Hukuman Maksimal Predator Anak Belum Diterapkan


Rabu,05 April 2017 - 12:44:40 WIB
Hukuman Maksimal Predator Anak Belum Diterapkan Ketua LPSK dan para narasumber seminar LPSK di Jambi Kamis, 4 April 2017

JAMBI, HARIANHALUAN.COM – Aturan untuk memperberat hukuman bagi predator anak sudah dituangkan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hanya saja penerapannya yang belum terlihat.

 

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai mengakui, pemerintah sudah mengeluarkan aturan yang bertujuan menambah efek jera bagi para pelaku kejahatan seksual anak. Mulai dengan pemberatan sanksi pidana, dan pengumuman identitas pelaku, ditambah ancaman hukum tambahan berupa kebiri kimia dan pemasangan alat pendeteksi elektronik untuk pelaku dewasa.

 

“Aturan sudah ada tapi belum tahu bisa dilaksanakan atau tidak. Karena sampai saat ini masih ada pro dan kontra, baik dari dokter yang diminta melakukan kebiri bagi predator anak, maupun penolakan dari para aktivis hak asasi manusia,” ungkap Semendawai dalam seminar LPSK bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenkumham Jambi bertema, “Bahu-membahu dalam Pemenuhan Hak Korban Kekerasan Seksual” di Jambi, Selasa (4/4).

 

Seminar yang dihadiri aparat penegak hukum di Provinsi Jambi serta para pemangku kepentingan lainnya di Jambi ini menampilkan narasumber dari internal LPSK yaitu Wakil Ketua LPSK Lies Sulistiani, Staf Ahli Gubernur Jambi Tagor Nasution dan Kasubdit IV Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jambi AKBP Heri Manurung.

 

Wakil Ketua LPSK Lies Sulistiani menyoroti meningkatnya angka kasus kekerasan seksual yang dilaporkan kepada pihak kepolisian. Sebelumnya kasus yang mendominasi laporan di Polri antara lain pencurian dengan pemberatan maupun pencurian dengan kekerasan.

 

mun, belakangan, kasus kekerasan seksual anak mulai mencuat.

 

“Angka korban kekerasan tinggi, tapi masih ada dark number yang belum terungkap,” kata dia.

 

Sedangkan Staf Ahli Gubernur Jambi Tagor Nasution mengungkapkan, jumlah penduduk Jambi 3,4 juta jiwa. Sementara jumlah anak yang sering menjadi korban kekerasan mencapai 11% dari total penduduk, atau setara dengan 340 ribu jiwa.

 

Dia juga mengakui kasus kekerasan seksual anak menunjukkan tren peningkatan dimana pada 2015 jumlah yang dilaporkan hanya 24 kasus, dan membengkak menjadi 64 kasus pada tahun 2016.

 

 

Tagor juga mengamini data tersebut belum bisa menggambarkan kejadian sebenarnya di masyarakat karena lebih banyak lagi kasus yang tidak terungkap karena mungkin sudah diselesaikan secara adat.

 

Penyebab lainnya yaitu pihak keluarga yang kerap menutup-nutupi, menyalahkan korbannya, tidak peduli, malu, menyuruh korban untuk tutup mulut dan mengancam korban untuk tidak melapor ke polisi.

 

Kasubdit IV Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jambi AKBP Heri Manurung mengatakan, pihaknya sudah memiliki satgas khusus untuk menangani perlindungan terhadap perempuan dan anak, mengingat tindak pidana kekerasan seksual meningkat drastis.

 

Namun, pihaknya tidak menampik jika dalam implementasinya ditemui hambatan sehingga penanganan kasus kekerasan seksual perempuan dan anak belum maksimal.

 

Untuk itulah, kata Heri, pihaknya siap bekerja sama dengan LPSK dan memanfaatkan layanan yang dimiliki LPSK, khususnya dalam pemenuhan hak korban seksual.

 

 

Sebab, kata dia, pihaknya hanya dimodali anggaran untuk penanganan 8 kasus kekerasan seksual, tetapi pada kenyataannya, untuk satu bulan saja, laporan mengenai tindak pidana kekerasan seksual sudah mencapai 30-an kasus.(h/rel)

 

 

Editor: Rivo Septi Andries

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:38 WIB

    Di Pasaman, Potensi Peredaran Narkoba Masih Tinggi

    PASAMAN, HALUAN— Selama tahun 2014, Polres Pasaman ber­hasil menga­mankan barang bukti 47,787 kilogram ganja kering dan 24,28 gram sabu-sabu dengan total transaksi diperkirakan Rp200 juta.

    Kapo.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM