Pengelolaan Hutan Pinus Dipertanyakan


Kamis,06 April 2017 - 11:27:47 WIB
Pengelolaan Hutan Pinus Dipertanyakan

PASAMAN, HALUAN - Puluhan warga Abam, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, temui bupati dan wakil bupati setempat, Rabu (5/4). Mereka, mempertanyakan legalitas pengelolaan ratusan hektare hutan pinus oleh enam warga setempat.

Pasalnya, bermunculan klaim sejumlah warga setempat mengaku telah mengantongi izin lokasi untuk melakukan penyadapan ratusan ribu pohon pinus, pasca berakhirnya kewenangan pihak PT Inhutani sebagai pengelola hutan pinus di daerah itu.

Turut hadir, Bupati Pasaman Yusuf Lubis, beserta wakilnya Atos Pratama, Asisten Pemerintahan Dalisman, Asisten Kesra M.N Soesilo, Kepala Kesbangpol Afridansyah, Kabag Humas Eri Hermawan, Kasat Intelkam AKP Asror.

Perwakilan warga Abam, Sukirman menyampaikan, kedatangan puluhan warga setempat untuk meminta bupati menghentikan klaim sepihak pengelolaan hutan pinus dan monopoli harga getah pinus oleh oknum warga tersebut. 

"Kita inginnya itu dihentikan. Enam warga mengklaim punya izin lokasi sehingga bentrok dengan warga. Padahal, kami tahu hanya satu orang yang bermain disitu, selebihnya topeng," katanya. 

Ia pun membeberkan, bahwa kepala jorong setempat (Abam), yang bermain dan mengatur pengelolaan ratusan hektare hutan pinus itu. Akibatnya, kata dia, warga yang bekerja menyadap getah setiap hari merasa dirugikan.  

"Getah pinus yang disadap hanya dihargai sebesar Rp5 ribu per kg kepada petani selaku buruh. Tapi nyatanya, harga jualnya tinggi pak," katanya.

Warga pun meminta pemkab segera menindaklanjuti izin yang dipegang karena semena-mena terhadap petani.

"Janjinya, pihak perusahaan menyumbangkan Rp250 per kg dalam setiap penjualan getah pinus kepada masyarakat setempat untuk pembangunan masjid," ujar warga.

Mereka pun meminta, agar harga getah pinus disesuaikan dengan harga pasar. Pasalnya, kata dia, sebanyak 80 an warga setiap hari menggantikan nasibnya dari menyadap pinus.

"Harga harus sesuai dengan harga pasar. Demikian pula sumbangan untuk kampung harus direalisasikan. Kami yang datang adalah sebagai pekerja. Sebanyak 80 orang warga bekerja menyadap getah pinus dihutan itu setiap hari," katanya.

Salah seorang warga, Safril mengatakan dulu hutan pinus yang terdapat disepanjang jalan Rao-Rumbai itu dikelola oleh PT Inhutani. Setelah itu berakhir, baru dikelola sepihak oleh beberapa orang warga masyarakat.

"Ada enam orang warga kami, mengaku punya izin kelola dari perusahaan yang kami tidak ketahui identitasnya, yakni Longkei, zulkarnaien, cili, kulul Asmi, Nasrun dan safran sebagai pemegang izin lokasi perkebunan," katanya.

Setelah dikroscek, kata dia, ternyata sebanyak lima orang warga selain Safwan mengaku tidak tahu menahu soal kepemilikan izin itu. 

Terpisah, Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengatakan, masyarakat ingin tahu siapa pemilik lahan itu sebenarnya, termasuk meminta kejelasan sumbangan sebesar Rp250 per kilogramnya belum realisasikan kepada warga.

"Kita akan mencari tahu, luas area tanam hutan pinus di wilayah itu berapa. Termasuk legalitas perizinan yang dikantongi pihak terkait," katanya.

Ia bersama Wabup meminta masyarakat tetap tenang dan menjaga kondusifitas. Selain itu, ia juga meminta masyarakat harus tetap bekerja dan menghindari pertikaian yang berpotensi menimbulkan konflik.

"Kita, pemerintah akan mempelajari terlebih dahulu, siapa pemegang izinnya, berapa luas hamparannya. Setelah itu baru pemerintah bisa mengambil action," ucap bupati. 

Sementara, Walinagari Lubuk Layang, Ermin mengakui bahwa pengelola ratusan hektar hutan pinus di nagari itu sudah berpindah tangan, dari sebelumnya PT Inhutani kepihak lain. 

"Iya, dulu Inhutani. Ada keluar aturan baru, jad Inhutani tidak boleh lagi mengelola. Kalau sekarang, saya lupa siapa yang mengelolanya," katanya. (h/mg-yud)

 

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM