Diduga Pelantikan Ketua Cacat Hukum, Kantor KAN di Pessel Dikepung Warga


Minggu,02 April 2017 - 21:42:27 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Diduga Pelantikan Ketua Cacat Hukum, Kantor KAN di Pessel Dikepung Warga Masyarakat memaksa masuk kedalam gedung KAN untuk memboikot pelantikan JJ Dt. Pintu Langik. Saat itu terlihat terjadi aksi dorong-dorongan antara petugas dengan masyarakat yang menolak pelantikan tersebut. Sebanyak 70 personil gabungan terlihat berjibaku mengamankan lokasi agar tetap berjalan kondusif. (Okis Mardiansyah)

PAINAN, HARIANHALUAN.COM--Ratusan masyarakat yang tergabung dari Keselarasan Koto Piliang, Nagari Palangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mengepung gedung Kerapatan Adat Nagari (KAN) setempat, Sabtu (1/4).

 

Aksi tersebut bertujuan, agar prosesi pelantikan ketua KAN atas nama Jasril Jack (JJ) Dt. Pintu Langik dibatalkan, karena dinilai menyalahi aturan hukum dan adat.

 

Ketua KAN Pelangai keselarasan Koto Piliang Rajo Adat M. Tuanku Sutan Pariman, mengatakan, bahwa secara otonom di Kenagarian Palangai, ketua KAN secara otomatis dipimpin oleh Rajo Adat keselarasan koto Piliang bukan dari keselarasan lain. Menurutnya, ketua KAN tidak boleh dipilih, sebab sudah melekat secara turun temurun menurut garis keturunan nenek moyang masing-masing. 

 

"Dalam hal ini, kami menilai JJ Dt. Pintu Langik secara sengaja telah mengacaukan sistem adat yang ada di nagari Pelangai ini. Kalau terus berlanjut, saya kawatir kondisi ini akan berpengaruh kepada anak kemenakan, dan akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan," sebutnya ditengah aksi yang sedang berlangsung. 

 

Menurutnya, pemilihan ketua KAN di Nagari Pelangai, telah didasari oleh pedoman seluruh niniak mamak yang terdiri dari empat penghulu pucuak yakni, melayu, kampai, lareh nan batigo, Panai. Sementara itu, JJ Dt. Pintu Langik jauh dari sistem tersebut, dan dinilai sudah menyalahi peraturan undang-undang yang berlaku. Sebab, JJ Dt. Pintu Langik hanya merupakan "Indiko Ketek" yang sangat jauh dari garis keturunan tersebut, dan tidak mungkin bisa menduduki/diangkat menjadi ketua KAN.

 

"Nah, disana sudah jelas secara aturan dan ketentuan hukum yang berlaku. Jadi, aturan mana lagi yang menyatakan bahwa ketua KAN di nagari Pelangai ini, tidak dari keturunan keselarasan koto Piliang. Dia (JJ Dt. Pintu Langit) salah besar dalam hal ini," tegasnya.

 

Salah seorang anak kemenakan yang kebetulan sebagai Kordinator Lapangan (Korlap), Amri Adi Syam Indra (42) mengatakan, bahwa JJ Dt. Pintu Langik dinilai sudah mengacau tatanan adat di nagari palangai yang sudah diatur oleh silsilah dan perda. Jadi apapun alasannya, JJ Dt. Pintu Langik untuk menjadi ketua KAN, tetap tidak akan bisa.


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,19 September 2017 - 17:59:06 WIB

    Diduga Stres, Wanita Paruh Baya Nekat Gantung Diri

    Diduga Stres, Wanita Paruh Baya Nekat Gantung Diri LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Diduga mengalami stress akibat penyakit yang diderita tak kunjung sembuh, akhirnya Ibu Rumah Tangga nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Wanita paruh baya yang diketahui berna.
  • Senin,11 September 2017 - 17:59:27 WIB

    Diduga Terjangkit Virus Mers, Jemaah Haji Asal Bengkulu Meninggal di RSUP DR. M. Djamil

    Diduga Terjangkit Virus Mers, Jemaah Haji Asal Bengkulu Meninggal di RSUP DR. M. Djamil  PADANG,  HARIANHALUAN.COM - Dua orang jemaah haji yang baru pulang dari tanah suci Mekkah,  harus dilarikan ke RSUP Dr.  M.  Djamil Padang karena mengalami gangguan pernafasan. Namun, salah seorang jemaah bernama Romnah.
  • Selasa,05 September 2017 - 18:36:02 WIB

    Diduga Cabuli Bocah, Oknum PNS di Padang Dibekuk Polisi

    Diduga Cabuli Bocah, Oknum PNS di Padang Dibekuk Polisi PADANG,  HARIANHALUAN.COM -- Salah seorang oknum PNS atau ASN Pemko Padang, berinisial S (55)  dibekuk oleh Satreskrim Polresta Padang, Senin (4/9) malam karena diduga mencabuli dua anak dibawah umur.  .
  • Rabu,30 Agustus 2017 - 00:05:31 WIB

    Diduga Edarkan Sabu, Suami Istri Ini Diciduk Polresta Padang

    Diduga Edarkan Sabu, Suami Istri Ini Diciduk Polresta Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM - Berdalih hendak memenuhi kebutuhan hidup akibat penghasilan yang pas-pasan, sepasang suami istri ditangkap oleh jajaran Sat Resnarkoba Polresta Padang karena kedapatan menyimpan dan mengedarkan nar.
  • Selasa,29 Agustus 2017 - 10:29:46 WIB
    PT KURNIA SEJAHTERA PASTIKAN PRODUK STERIL

    Heboh Garam Diduga Bercampur Kaca

    Heboh Garam Diduga Bercampur Kaca “Kami belum bisa menyimpulkan apakah garam itu mengandung kaca atau tidak, karena masih dalam penyelidikan” Hilda Murni, Pejabat BPOM Padang..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM