Raja Salman Tunda Investasi di Mandeh. Kenapa?


Rabu,15 Maret 2017 - 09:13:14 WIB
Raja Salman Tunda Investasi di Mandeh. Kenapa?

PADANG, HALUAN –  Investasi Rasa Salman di Mandeh yang disebut-sebut triliunan rupiah, urung terlaksana. Raja Salman belum bisa berinvestasi di kawasan Mandeh karena berbagai persoalan yang terjadi. Hal itu disebutkan Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Nasrul Abit saat Rapat Koordinasi Dan Workshop Percepatan Pengembagan Pariwisata Sumbar, Selasa (14/3) di Hotel Mercure, Jalan Purus.

Nasrul Abit mengatakan, salah satu pemicu tak jadinya Raja Salman berinvestasi di Mandeh karena terganjal pembebasan lahan yang masih belum rampung. "Iya. Raja Salman belum berinvestasi di Mandeh karena pembebasan lahan yang belum rampung. Mereka, tidak mau berurusan dengan perorangan. Untuk itu minta tanah dibebaskan terlebih dahulu. Masih ada sekitar 400 hektare di Gunung Ameh yang belum bebas lahannya," ucapnya.

Ia menambahkan, terganjal persoalan pembebasan lahan tersebut, karena lokasi yang menjadi target pembebasan lahan tidak dapat dibebaskan, sebab terkendala aturan pembebasan lahan dari pusat. “Masih ada kendala teknis yang terjadi di lapangan,” ungkap Nasrul Abit.

 Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian menambahkan, terkendala pembebasan lahan tersebut terbentur karena Undang-undang Nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum, dimana ada 18 item yang dapat dibebaskan pemerintah, namun dari 18 item itu kebetulan lahan untuk pariwisata tidak termasuk. "Jadi tidak masuknya ke 18 item itu. Kita akan carikan solusi lainnya seperti merujuk kepada peraturan Menteri Agraria nomor 6 tahun 2015 terkait pengadaan lahan untuk diluar dari 18 item itu, dengan syarat harus menjadi program prioritas pemerintah pusat. Karena tidak masuk 18 itu maka kita rujuk dengan peraturan itu. Sebab, mandeh masuk program prioritas pemerintah," ulasnya.

Oni menambahkan, karena pembebasan lahan mandeh sangat besar sehingga tidak masuk dalam program nasional, ada kawasan starategi nasional yang dikeluarkan Kementerian agraria dan tata ruang merevisi daerah yang masuk kawasan strategi nasional tersebut. "Untuk itu kita upayakan mandeh masuk program kawasan strategis nasional sehingga pembebasan mandeh sesuai dengan aturan yang berlaku," pungkasnya.

Wakil Gubernur sendiri meminta keseriusan bupati/walikota dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya masing-masing. Sehingga target menarik wisatawan sebanyak-banyaknya ke Sumbar dapat tercapai.  "Bupati/walikota mesti mempersiapkan satu maupun dua tujuan wisata yang menjadi prioritas. Jadi, daerah mesti mempersiapkan mana yang menjadi prioritas sehingga kita bisa melakukan MoU antara Provinsi dan Kab/Kota. Jika telah MoU dapat kita bantu dari Provinsi dalam pengembanganya," ujarnya.

 "Oleh karena itu diperlukan niat dari kepala daerah untuk mengembangkan pariwisata ini. Karena provinsi tidak punya kewenangan untuk melakukan eksekusi. Sebab kewenangan ada di daerah," ungkapnya.  

Ia menambahkan, saat ini ada 9 kabupaten/kota yang aktif dalam pengembangan pariwisata dari 19 kabupaten/kota itu. Di antaranya,  Tanah Datar, Agam, Sawahlunto. Padang, Pesisir Selatan, Bukittingi, Limapuluhkota. "Kalau hanya 9 kabupaten/kota yang aktif itu saja yang berkeinginan untuk mengembangkan wisatanya. Maka cukup itu saja. Jadi kita minta benar-benar keseriusan kepala daerah. Bahkan, ada daerah yang mengusulkan untuk mengembangkan wisatanya namun setiap rapat koordinasi tidak datang. Bagaimana kita mau kembangkan setiap rapat tidak ada," tukasnya. (h/mg-mel)

 


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:12 WIB

    Pemkab Pasaman Serahkan Bonus Atlet

    PORPROV SUMBAR XIII USAI

    PASAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman menyerahkan bonus atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XIII yang dig.

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:01:55 WIB

    Cuaca Ekstrem, BPBD Siagakan Satgas TRC

    SOLOK, HALUAN — Sebanyak 69 anggota Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pasukan relawan Damkar, anggota Damkar Pemerintah Kota Solok, disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, saat cuaca ekstrem.

  • Rabu,11 Mei 2016 - 03:58:27 WIB

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu

    UPT Konservasi Selamatkan Penyu Pariaman, Haluan — Berbagai upaya terus dilakukan oleh Peme­rintah Kota Pariaman guna menye­lamatkan kelestarian hewan laut di kawasannya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu, K.
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:27 WIB

    Kecamatan Kapur IX Bersiap Keluar dari Ketertinggalan

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kecamatan Kapur IX bersiap keluar dari daerah terisolasi usai rampungnya proyek pengerjaan peningkatan struktur jalan strategis nasional Pangkalan-Galugua akhir tahun lalu.

    .
  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:03:47 WIB

    Pelaku Penjarahan Dihakimi Massa

    TANAH DATAR, HALUAN — Aksi penjarahan di rumah terkangkap basah warga. Pela­ku tertangkap tangan sedang mengobrak abrik barang di rumah milik Bustami, di Jo­rong Jati, Nagari Baringin, Kecamatan Lima .

  • Kamis,01 Januari 2015 - 21:04:11 WIB

    Hari Pertama, Sigulambai Lalap Satu Unit Rumah

    AGAM, HALUAN — Diduga akibat hubungan harus pendek, satu unit rumah di Kampuang Tanjuang, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk­ba­sung, ha­ngus dilalap sigulambai pada hari pertama di tahun 2015, Kamis (1/1) p.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM