Ombudman akan Kaji Layanan PDAM Bukittinggi


Kamis,16 Maret 2017 - 08:54:04 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Ombudman akan Kaji Layanan PDAM Bukittinggi ilustrasi

PADANG, HALUAN--Ombudsman Perwakilan Sumbar segera turun ke lapangan, guna membuktikan kebenaran isi surat balasan dari PDAM Tirta Jam Gadang Bukittinggi terkait dugaan mal administrasi tidak memberikan pelayanan dalam ketersediaan air bersih.

Ketua Ombudsman Perwakilan Sumbar Yunafri mengatakan, surat yang dikirim ke PDAM Tirta tersebut tindaklanjut dari laporan yang dimasukkan oleh warga ke Ombudsman. "Saya baru pulang bertugas ke luar kota, jadi baru mengetahui ada surat balasan yang dikirim oleh PDAM dan saat ini isi dari surat balasan tersebut sedang dikaji oleh kami," ungkapnya saat dihubungi, Rabu (15/3).

Setelah melakukan pengkajian surat tersebut, dalam waktu dekat Ombudsman akan mengirimkan surat pada pelapor untuk diketahui kondisinya. "Kami juga akan membalas surat dari PDAM ini, dalam waktu dekat kami juga akan melakukan monitoring ke sana. Apakah benar adanya yang ditulis dalam surat itu, dan akan ada rekomendasi nanti baik untuk PDAM maupun warga yang melaporkan," jelasnya.

Diketahui, Ombudsman mengirimkan surat pada PDAM tanggal 16 Februari 2017 lalu perihal permintaan klarifikasi tertulis terkait dugaan mal administrasi tidak memberikan pelayanan dalam ketersediaan air bersih masyarakat Guguak Panjang Kota Bukittinggi yang diterima pada tanggal 21 Februari 2017 lalu.

Dalam surat balasan yang dilayangkan oleh PDAM untuk mengklarifikasi ke Ombudsman menyatakan, secara umum pihaknya telah melayani seluruh kelurahan yang ada di semua kecamatan di Kota Bukittinggi dengan komposisi 24 kelurahan dan 3 kecamatan. Untuk jaringan perpipaan dan keberadaan pelanggan juga telah tersebar pada seluruh kelurahan tersebut.

Kondisi Desember 2016, total kapasitas distribusi PDAM sebesar 194,17 I/dt dengan jumlah pelanggan 9,773 sambungan dan cakupan pelayanan teknis sebesar 43,11 persen. Dalam pendistribusian air, PDAM Tirta Jam Gadang memakai sistim grafitasi (80 persen) dan sisanya dengan sistin pompanisasi.

Permasalahannya, total panjang jaringan perpipaan lebih kurang 190 km dengan umur rata-rata 38 tahun (exspired lebih kurang 18 tahun). Posisi pipa rata-rata telah berada di bawah perkerasan jalan, drainase, trotoar dan bangunan tempat tinggal atau perkantoran.

Selain itu, posisi jaringan perpipaan belum semuanya dapat terdeteksi dan banyaknya kerusakan yang terjadi pada jaringan perpipaan disebabkan oleh usia pipa dan dampak dari kegiatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur kota (pembuatan atau perbaikan drainase, jalan, dan trotoar).

Namun begitu, PDAM Tirta juga sudah melakukan sejumlah upaya diantaranya dengan revitalisasi jaringan pipa transmisi dari sumber air baku ke reservoar yang ada, penambahan kapasitas air baku, melakukan inventarisir jaringan berdasarkan zona pelayanan reservoar dan membuat mapping pelanggan pada suatu daerah pelayanan. (h/rin)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM