Kawasan Mandeh, Bupati Pessel Instruksikan Pemberhentian Pembangunan


Rabu,05 April 2017 - 20:09:37 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kawasan Mandeh, Bupati Pessel Instruksikan Pemberhentian Pembangunan Kunjungan Bupati ke Kawasan Mandeh beberapa waktu lalu. Bupati meradang, sebab hutan Mangrove yang ada dikawasan tersebut telah dirusak, dengan tujuan akan dijadikan pelabuhan kecil untuk kepentingan sejumlah oknum tertentu. (Okis Mardiansyah)

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Hendrajoni sangat menyesalkan sejumlah kawasan strategis di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kecamatan koto XI Tarusan, sudah dimiliki oleh sejumlah pejabat terkait.

 

"Jelas itu salah, hutan bakau di rusak untuk membuat pelabuhan pribadi, bukit-bukit dipangkas mengggunakan alat berat, jika ini terus berlanjut, maka kedepannya Mandeh tidak akan indah lagi dipandang mata," ungkapnya di Painan, Rabu (5/4).

 

Hal tersebut diketahui saat pihaknya mengunjungi kawasan Mandeh, pada Selasa, (4/4) lalu, kemarin. Sebab, sudah sering mendapat telepon dari masyarakat untuk segera meninjau kondisi terkini Mandeh.

 

"Ternyata memang benar laporan tersebut, tentu ini tidak bisa kita biarkan, dan pelakunya harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Sebab, ditenggarai ada sejumlah pejabat daerah yang bermain, dan tidak mengantongi izin resmi," kata Bupati kepada Haluan.

 

Terkait hal itu, Bupati mengintruksikan agar segera memberhentikan pembangunan tersebut. Secara tegas ia juga mengingatkan kepada OPD terkait, untuk memperketat pemberian izin pendirian bangunan yang ada di daerah itu. Sebab, jika terus berlanjut maka akan sulit untuk mempromosikan wisata daerah ke investor, baik lokal maupun mancanegara.

 

"Padahal upaya kita untuk mempromosikan wisata daerah sangat sulit, dan butuh lobi-lobi dengan investor, agar mereka mau berinvestasi disini. Namun, pada kenyataannya sejumlah kawasan strategis milik kita sudah dikuasai oleh orang lain. Hal ini tidak bisa kita biarkan, siapapun pelakunya akan kita tindak tegas," ujar Bupati dengan nada geram.

 

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Zefnihan mengatakan, untuk saat ini jumlah penginapan yang ada di Mandeh lebih kurang 30 kamar. Jumlah itu, menurutnya masih belum cukup untuk menampung kunjungan wisatawan yang kapanpun bisa membludak, khususnya pada hari libur dan iven-iven tertentu.

 

"Terkait kerusakan hutan yang ada diperbukitan Mandeh, itu merupakan kewenangan OPD terkait. Sebab, sudah ada ASN yang dikhususkan untuk mengawasi kegiatan pembangunan tersebut," tutupnya. (h/mg-kis)

 

Editor: Rivo Septi Andries


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,09 Juni 2017 - 12:20:59 WIB

    Antisipasi Macet, Dishub Siapkan Kawasan Parkir Alternatif

    Antisipasi Macet, Dishub Siapkan Kawasan Parkir Alternatif SOLOK, HARIANHALUAN.COM – Kendati Lebaran masih jauh, sekitar 16 hari lagi, namun Dinas Perhubungan Kota Solok sudah melakukan kajian analisis kemungkinan dilakukannya rekayasa kawasan parkir sebagai antisipasi jika terjadi.
  • Jumat,05 Mei 2017 - 10:02:44 WIB

    Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok Padang Pariaman, Ali Mukhni : Ini Bukan Mimpi Kosong

    Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok Padang Pariaman, Ali Mukhni : Ini Bukan Mimpi Kosong Karya besar lahir dari mimpi yang besar. Kita harus yakin, optimis, bekerja keras dan berusaha sungguh-sungguh untuk meraihnya. Insya Allah, ini bukan mimpi kosong… .
  • Jumat,21 April 2017 - 10:47:46 WIB

    Kawasan Mandeh Diblokir Sementara

    Kawasan Mandeh Diblokir Sementara PAINAN, HARIANHALUAN.COM – Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni memasang plang pelarangan di Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh. Plang itu berupa imbauan yang melarang pembangunan di Mandeh, sampai terbitnya izin lingkungan. .
  • Senin,13 Maret 2017 - 09:38:23 WIB

    Kawasan Sekitar Pangkalan Harus Diaudit

    Kawasan Sekitar Pangkalan Harus Diaudit LIMAPULUH KOTA, HALUAN – Isu kerusakan lingkungan yang jadi pemicu bencana longsor dan banjir di Limapuluh Kota, bukan sekadar isapan jempol semata. Kerusakan itu terpantau dari foto udara yang dilakukan sejumlah pihak. Hut.
  • Minggu,29 Januari 2017 - 21:18:26 WIB

    Kawasan Ekowisata Penyu Amping Parak Pessel Diserbu Pengunjung

    Kawasan Ekowisata Penyu Amping Parak Pessel Diserbu Pengunjung PAINAN, HALUAN- Kawasan Ekowisata Penyu Amping Parak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan diserbu pengunjung selama libur nasional Sabtu (28/1) hingga Minggu (29/1). Motivasi pengunjung datang ke kawasan itu umumnya ing.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM