrajoni semangkin meradang, sebab Kawasan Mandeh yang terdapat di kenagarian Sungai Nyalo, kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pessel itu, sudah dikuasai oleh sejumlah pejabat yang menganggap Mandeh seperti negeri tidak bertuan. Namun, ia masih enggan menyebutkan nama-nama pelaku tersebut.

 

"Ini pejabat tinggi semua yang bermain, sudah jelas tidak ada izin. Namun, mereka anggap daerah ini (mandeh) seperti negeri tidak bertuan. Hal ini harus menjadi tanggung jawab kita semua untuk mengusutnya," tegas Hendrajoni saat itu.

 

Menurut Bupati Hendrajoni, dari sejumlah data yang dikumpulkan, kerusakan yang paling terparah terdapat di Kenagarian Sungai Nyalo Mudiek Aia, di lokasi tersebut kurang lebih 480 meter persegi kawasan hutan bakau (mangrove) sudah dirambah tangan-tangan jahil sejak tahun 2016 lalu. Sehingga pada akhir (Februari 2017), luas kawasan yang dirambah terus saja bertambah dengan luas kurang lebih 56x15 meter, atau setara dengan 750 meter persegi, dengan total kerusakan mencapai 1.230 meter yang sudah di babat habis.

 

"Tidak hanya kawasan Bakau saja yang mereka babat, terumbu karang juga diambil untuk pembangunan dermaga pribadi oleh tangan jahil yang tidak bertanggung jawab," ujar Bupati dengan nada geram.

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
Baca Juga Topik #Nasib Mandeh
Kawasan Mandeh, Bupati Pessel Instruksikan Pemberhentian Pembangunan Manfaatkan Karpet, Enam Napi Lapas Pariaman Kabur Perusak Mandeh Orang Penting Sumbar Ketua DPRD Pessel Ingatkan Soal Tata Ruang Mandeh Alat Berat di Lokasi Pengrusakan Mandeh “Menghilang” Jadi Ledekan Bule, Bikin Resah Warga Penegak Hukum LHK Turun Tangan, Kasus Mandeh Dibahas Dua Menteri Wagub Minta Semua Pihak Duduk Bersama, Kasus Mandeh Rugikan Sumbar Kawasan Mandeh Diblokir Sementara Ketua TPF PMP : Saya Sudah Ramal Masalah Besar Akan Terjadi Di Mandeh Terkait Kasus Mandeh, Semua Pihak Diminta Menahan Diri Tim KLH Sudah di Mandeh, Kumpulkan Data dan Cari Tahu Pelaku Perusakan Lima Objek Strategis Mandeh Rusak Tim Investigasi Polda Sumbar di Mandeh, Ditreskrimsus: di Negara Ini Tidak Ada yang Kebal Hukum DLH Pessel: Sudah Dilarang, Perusakan Mandeh Masih Berlanjut Gawat! Pengelola Pulau Suwarnadwipa Ambil Karang Untuk Bangun Penginapan Menteri Susi Geram! Karang Dijadikan Bahan Bangunan di Pulau Suwarnadwipa Pulau Suwarnadwipa Belum Kantongi Izin Kasus Mandeh Masuk Ranah Hukum, Bupati Pessel Diperiksa Polda Sumbar Walnag Hingga Bupati Diperiksa Polda Komisi IV DPRD Sumbar Desak Provinsi Siapkan RDTR Mandeh Bupati Pessel: Pejabat Melanggar Hukum Biasanya Hukuman Lebih Tinggi Didampingi Pejabat Kementerian LHK, Anggota DPR Tinjau Kerusakan Mandeh Mulyadi: Kami Akan Melakukan Upaya Pemulihan Terhadap Sejumlah Kerusakan Di Mandeh. Dugaan Perusakan Terumbu Karang, Direktur Suwarnadwipa sebagai Tersangka Jadi Tersangka Perusakan Terumbu Karang, Direktur Suwarnadwipa Ditahan Kepala DKP Sumbar: Pengelola Suwarnadwipa Ambil Karang Hidup untuk Dinding Resort DPRD Gandeng Instansi Terkait Awasi Pulau Bangun Resort Dengan Terumbu Karang, Dirut Suwarnadwipa Mulai Disidang Sidang Perusakan Terumbu Karang di Kawasan Wisata Suwarnadwipa, PH Terdakwa Sebut Dakwaan JPU Kabur Eksepsi Eks Dirut Suwarnadwipa Ditolak Suwarnadwipa Pakai Terumbu Karang hingga 15 Kubik Wakil Bupati Pessel Jadi Tersangka Kasus Mandeh Tim Dirjen Gakkum Kementerian LHK Sempat Dihadang Preman Bersenjata di Kawasan Mandeh Kasus Mandeh Dikoordinasikan ke Kejagung Logika Hukum: Semestinya Tanggung Jawab Perusahaan Kasus Suwarnadwipa, Irawan Gea Sebut Nama Hendri Long Dalam Sidang Perusakan Karang Penyidik KLHK Sudah di Pessel, Saksi Kasus Perusakan Mandeh Mulai Dipanggil Tim Gakkum KLHK Pasang Garis Polisi di Kawasan Mandeh yang Rusak

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM