Merokok, ASN Siap-siap Disanksi


Selasa,14 Maret 2017 - 15:50:34 WIB
Reporter : Tim Redaksi

PASAMAN, HALUAN - Bupati Pasaman, Yusuf Lubis kembali menegaskan larangan merokok bagi para Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab setempat. Selain merugikan kesehatan diri, menurutnya, merokok juga dapat merusak kesehatan orang lain. 

"Sebetulnya merokok itu tidak baik untuk kesehatan. Itu sudah dicantumkan dalam bungkus rokok itu sendiri. Jadi, mulai hari ini PNS tidak lagi merokok di ruang kerja," ujar Yusuf Lubis, usai apel gabungan di halaman kantor bupati setempat, Senin (13/3). 

Seluruh Kepala SOPD diharapkan bis amemberikan contoh bagi jajarannya agar tidak merokok pada saat jam kerja. Merokok boleh, tapi, kata bupati, harus pada ruangan khusus merokok sebagaimana telah disediakan oleh masing-masing Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD). 

"Jadi, terhitung hari ini, PNS kita larang merokok di kantor, khususnya pada saat jam kerja. Ini merujuk pada Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok," ujarnya.

Sanksi tegas juga akan diterapkan bagi ASN yang tidak mengindahkan larangan tersebut.

 

"Ingat, ada sanksi tegas bagi yang merokok tidak pada tempatnya. Dalam Perda itu disebutkan, larangan merokok di tempat-tempat umum, fasilitas pelayanan publik dan kantor pemerintah serta sekolah," imbuhnya.

Apalagi, kata bupati, daerah itu bakal menghadapi penilaian kabupaten sehat pada tahun ini, dalam rangka meraih predikat swasti saba wistara. Jadi, kawasan tanpa rokok sebagai diatur dalam perda harus segera diwujudkan. 

"Ini butuh komitmen kita bersama, hendaknya larangan merokok tidak semata untuk menghadapi penilaian saja tapi berlanjut. Budaya merokok didalam ruangan pada saat jam kerja harus dihilangkan," tukasnya.

Menghadapi penilaian kabupaten sehat ini, kata bupati memiliki arti penting bagi daerah itu. Kini, kata dia, Forum Kabupaten Pasaman (Forkapas) bersama seluruh SOPD tengah mempersiapkan sejumlah bahan untuk menghadapi penilaian. 

"Penilaian ini harus kita sukseskan bersama. Sehingga mendapat prestasi yang membagakan bersama. Kita dukung upaya Forkapas mewujudkan Kabupaten Pasaman sehat, aman dan nyaman," katanya. 

Ia mengatakan, dari dua kali kunjungan kerjanya ke luar negeri yakni ke California, Amerika dan Tokyo, Jepang, tak banyak yang bisa ditiru untuk diterapkan di negeri itu. Kecuali, disiplin, tertib dan peduli kebersihan.

"Tak banyak yang bisa kita adopsi dari dua kali kunjungan saya ke luar negeri, tahun ini dan kemarin. Kecuali hanya itu. Masyarakat disana sangat disiplin dalam segala hal, tertib dan bersih," ujarnya. 

Dalam lawatannya ke negeri Sakura itu beberapa hari lalu, Yusuf Lubis menyebutkan bahwa Pemkab Pasaman sudah menandatangani MoU bersama pihak Toyota group di Jepang, tentang penyediaan bantuan mobil pemadam kebakaran dan kenderaan ambulans Ehime Toyota Motor Co Ltd.

"Insyaallah, bulan Mei ini dua unit kenderaan itu sudah tiba di Pasaman, menyusul sudah ditekennya MoU bersama pihak PT Toyota. Selain Kabupaten Pasaman, juga ada 19 kabupaten akan menerima hibah mobil. Ini difasilitasi oleh Apkasi," pungkasnya. (h/mg-yud)

 

 

Foto:

BAGI STIKER - Bupati Yusuf Lubis didampingi Wakil Bupati, Atos Pratama membagikan stiker larangan merokok dan kawasan tanpa rokok kepada sejumlah pejabat. YUDI


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: harianhaluan@yahoo.co.id
APP HARIANHALUAN.COM