Hutan Lindung Dibabat, Bakau Dirusak, Kawasan Mandeh Porak Poranda


Jumat,07 April 2017 - 11:49:05 WIB
Hutan Lindung Dibabat, Bakau Dirusak, Kawasan Mandeh Porak Poranda Kawasan Mandeh, Pesisir Selatan, Wikipedia

“Ini sangat kita sayangkan, kita sudah melihat kondisi di lapangan. Masyarakat Mandeh hanya diiming- imingi keuntungan ekonomi tanpa kepastian, terlebih lahan telah dilepaskan ke pihal luar” Direktur Walhi Sumbar, Uslaini.

 

“Mandeh itu belum ada studi kelayakannya. Studi kelayakan itu sangat penting sebelum investasi dilakukan. Itu sebabnya, pembebasan lahan menjadi polemik” Kepala BKPMD Sumbar, Mazwar Dedi.

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM –Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh di Pesisir Selatan (Pessel) yang diimpikan jadi destinasi wisata unggulan Sumbar, lingkungannya kini rusak parah. Para investor terselubung merusak Mandeh. Rimbanya dibabat secara ilegal, bukit-bukit digunduli untuk dibangun penginapan. Hutan bakau yang jadi penyangga ekosistem malah digusur untuk pembuatan dermaga. Mandeh kini tak ubahnya gadis lajang yang kusut masai diperkosa banyak orang. Siapa yang bermain?

 

Sebagai destinasi wisata, Mandeh memang butuh investor. Sarananya butuh dibangun dengan baik. Namun, tentu saja, sebelum semua dilakukan, harus ada kajiannya dulu. Studi kelayakan, dan Kajian Ekonomi Khusus (KEK). Selain itu, regulasi penggunaan hutan lindung, juga mesti dipikirkan karena sebagian besar KWT Mandeh merupakan hutan lindung. Jika semua regulasi sudah dijalankan, barulah pembangunan bisa dilakukan.

 

Mandeh bisa dipersolek dengan baik. Jangan sampai, segala regulasi belum selesai, Mandeh sudah terlebih dahulu digarap, tanpa rencana yang matang. Para pihak semestinya harus menahan diri untuk membangun Mandeh dan memikirkan untung, sebelum semua aturan yang dibutuhkan ada. Agar apa yang dilakukan tak melanggar hukum dan benar-benar bermanfaat untuk kemajuan daerah.

 

Pembangunan Mandeh yang tidak sesuai konsep dan aturan itu sempat membuat Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni meradang. Hendrajoni taburansang melihat alam daerahnya diekploitasi tanpa regulasi dan payung hukum yang jelas. Mandeh porak poranda. Sebagai Bupati, Hendrajoni kecolongan.

 

“Mandeh dibabat. Jelas itu salah. Hutan bakau dirusak untuk membuat pelabuhan pribadi, bukit-bukit dipangkas mengggunakan alat berat. Jika ini terus berlanjut, maka ke depannya Mandeh tidak akan indah lagi dipandang mata. Porak poranda. Saya akan bawa persoalan ini ke ranah hukum. Akan dilaporkan," ungkapnya, Rabu (5/4).

 

Tak tanggung-tanggung, Hendrajoni menuduh sejumlah pejabat yang memiliki kekuasaan ikut serta membabat KWT Mandeh. Namun, saat ditanya lebih jauh, kepala daerah yang sebelumnya seorang polisi itu tak menyebut nama. “Ada pejabat yang ikut merusak Mandeh. Saya akan laporkan,” tegasnya.

 

Bupati sudah menginstruksikan agar segera memberhentikan pembangunan tersebut. Secara tegas ia juga mengingatkan kepada OPD terkait, untuk memperketat pemberian izin pendirian bangunan yang ada di daerah itu. Sebab, jika terus berlanjut maka akan sulit untuk mempromosikan wisata daerah ke investor, baik lokal maupun mancanegara.

 

"Padahal upaya kita untuk mempromosikan wisata daerah sangat sulit, dan butuh lobi-lobi dengan investor, agar mereka mau berinvestasi disini. Namun, pada kenyataannya sejumlah kawasan strategis milik kita sudah dikuasai oleh orang lain. Hal ini tidak bisa kita biarkan, siapapun pelakunya akan kita tindak tegas," ujar Bupati dengan nada geram.

 

Masyarakat Hanya Kena Iming-iming

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM