Permasalahan Tanah By Pass Temui Titik Terang


Kamis,23 Maret 2017 - 11:08:18 WIB
Permasalahan Tanah By Pass Temui Titik Terang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi beserta dinas terkait turun ke lapangan untuk menyelesaikan permasalahan tanah kawasan By Pass di Kelurahan Pulai Anak Air, Selasa (21/2). GATOT

BUKITTINGGI, HALUANPermasalahan tanah di kawasan By Pass Kelurahan Pulai Anak Air, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), antara Pemko Bukittinggi dan pemilik tanah, yang sudah puluhan tahun tidak berkeruncingan, kini mulai menemui titik terang.

Setelah melalui konsolidasi dan pertemuan yang dilakukan beberapa kali oleh pemerintah daerah setempat dengan pemilik tanah, akhirnya didapat kesepakatan oleh kedua belah pihak dalam penyelesaian tanah di kawasan By Pass yang sudah puluhan tahun tidak berkesudahan tersebut tanpa adanya pihak yang dirugikan.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengutarakan, kesepakatan penyelesaian tanah tersebut dilakukan secara baik-baik melalui jalur kekeluargaan antara Pemko Bukittinggi dan pemilik tanah yang mencakup delapan persil di kawasan By Pass Kelurahan Pulai Anak Air.

Setelah didapat kesepakatan, kata Ramlan, Pemko Bukittinggi menindaklanjutinya dengan mengukur ulang tanah bersama Badan Pertanahan Negara (BPN) sesuai peta, lalu dicocokkan dengan data pada tiap-tiap sertifikat pemilik.

“Intinya, pemilik tanah mendukung program pemerintah daerah untuk menuntaskan permasalahan tanah By Pass yang sudah puluhan tahun tak berkesudahan itu. Namun, selama ini permasalahan tersebut tidak disikapi secara tuntas. Pemerintah daerah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pemilik tanah yang sudah mau melakukan mediasi dan konsolidasi untuk menuntaskan permasalahan ini,” ujar Ramlan ketika turun ke lapangan untuk penyelesaian tanah By Pass tersebut, Selasa (21/3).

Menurut Ramlan, selama ini di kawasan By Pass Pulai Anak Air  terdapat delapan persil tanah yang masih belum terselesaikan masalahnya.  Penyelesain masalah itu menjadi tanggung jawab Pemko Bukittinggi. Untuk mendudukkan permaslahan tersebut, pihaknya terus berupaya melakukan konsolidasi untuk meyakinkan pemilik tanah dalam mencari penyelesaiannya.

 “Dalam penyelesaikan sengketa tanah By Pass ini kita melakukannya secara bertahap dengan turun kelapangan. Bagaimanapun masalah dan keluhan masyarakat harus kita carikan solusinya satu persatu dengan harapan perjanjian konsep konsolidasi yang telah disepakati dapat dijalankan untuk kepentingan masyarakat dan pemerintah daerah. Dalam konsolidasi yang dilakukan masyarakat  bersedia mengibahkan 15 persen dari luas tanahnya untuk kepentingan fasilitas umum atau jalan,” tutur Ramlan.

Ia mengakui bahwa dengan selesainya permasalahan tersebut, Pemko Bukittinggi akan memberikan keuntungan kepada masyarakat dengan memberikan sertifikat tanah yang akan dilakukan secara bertahap. 

 “Tanah By Pass yang diurus ini nantinya akan direkomendasikan Pemko Bukittinggi untuk penerbitan sertifikat. Dengan adanya sertifikat ini  akan jelas batas tanah yang telah dihibahkan masyarakat kepada pemerintah kota, dengan tanah yang menjadi milik masyarakat,” ucap Ramlan.

Sementara itu, Ninik Mamak Kaum Koto Bawah Kelurahan Pulai Anak Air, Rusdi Usman Datuak Gunuang Kayo, berharap permasalahan tanah By Pass itu selesai sehingga tidak ada lagi pertikaian dan permasalahan antara pemilik tanah dan pemerintah setempat. Menurutnya, permasalahan ini tidak akan terjadi jika Pemko Bukittinggi benar-benar serius dalam menuntaskannya.

“Dari dulu masyarakat ingin segera menyelesaikan tanah tersebut yang kini sebagian dari tanah masyarakat  telah jadi fasilitas publik. Namun, dalam proses sebelumnya masyarakat sedikit trauma karena tidak jelas langkah penyelesaiannya. Namun, sekarang dengan turunnya Wali Kota Bukittinggi beserta jajaran ke lokasi dan mengadakan pertemuan dengan masyarakat, diharapkan permasalahan sertifikat tanah sebanyak delapan persil ini selesai sehingga dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh pemerintah untuk fasilitas jalan,” harap Dt Gunuang Kayo. (h/tot)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM