Izin Tambang Di Sekitar Pangkalan Didesak untuk Dicabut


Kamis,16 Maret 2017 - 09:36:51 WIB
Izin Tambang Di Sekitar Pangkalan Didesak untuk Dicabut Banjir dan longsor di awal Maret 2017 ini di wilayah Pangkalan dan Sekitarnya di Kabupaten Limapuluh Kota diduga dipicu adanya aktivitas tambang. DOKUMEN

LIMAPULUH KOTA, HALUAN – Desakan masyarakat untuk mencabut izin tambang yang berada di Pangkalan dan Kapur IX kian kental di tengah masyarakat. Berbagai pihak meminta Pemkab Limapuluh Kota dan Pemerintah Propinsi Sumatera Barat untuk tegas mencabut izin usaha pertambangan yang diduga sebagai penyebab banjir dan longsor di Kecamatan Pangkalan dan Kapur XI, kabupaten Limapuluh Kota, jumat (3/3).

Ketua Lidik Krimsus Limapuluh Kota-Payakumbuh, Rothman Uchok Silitongga menuturan izin usaha tambang di Kecamatan Pangkalan dinilai telah merugikan masyarakat. Apapun alasannya, Pemkab Limapuluh Kota dan Pemprov Sumbar, harus tegas mencabut izin usaha tambang yang beroperasi di sekitar lokasi tersebut. Pasalnya, setiap tahun, daerah ini selalu terjadi banjir dan longsor dan dalam bencana banjir dan tanah longsor kemarin menelan 8 korban jiwa.

“Tambang ini sudah merusak lingkungan. Bagaimana eksploitasinya juga sudah keterlaluan yakni menggerus hutan dan meledakkan bukit dengan dinamit. Alasan pihak Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar akan mempertimbangan berbagai aspek dalam mencabut izin usaha tambang di Kecamatan Pangkalan tidak dapat diterima,” tegas Rothman Uchok Silitongga, Rabu (15/3)

Ia juga mengatakan akibat tambang ini, puluhan hektar sawah dan ladang masyarakat juga rusak berat. Aktivitas pertambangan material batu gunung (andesit) maupun akibat penambangan material pasir dan batu (sirtu) selama ini juga minim pengawasan.

“Kami marah karena tambang ini sudah sangat merusak. Pasalnya pengawasan sangat minim dan ini menjadi PR juga bagi pemerintah. Jika hujan tiba, lumpur bekas galian tambang mengalir dan lalu menimbun persawahan masyarakat. Masyarakat kehilangan mata pencarian. Ini perlu menjadi catatan penting bagi pemerintah Provinsi yang membawahi izin usaha tambang ini,” ulasnya.

Sejauh ini, sebanyak 6 usaha tambang di kawasan Kecamatan Pangkalan yakni PT. Koto Alam Sejahtera, PT. Hasaba Global Materindo, PT. Atika Tunggal Mandiri, PT. Bintang Sumatera Pasific, PT. Anshar Terang Crushindo dan PT. Dempo Bangun Mitra sudah dibekukan sementara.

“Dua diantara enam perusahaan tambang tersebut yakni PT. Koto Alam Sejahtera, PT. Hasaba Global Materindo, tercatat sebagai perusahan paling dekat dengan lokasi longsor di Jorong Polong Duo, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Kotobaru. Jangan membekukan aktivitas hanya sekedar masa duka saja. Namun, perlu penanganan lebih jauh lagi. Karena itulah kami meminta agar izinnya dicabut saja,” katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, dengan tegas menyatakan, terjadinya longsor di Kekok 17 itu berat dugaan dipicu oleh aktifitas tambang yang ada di sekitar lokasi. Sebelum ada usaha pertambangan bencana longsor tidak separah ini. Namun, sejak adanya izin usaha tambang di kawasan perbukitan tersebut, saat curah hujan tinggi akan mudah menggerus lapisan bukit yang menjadi longsor.

“ Kita akan tinjau izin usaha tambang di lokasi tersebut. Jika perlu, izin usaha tambang itu kita cabut, karena dampaknya selain merugikan lingkungan juga telah mendatangkan kerugian harta benda dan bahkan nyawa manusia, ” tegas Ferizal Ridwan. (h/ang)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM